
Masih lanjut ceritanya Putry sedang di suruh ibunya untuk kepasar tapi pasar seperti biasa dia di suruh beli sayuran untuk dia makan sehari hari dan di cerita ini pertama kalinya Putry bertemu dengan Beno, Beno adalah anak laki laki di kampung sebelah yang ibunya jualan sayur di pasar tersebut dan kebetulan dia sedang membantu ibunya untuk berjualan.
“bu beli sayurnya satu ikat saja” kata Putry membeli sayuran ibu Beno
“ibu! biar aku saja yang layanin gadis ini” kata beno yang bergegas mengambil sayuran untuk Putry
“kamu genit banget kamu sih sama cewe?” jawab ibu Beno sambil melihat kelakuan Beno yang semangat mengambil sayuran
“ah ibu kaya gak tau Laki laki saja” jawab beno kepada ibunya sambil memberikan sayuran ke Putry
“berapa harga nya?” tanya Putry kepada Beno sambil mengambil sayuran di tanganya Beno
“totoalnya sayuranya tujuh belas ribu” jawab Beno kepada Putry,
“ini uangnya terimakasih ya” jawab Putry sambil memberikan uang kepada beno dan langsung pergi melupakan uang kembalianya “tunggu dek!!” jawab beno yang berlari tak sempat menggejar Putry
__ADS_1
“ada apa Ben?” tanya ibu Beno
“gadis tadi lupa kembalianya bu” jawab Beno “ya sudah kamu kejar gih” Suruh ibu Beno
“iya bu aku tinggal sejenak” jawab Beno dan berlari mengejar Putry
“hati hati dijalan!!” Teriak ibu beno yang melihat Beno terburu buru.
Beno mencari Putry namun tak tau kemana karena sungguh luas tempat itu dan ramai sekali orang yang datang, Beno kebingungan mencarinya, seketika beno mempunyai ide untuk bertemu denganya yaitu menunggu di pintu pasar, karena pintu keluar hanya 2 dan yang satu di perbaikan pastinya jalan yang putry lewati hanya lewat satu saja,dan benar tebakan Beno Tlah lama menunggu di pintu kemudian Tak sia sia beno menunggu beno melihat Putry keluar dari Pintu Gerbang pasar tersebut.
“heey!! Kau?” sapa Beno yang melihat Putry “saya gitu? kamu bicara sama aku?” tanya Putry kepada Beno
“gak tuh ada Es cendol rasanya manis” jawab Putry kepada Beno sambl menunjukkan Es Cendol di pinggir
jalan
__ADS_1
“haha, kamu jago juga bercandanya, maaf aku menunggumu dari tadi” kata Beno sambil nyengir tertawa kecil sedikit malu malu.
“ada apa nungguin aku?” tanya Putry “ini uang punya kamu, kamu lupa kembalian beli sayur, hanya tujuh ribu sih walapun dikit itu bukan hak ku kan” jawab Beno sambil memberikan uang kepada Putry
“eh? ya ampun sampai menunggu segala lalu bangai mana dagangan kamu?” tanya Putry sambil menerima
uang dari Beno “ada ibu kok gak papa, dia bisa atasi sendiri” jawab Beno
“terimakasih ya” kata Putry berterimakasih karena Beno
sudah jujur menjadi pedangang “iya sama sama, ngomong ngomong rumah kamu diamna?” tanya Beno mencari kesempatan berkenalan.
“rumahku didekat perbatasan antara desa, ada apa memangnya?” jawab Putry dan bertanya balik kepada Putry “ohh disana!! bukan apa apa sih, aku jarang saja melihat kamu karena aku tau benar orang yang sering datang kesini” jawab Beno
“mungkin karena aku masih sekolah dasar” jawab Putry
__ADS_1
“benarkah, Ku pikir kamu sudah SMP haha SD dimana?” tanya Beno
“ya SDN Bronjong aku juga mau lulus kok” jawab Putry “okeh lain kali jangan lupa kembalian lagi ya dan hati hati di jalan” jawab Beno kepada Putry “iya sekali lagi terimakasih ya abang” jawab Putry sambil tersenyum malu sebab kesalahanya.