
...Bonus episode...
...(sedangkan dipesta tersebut)...
"kita kalo bunuh dia pasti masuk penjara nih, kita kasih hukuman apa enaknya ya?" tanya ketua gank,
"aku punya ide bos!!" jawab Refi,
"kamu punya ide apa?" tanya balik ketua gank,
Refi mendekat telinga ketua gank itu dan berbisik, "susndzkajdwkzna"
"apaan dah?" kata Refa
"kepo banget sih kak? Ya gimana ketua?" tanya Refa,
"boleh juga idemu bagus juga itu" jawab kepala gank dengan tersenyum geli,
"Perasaanku kok gak enak ya?" kata Bintang
Tiba-Tiba ada grombolan orang mengejarku dan Putry,
"yank, kok orang tadi ada di belakang kita sih?" tanya Putry
aku pun melambatkan motor ku dan melihat siapa orang yang mengikuti ku,
"woy!! kalian mau ikut kami gak? Keliling kecamatan Bersama" kata ketua gank dengan grombolan orang yang ada di pesta tadi,
"haha, kayaknya seru nih, gimana Put?" tanya ku sambil fokus menyetir,
"iya gak papa kok asal sama Rendi" jawab Putry dengan tersenyum.
"Ngowang" Bintang ngebut dari belakang ke depan kedepanku, dan berkata
"woow asik lah, lama gak turing bareng sobat lama" Saut Bintang
"hati hati Bintang jatuh, maksutnya itu lah" kata ku sambil teriak
"ahhaha meteor donk" jawab Refa yang ngebut meletatiku,
"kakak pelan pelan lah" jawab Refi yang di gonceng kakaknya sambil memukul Refa.
Pada ahirnya Mereka semua jalan jalan Bersama gang motor dan termasuk juga Beno yang telanjang diikat dan digeret dibelakang.
...🕰ΩΩΩ(Seminggu kemudian)ΩΩΩ🕰...
aku sedang duduk dibawah pohon, yang biasa kita kunjungi dengan Putry, aku memikirkan semoga tak ada masalah lagi, dan tiba-tiba Putry datang menemuiku yang sedang duduk itu.
"Dooor!!" kata Putry yang menggagetkan ku,
"Putry, ya ampun kamu itu ya, harusnya assallamuallaikum dong" jawab ku dengan kaget,
__ADS_1
"dulu kamu yang ngagetin aku trerus Ren” kata Putry dengan wajah gembira,
"ya kan dulu sekarang aku rubah lah kata nenek gak baik" balas ku memberi nasehat ke Putry "iya maaf Ren, habis kamu Benggong terus sih Ren" kata Putry,
"gak papa, kalo aku pingsan kamu gak bisa gotong aku nanti" kata ku sambil mencubit pipi Putry dengan gemas,
"bisa lah, kan ada warga disini, aku tinggal teriak" jawab Putry "kan kamu juga yang repot yank" jawabku lagi, "iya juga sih, heheh" jawab Putry dengan tertawa bahagia, "untung sayang aku sama kamu" jawabku menggombal.
"yank aku mau tanya deh yank?" tanya Putry
"tanya apa yank?" tanya balik ku
"aku mau kamu buat janji sama aku" jawab Putry "janji apa yank?" tanyaku kepada Putry
"misalnya aku mati sekarang kamu mau ngapain yank?" tanya Putry kepadaku,
"mungkin aku bakal sial seumur hidup" Gobalan mautku, "beneran ya" jawab Putry dengan wajah serius,
"kamu, ada ada ajah ngomong kaya gitu? Ada apa emangnya?" tanya ku kepada Putry
"gak apa apa aku Cuma gak mau kamu pergi ajah" jawab Putry,
"lah kalo kamu mati, aku pasti sial se umur hidup, makanya kamu jangan pergi" kataku
"gak lah aku gak akan tingalin kamu yank, aku bakal selalu ada kok buat kamu" balas Putry.
