
...keesokan harinya...
...🕰ΩΩ(17-08-2004)ΩΩ🕰...
Setelah itu ibuku pulang ke Jakarta, Putry selalu mengikutiku dan masa bodo terhadap RJA yang menjadi pacaranya, dan setelah itu Putry mengajakku ke tempat turnamen, Orang Indonesia pasti tau 17 agustus itu apa, (nah pintar), disana diadakan lomba yang besar dan maupun kecil, dan tentunya ada lomba yang unik didaerahku.
Untuk Lomba dibawah umur 17 tahun, ada perlombaan yang Namanya melukis, dan karya terbagus akan dipajang di musium, tentunya untuk di pamerkan di sana.
lukisan itu mengunakan chat Lukis sungguhan dan hadiahnya cukup besar, untuk anak anak usia sekolah dasar, dan disinilah aku mulai bisa mengambar dan memahat sebuah kayu.
Di hari kemerdekaan ini aku bukanya menjadi senang, tapi malah aku membuat masalah lagi, ceritanya seperti ini kejadianya,
di waktu perlombaan, aku sedang santai, begitu lelah, karena ku selesaikan 5 perlombaan yang telahku jalani.
aku duduk di dekat bukit dan melihat lomba sepak bola sedang berlangsung, saat aku sedang bersantai datang Putry membawakan es kelapa muda untukku.
"kamu pasti capek habis lomba" kata Putry sambil memulai pembicaraan,
"tentu Put, tapi masih banyak lomba yang belum selesai" jawabku
"ini kan hanya lomba biasa, kita senang senang ajah lah" jawab Putry,
"iya Put, nanti kalo aku dapet hadiah, aku kasih sama kamu ya" kataku dan kembali semangat,
"nah gitu dong, walapun Rendi gak menang, aku tetap di sisimu kok, hihih" jawab Putry,
"dasar, bagaimana dengan Rja" jawabku
__ADS_1
"Hehe, dah Yuk!! jalan jalan, siapa tau Ada yang menarik" jawab Putry sambil menarik tanganku.
Aku pun pergi bersama Putry, betapa senangnya diriku digandeng kesana kesini, dalam hatiku inilah kesempatanku untuk bersama Putry (walapun gak dapat juara, tapi aku nomer satu di hati Putry, hahah).
Aku gak tau ternyata si Rja membuntutiku dari belakang dan entah mungkin hanya memantau Putry, dan aku tak pernah takut denganya karena aku gak salah, memang Putrynya saja yang selalu nempel denganku terus hingga gak mau lepas.
Waktu berlalu lomba pun selesai, tinggal acara pengumuman pemenang lomba melukis, aku melamun sedang melihat perlobaan yang ada disana, Putry bertanya padaku,
“kamu menang apa gak Ren?” kata Putry sambil memukul pundaku,
“aku gagal Put entah dari tadi aku merasa perasaan aku gak enak Putry” kataku yang sedih dengan perasaan gelisah,
“lain waktu pasti kamu dapat Ren” jawab Putry sambil tersenyum manis, itulah yang membuatku selalu bersemangat,
“kalo begitu aku lebih semangat lagi ya” kataku Sambil Melihat Kalung Putry yang bersinar kedap kedip seperti utramen batrenya mau habis,
“dari kapan kamu disini Zan? mmm kamu mau bilang ya, kalo bakal ada musibah menimpa Putry?” kataku yang menebak gerak gerik Ferzan,
“hehe kok tau ajah kamu Ren? tapi sebaiknya kamu hati hati” kata Ferzan yang khawatir dan masih percaya tentang mitos yang menyebalkan itu,
“tenang aku akan baik baik saja dan menjaga putry ya kan put?” tanyaku sambil merangkul putry dari belakang,
“Apaan sih memangnya aku kenapa? Yang usilin akan kubunuh sini!!” jawab Putry sambil mencubit pinggangku,
“ya sudahlah aku pergi dulu” kata Ferzan dan pergi mencari tau apa yang akan terjadi
Di sisi lain Rja melihat putry yang lagi bercanda dari belakangku
__ADS_1
“kenapa Putry sama Rendi mulu sih??” kata RJA Merasa iri kepada Rendi yang didekati Putry,
“mungkin Putry gak ada rasa sayang sama kamu bos?” kata teman Rja
“lihat nanti Rendi gak akan ku kasih ampunn kau (PRAK!!)” kata RJA sambil kesal memukul badan temanya,
“ADUH !! sakit bos! emg mau ngapain bos?” tanya teman RJA,
“sini aku bisikin” RJA membisikan niat jahatnya,
“Faham?” Tanya RJA
“engak Bos! Soalnya gak di kasih tau sama Authornya” jawab Temen Rja
(-_-) (autornya diem doank cuma nyalin) kata author sambil ngamok gak mau buat novel lagi,
“dasar Payah! Authornya gak salah dia gak bisa nulis membisik” kata Rja sambil mengambil batu nih kasih ajah
ke orang itu Teman RJa memberikan batu batu bata berukuran besar kepadaku,
“ini Ren dapat titipan dari teman mu?” kata Teman Rja,
“apaan sih?? hanya batu bata kok ngasih siapa sih?” kataku yang menerima batu itu dan melihat batu itu,
“dah bos, dah di tangan si dia” jawab teman Rja,
“Siap siap ya?” kata Rja sambil melempar batu tepat kearah lukisan yang sedang di umumkan juaranya,
__ADS_1
“BRKRAAAK!!” Robeklah Lukisan itu.