
...🕰ΩΩ(21-04-2004)ΩΩ🕰...
Bagaimana mungkin Putry semudah itu jatuh cinta dan percaya kepada Rja, padahal Rja orang yang buruk, sudah membullynya selama ini, fikirku ini hanyalah akal busuk RJA saja, agar menjadi jagoan di sekolahanya, atau memang aku yang kalah SKAK dengan RJA, (Raja pun Tak bisa bergerak).
Aku hanya bisa pasrah dan harapanku selanjutnya semua masalah akan selesai, dan RJA tak akan menggangguku lagi dari Kehidupanku, Aku pun gak tau lagi mau bilang apa ke Putry, tapi rasa pejuangan cintaku mungkin cukup sampai disini saja.
Aku memang mencintai Putry, aku gak mungkin mudah melepaskan Putry begitu aja, mungkin Putry bukan jodohku, untuk Menjadi pacar, tetapi aku adalah sahabatnya, aku akan menjaga Putry, apapun yang mengganggunya dimanapun dia berada, Walapun aku bukan pacarnya.
Keesokan harinya, kenapa aku seperti cangung mendekati Putry, jujur aku merasa iri melihatnya bersama setiap hari, seharusnya aku yang ada di sana, bercanda tertawa bersama Putry, sedikit kecewa telah mencintainya dan aku telah.
( menyesal telah jatuh cinta -_- )
Ketika pulang sekolah Tiba-tiba Putry memanggilku,
“Ren!! ayuk pulang bareng” sapa Putry dari belakangku,
“eh ayuk” jawabku yang berbalik melihat Putry,
__ADS_1
“Put ngapain kamu pulang bareng dengan dia? sini sama aku” kata RJA yang telah memotong pembicaraanku dengan memeluk Putry dari belakangnya,
“eh !! apa apaan kau meluk meluk Putry” kata Ferzan sambil menarik badan Rja dari Putry,
“Sudah Zan” kataku sambil menarik baju Ferzan,
“kau ajah yang bareng aku zan” kataku sambil memisahan Ferzan yang mau berantem dengan RJA,
Putry ahirnya pulang bersama RJA dan aku pulang bersama Ferzan,
“sejak kapan kau jadi pengecut kaya gini Ren??” kata Ferzan,
“mau taruh mana mukamu Ren, sia sia dong kita dulu berjuang buat jagain Putry?” tanya Ferzan yang kesal kepadaku,
“bukan begitu Zan, menurutku inilah hadiah yang diberi Putry kepada kita, karena sudah kita sudah menjaganya, bukan Putry, tapi pelangi, yang ada di bibirnya disaat dia lagi bahagia tersenyum lepas” jawabku sambil berjalan santai bersama Ferzan kearah jalan pulang.
“ya ampun Ren, tapi kan Rja orangnya begitu kan, gimana nasip Putry kedepanya nanti?” tanya Ferzan yang peduli terhadap nasipnya Putry,
__ADS_1
“aku tau itu kok, kalo dia macam macam dengan Putry, aku gak akan diam saja, kita habisin RJA, sampai titik darah penghabisan” kataku yang menghibur hati Ferzan, Walapun hatiku juga kesal terhadap RJA,
“berasa kaya di jajah belanda kamu ya? tapi ya sudahlah, yang sabar ya Ren” kata Ferzan yang pasrah terhadapku.
“Ooh iya Zan, sebentar lagi aku ulang tahun, kamu mau datang kan, ke rumahku buat merayain pesta” kataku yang mengajak Ferzan,
“baiklah, terimakasih undanganya ya Ren” kata Ferzan yang menerima undanganku,
“tidak kok, aku yang berterimakasih udah jadi teman baikku” kataku sambil Cemberut muka melas,
“Padahal kamu cocok loh pacarana sama dia dari pada Rja” kata Ferzan yang mengungkapkan pendapatnya terhadap Putry,
“hahah, dah lah, dia kan bukan jodohku” jawabku sambil tertawa kecil, membohongi perasaanku sendiri,
“gimna rasanya? pasti sakit yaa” kata Ferzan
“Rendi, gak akan sakit hati, apa lagi cuma karena wanita” kataku dengan sombong agar Ferzan membaca fikiranku yang penuh gembira.
__ADS_1
Ahirnya Rendi pun mencoba move on dari Putry, walapun sulit, karena melupakan dari hati dan pikiran itu butuh waktu, kalo fikiran dan hati sudah ada kegiatan lainya, pasti kamu bisa melupakannya.