"Walaupun aku sudah mati juga Ren” kata Putry "hah? gimana caranya Put?" jawab ku dari omongan Putry,
"janji Ren, Nanti kamu juga tau sendiri Ren" jawab Putry yang menyuhku untuk berjanji agar kita bisa selamanya bersama,
kita berdua bersenang senang, aku dan Putry Pun Bahagia Bersama, Seminggu telah berlalu dan waktunya aku pergi ke Jakarta lagi,
...🕰ΩΩ( jakarta )ΩΩ🕰...
waktu aku mau berangkat kesekolah tiba-tiba Putry menelponku,
"Hallo bu ini Putry" kata Putry dari telefon
"oh Putry, ada apa Put?" jawab ibuku,
"ibu aku mau ngomong sama Rendi, Rendinya ada?" tanya Putry kepada ibuku,
"iya Putry tunggu ya, Ren!! Putry nelfon nih!!" teriak ibuku memangil,
"Iya bu" jawabku dan menuju kearah ibuku.
"Hallo Putry, kamu kangen ya, tumben pagi dah nelfon?" tanyaku yang meledek Putry,
"ahh kamu bisa ajah, aku Cuma mau ngomong sama kamu Ren" jawab Putry dengan kesal,
karena dia kehihatan serius aku mulai berbicara tak bercanda "sihlakan tuan Putry" jawab ku yang masih agak bercanda
__ADS_1
"aku Cuma bilang Aku rindu Kamu Ren" jawab Putry yang kupikir itu serius,
"kan tadi aku udah bilang, aku juga sama yank rindu" jawab ku.
"maafin aku ya sayang, kalo aku selalu buat salah sama kamu" kata Putry dengan nada suara lembut,
"sebelum kamu minta maaf aku udah maafin kamu kok yank" jawab ku,
"iya sayang Terimakasih ya sayang" jawab Putry,
"iya sama sama Putry, maafin aku juga ya kalo aku ada salah sama kamu" jawab ku dengan nada suara lembut.
"Kamu kan mau sekolah? Hati hati di jalan jangan sampai ada yang ketingalan" pintaku kepada Putry,
"paling kamu yang ketingalan Ren" jawab Putry
"haha kamu tau ajah Put, yaudah kamu sekolah gih nanti telat loh" jawab ku,
"iya sayang, miss You Rendi" jawab Putry
"Miss you to Putry" jawab ku
"Good bye Rendi" jawab Putry
"Bye, she you Putry, jaga dirimu baik baik ya Putry" kataku mengahiri telfon dari Putry,
"Tut tut Tut" bunyi telfon ditutup.
setelah itu Putry berangkat dengan temanya, setelah beberapa jam kemudian, aku belum berangkat kesekolah dan Tiba-tiba Telfon berderig.
"Hallo assallamuallaikum" kata ibu Putry menangis,
"wa allaikumsallam ada apa dek kok menagis kaya gitu?" tanya ibu ku dari telefon,
"kak, Putry dah Gak ada kak!" jawab ibu Putry dengan tersenguk senguk
"inaliahiwainalilahi roziun bagai mana kejadianya?" tanya ibuku,
"loh kenapa bu?" tanya balik ku kepada ibuku
"Putry meninggal Ren?"
aku merebut telfon ibuku, dan berbicara kepada ibu Putry, "gak mukin kan bu, Putry baru saja telfon aku bu! gak aku percaya" kata ku yang tidak percaya kata ibu Putry,
"iya, dia kecelakaan, dan baru saja dibawa kerumah sakit, tak sempat di tolong Ren" kata ibu Putry,
aku pun menuju kamar dan menagis dikamar meneteskan air mata,
"kamu yang sabar ya dek" kata ibuku yang menenangkan ibu Putry,
"iyah kaka, dan kami pinta doanya ya kak" jawab ibu Putry yang masih menagis
__ADS_1
"ya baik dek, selalu kami doakan putry kok, Semoga tenang di alamnya ya" jawab ibuku,
dan kita pun berdoa bersama, dan kita pulang kampung lagi bersama untuk memakam kan jenazah Putry. karena harus cepat kita berangkat menaiki pesawat terbang untuk lebih cepat sampainya.