Love Diary Rendi

Love Diary Rendi
Pangeran Berdarah Dingin Bagian 9


__ADS_3

Mereka bertiga pun akur, karena sudah terbawa suasana nyaman, aku akan tinggal disini, karena merekalah aku jadi tak mau pergi dari kampungku yang mungil penuh kenangan ini.


Ternyata Rja diam diam melihatku, yang sedang berpelukan dengan Putry, Rja bersembuyi di balik pohon, karena itu RJA merasa iri karena Putry lebih perhatian denganku di bandingkan RJA.


Rja menghampiri Putry yang ada disana sambil memarahi Putry karena sudah memelukku.


“Putry!!” kata Rja dengan muka marah menghampiri kita bertiga,


“EHh RJA ngapain disini?” Tanya Putry


“harusnya aku yang tanya begitu, ngapain kamu disini? pakai pelak peluk Rendi” jawab Rja dengan kasar kepada Putry,


“aku gak peluk dia kok, aku cuma main sama Ferzan” kata Putry dengan muka sedih, aku pun mulai kesal karena RJA yang terlalu kasar memarahi Putry,


"Eh, jangan gitu ya sama perempuan" kataku yang membentak RJA,


"Diam kau!! aku gak bicara sama kamu" betak RJA kepadaku,


“jagan Bohong!!” kata RJA dan dengan kasarnya RJA menarik tangan Putry dan menyuruhnya pulang.


“HEY !! jangan kasar sama perempuan tau gak??” tanyaku dengan melepaskan gengaman tangan Putry darinya,


“dengar ya!, aku ini pacarnya, sedangkan kamu siapanya hah?” ancam RJA dengan menarik kerah Bajuku,


“kau tak pantas jadi pacarnya Putry” betakku dengan tatapan kesal kepada RJA,


“lalu kenapa Putry memilihku dan bukanya kamu hah?” kata RJA dengan kesal RJa ingin menamparku.


“Apa apaan sih Rja kamu tuh yang salah lihat” kata Putry yang memisahkan kita berdua,


“Hey jangan cuekin aku disini Jaa, sudah jelas aku lihat, tadi Putry yang peluk Rendi” sahut Ferzan yang membelaku,

__ADS_1


“kau dengar kan Jaa, itu salahku, jadi jagan tuduh Rendi sembarangan” jawab Putry yang mengakui kesalahanya,


“jelas sekali Put, sebaiknya kita pulang sekarang” kata RJA sambil menarik Putry seperti Sapi yang tak mau makan.


Mereka pun pulang, aku yang terdiam sedih, melihat Putry dengan wajah sedihnya melambaikan tangannya kepadaku.


“Ren!! sebaiknya kau buru buru rusak hubungan mereka, pedih mataku melihat mereka berdua” kata Ferzan yang kesal melihat sikap RJA terhadap Putry,


“Entahlah zan!! Itu bukan urusan ku lagi Zan” jawabku dengan pasrah,


“kamu masih belum bisa Ungkapin ya?” tanya Ferzan yang peduli terhadapku,


“hahah sulit bagiku Zan, biarlah dia sendiri yang sadar dari mimpi buruknya itu” jawabku


“diguyur pakai air gitu?” tanya Ferzan sambil Bergoyang Gayung,


“hahah Sepertinya Begitu Zan” kataku sambil tertawa,


Aku dan Ferzan sudah menjadi seorang sahabat sekarang, dan gak pernah berantem lagi dan saling mengerti satu sama lain, bahkan Ferzan selalu mendukung dari belakang untuk mendapatkan hati Putry kembali.


Selanjutnya saat berjalan ke arah pulang, Putry dan RJA berpapasan dengan ibuku yang sedang ingin memenuiku,


(habislah RJA di ceramahin oleh ibunya Rendi :p)


“Lepasin Jaa sakit tanganku” mohon Putry yang kesakitan karena digeret tangannya hingga luka pada bagian lengan Putry,


“Siapa suruh meluk meluk Rendi! makanya di bilangin itu nurut” kata Rja sambil berpapasan dengan ibuku,


“eh Putry, kamu tau dimana Rendi?” tanya ibuku yang mencariku,


“dia lagi pohon itu tante yang ada di belakang sana” kata Putry sambil melepaskan tangan Rja.

__ADS_1


RJA yang terburu buru pergi dan mencoba menarik lagi tangan Putry hingga tergores oleh kuku jari RJA, pastinya berdarah tangan Putry dan ibuku melihat darah yang mengalir itu,


“ini siapa Put??” tanya ibuku untuk memperpanjang waktu


"ini pacarku tante, dia memang reseh pengen buru buru pulang!!” kata Putry sambil membentak Rja yang tak bisa diam selalu menarik Putry,


“(pantas saja anakku murung setiap hari) oh jadi ini yang Putry ceritain ke ibu?” tanya ibuku, dengan berkedip sebelah mata, kepada Putry,


“ah iya bu benar!!” jawab Putry sambil mengedipkan mata paham maksutnya ibu Rendi untuk membohongi Rja,


“ah gak bu, bukan aku kok, maksutnya Bukan cuma aku kok bu!!” jawab RJA dengan terbatas bara,


“kemarilah, duduk dulu disini, aku mau berbicara” kata ibuku dan menarik tangan RJA, membawa ketepat berteduh dan duduk berbicara.


“kenapa kamu usilin anakku ??” tanya ibuku sambil mengertak RJA


“aku hanya bermain kok bu?” jawab Rja yang membela dirinya,


“kalo kamu bermain jangan yang sampai membuat anak saya menderita dong!!” bentak ibuku yang membuat Rja tak berkutit tak bisa mejawab,


“berarti kamu nyadar kesalahan kamu??” tanya ibuku sambil melotot melihatnya


“iya bu saya akuin saya salah” jawab Rja dengan lembut,


“kamu lebih dewasa dari Putry, harusnya menjaga mereka, supaya tidak jadi orang jahat mengerti” amanah dari ibuku kepada RJA,


“iya bu, maaf” jawab RJA sambil merenung “menarik tangan Putry, kamu seperti gak punya hati ya sampai tangan Putry Terluka?” tanya ibuku,


“gak sengaja bu" jawab Rja


“jangan sama saya, minta maaf kepada Putry, tangannya terluka, itu pasti sakit, sekaligus dengan teman teman kamu, yang kamu jahilin di sekolah, kalo tak kamu akan di penjara” suruh ibuku yang mengancam Rja,

__ADS_1


setelah itu, mereka berdua pun mengerti dan ibuku membiarkan mereka berdua pergi, ibuku pun menghampiriku dan menyuruhku pulang ke rumah untuk menjaga rumah dan ibuku pulang kejakarta.


__ADS_2