Love Diary Rendi

Love Diary Rendi
Pangeran Berdarah Dingin bagian 7


__ADS_3

“AAAAAAAAAHHHHH!! Putry aku sayang kamu” kataku yang kesal dan melempar sendalku, dan mengenai sebuah lonceng pengusir burung,


"Belentang!!" bunyi lonceng yang tak sengaja kena sendalku, ternyata di dalam lonceng itu ada sarang lebah, yang tingal di lonceng tersebut dan ahirnya aku pun di sentup para lebah yang tingal di lonceng itu.


"GUK!! GUK!!" anjing pun terbangun dan menggonggong keras sampai terdengar nenekku yang ada di sawah sebelah,


“waaaaaahhhh!!” teriakku sambil menutupi badan dan mukaku dengan jaketku,


“ya ampun cucu nenek!!” kata nenekku yang mendekatiku dan khawatir akan diriku,


“lebah nya nek aku takut” kataku yang menangis dan wajah yang penuh bentol bentol karena di sengat lebah itu,


“sudah gak apa apa itu hanya lebah kecil” kata neneku sambil memelukku,


“tapi sakit nek” kataku yang merenggek


“nanti kita obati di rumah sekarang kita pulang hari sudah malam” kata nenek ku yang menghiburku.


Aku pun pulang dalam perjalanan pulang, aku bertemu Ferzan, pastinya dia mengejekku dengan wajah penuh bentol bentol ini.


“Ren kenapa wajah kamu” kata Ferzan sambil tertawa kecil,


“aku gak mau cerita sama kamu” kataku sambil berpaling muka,

__ADS_1


"ahhaha, lucu sekali wajah kamu" kata Ferzan sambil tertawa keras,


"Diam! kamu Ferguson" kataku yang membentak Ferzan,


“Rendi, Jangan begitu donk sama sahabat kamu” kata nenek yang mendengarkan aku membentak Ferzan, dan sampai didepan rumahku yang kumuh dan melihat sepi tak berpenghuni itu, Ferzan masih saja cekikikan tertawa,


“kenapa kamu sampai ikutin aku ke rumah Zan, pengen denger cerita?” kataku sambil membentaknya sedikit,


“aaah, gak penting, kan ada yang lebih penting dari bentolanmu itu” kata Ferzan sambil tersenyum,


“apaan itu?” kata ku sambil membuka pintu Rumahku,


“kejutan! Selamat ulang tahun Rendi” kata Putry yang tiba-tiba muncul dari rumahku entah dari mana datangnya,


“Mmm, pantas kamu betah di sini Rendi? ternyata Putry yang temenin kamu” tanya ibuku yang tiba-tiba muncul juga dibelakang Putry,


“loh ibu? kapan datang, kok gak kasih kabar ke aku” tanya ku kepada ibuku,


“ibu ngasih kabar lewat apa Ren? Kan nenekmu tak punya hp mau gimana kabarinya, telfon rumah juga lagi rusak kan” kata ibuku yang ngoceh ngoceh dihadapanku


“nenek lupa kalo soal hari ini Rendi ulang tahun” jawab nenekku yang gak nyambung ngomongin apa?


“Namanya juga nenek, tapi kalo gak ada Putry aku pun gak ingat” jawab Ferzan yang komen tentang nenekku,

__ADS_1


“eh benarkah? Putry kamu ingat ulang tahun ku?” kataku sambil tersenyum saat Putry datang,


“iya pastilah, mana mungkin aku lupa dengan ulang tahun sahabatku sendiri” jawab Putry yang masih mau temenan denganku,


“Terimakasih Putry?” jawabku karena senang dia datang keulang tahunku.


“Tapikan kamu kan pacarnya Rja, pasti Rja marah nanti sama kamu gara gara aku?” tanya ku kepada Putry yang khawatir kalo RJA marah kepadanya,


“gak donk pacarku pasti mengerti soal itu Ren” jawab Putry sambil Tersenyum,


“iya deh” kataku yang pasrah dan melas


“yaudah kita masuk yuk dan merayakan di dalam rumah” ajak ibuku untuk makan makan didalam rumahku,


“ayuk !!” kata Putry yang menarikku masuk


“ayuk lah” kata Ferzan yang membalap Putry, dan berburu makanan yang ada, kita pun merayakan ualng tahun Rendi Bersama sama.



(9 mei 2004)


(Pas banget lagi ngetik Beneran Motivatorku ulang tahun selamat ulang tahun Rendi Ghani Dhanestha.)

__ADS_1


__ADS_2