
“kalo kamu mau tau hubungan kami berdua tanya saja kepada mamahnya, pastinya dia gak akan kasih kamu berteman lagi denganya!!, karena sudah ajak Putry ke tempat yang dilarang mamahnya" aku pun pergi meninggalkan Ferzan sendiri
Dan dalam hati Ferzan
(apa aku salah? siapa dia? dan mengapa aku melihat Seperti Romeo dan Juliet di dunia nyata)” : ).
Ferzan tidak faham tentang hubungan antara aku dan Putry, kita berdua sangat akrap seperti Romeo dan Juliet, aku dan Putry hanya sekedar sahabat lama, jelas di mata Ferzan aku diangap pacaran dengan Putry, karena itulah Ferzan merasa bersalah dengan ku, aku pun sama karena salah faham juga kepada Ferzan, ku fikir dia telah menjatuhkan Putry kedalam jurang, intinya kita sama sama saling salah faham.
Ferzan yang tadinya jatuh cinta kepada Putry ahirnya berubah fikiran karena Ferzan merasa Tak pantas bersama Putry berganti menjadi pendukungku, ahirnya Ferzan mencoba buat Nejomplangin (Ngejodohin) aku dan Putry, aku sebaliknya masih membenci Ferzan karena memang sikapku yang tak mudah percaya kepada laki laki lain, apa lagi Putry itu teman ku satu satunya yang perduli denganku sejak kecil.
Tapi setelahku fikir fikir, untuk apa aku bertengkar hanya hal sepeleh ini, aku dan Ferzan juga tak dapat memilikinya karena bagi Putry kami hanya sebagai sahabatnya saja.
aku dan Ferzan sering bertengkar sejak kejadian Putry tenggelam, dia dan aku Kaya kucing dan tikus tak mau salah satu yang mengalah saling merebutkan Putry, dengan secara sehat pastinya.
kita akrap setelah kejadian Yang membuat Putry celaka untuk kedua kalinya, mungkin kita saja yang belum saling memahami arti sabagai sahabat yang sesunguhnya.
...🕰ΩΩ(13-03-2003)ΩΩ🕰...
Aku dan Putry sedang bermain Bersama namun hari ini akan turun hujan saat itu,
“Awanya gelap, ingin turun hujan kayaknya, kamu tidak ingin pulang Put?” kataku karena melihat Awan yang mulai gelap,
__ADS_1
“yah Ren, masa pulang sih, aku baru saja pusing dengan teman ku yang usil di Sekolah Aku ingin santai dulu sejenak disini tampa gangguan Ren” kata Putry yang tak mau aku ajak pulang kerumah
“tapi kalo diteruskan kita bisa dimarahi mamah apa lagi sampai di guyur hujan” bujukku Mengajak pulang Putry
“Hujan gak akan datang!! sang Putry yang suruh” bentak Putry sambil melotot kearah ku sejenak mukanya berubah menjadi seperti mak lampir,
“masa tuan Putry gak mau nurut sama pangerannya" Kataku sambil cemberut karena dia memlilih tak pulang
“kamu pangeran? Haha, Pangeran Kadal iya” kata Putry sambil ngeledek dengan muka konyolnya. :p
Saatku sedang asik berduaan Tiba-tiba datang Ferzan yang membawa arit dan menyapa kita berdua,
“Hai Put,, hai Ren” Sapa Ferzan “hey Zan,, kamu tumben lewat sini ?” jawab Putry
“Aku sedang mencari Tebu buat neneku, kalian mau bantuku mencari tebu tepi sungai??” balas Dan tanya Ferzan
“sepertinya enak juga kalo kita makan tebu hari ini?” Jawab Putry
“tapi Put???” jawabku yang ingin menolak ajakan Ferzan
“hiya sekalian arah pulang juga Ren” ajak Putry
__ADS_1
“YA sudahlah ayuk” jawabku dengan pasrah. 😐
Disaat mencari tebu tiba-tiba hujan datang mengguyur deras kami bertiga, baju dan celana basah semua dan kabut muncul menutupi Kawasan hinga kita tidak bisa melihat yang ada di sekitar kita, dan mau gak mau kita berteduh sejenak, meneduh di tebing dekat pohon pisang dan pohon jati, Petir menggelegar hujan deras bercampur angin kencang hinga membuat kita tak bisa bergerak (JEEEDUUUAR.....!!). 🌩⛈️🌪🌫
Dan hujan pun menumbangkan sebuah Pohon pisang, hinga jatuh ke sungai dan terseret arus ombak sungai tersebut.
“Kalian gak papa??” teriakku sambil memeluk Putry dan Ferzan
“gak papa Ren, Putry gimna?” jawab Ferzan
“aku gak papa kok,” jawab Putry aku hanya bisa memegang tangan keduanya
aku tak bisa melihat karena hujan deras dan kabut, aku cuma bisa dengar hujan dan suara derasnya arus sungai,
“kita pengangan tangan biar gak terpisah” teriak Ferzan yang ketakutan
“Put, pengangan Pohon itu jangan sampai lepas” kataku berteriak
Putry Meraih batang Pohon Pisang
“tapi angin semakin kencang nih gimana?” kata Putry sambil panik
__ADS_1
"kita akan baik baik ajah tetap pegangan ya" teriak ku yang memberi pendapat.