Love Diary Rendi

Love Diary Rendi
Pangeran Berdarah Dingin Bagian 4


__ADS_3

...🕰ΩΩ(14-04-2004)ΩΩ🕰...


Setahun kemudian, cerita ini masih berlanjut, karena Rendi masih ada ancaman dengan Rja yang selalau jahil (Bully) di sekolahnya, namun Rendi tetap merahasiakan dari Putry, bila Rendi yang selalu di bully disekolahnya.


Singkat cerita Putry yang sedang duduk di bawah Pohon, yang ditandai dengan Rendi dulu, dan Rendi pun melihat Putry seperti sedang sedih atau seperti merahasiakan sesuatu dari Rendi.


“DooooR !!!” kataku sambil mengejutkan Putry yang sedang melamun dibawah Pohon,


“Eh Rendi, aku fikir siapa?” jawab Putry yang terlihat tak ada semangatnya,


“tumben kamu sendirian disini, dan tampak sedih kaya gitu, ada apakah gerangan?” tanyaku sambil sedikit menghibur Putry


“entah Ren, aku juga gak mengerti lagi soal ini, diriku seperti kurang semangat” jawabnya yang begitu lembut tak seperti biasanya,


“kayaknya kamu banyak fikirin saat ini” tanyaku kepada Putry.


“gak ada kok Ren!! kehidupan ku seperti tiada guna, begini, begini, begitu, saja gak ada habisnya” jawab Putry dengan muka bosanya.


Fikirku dia hanya bosan, dan tak ada kegiatan yang pastinya aku harus menghiburnya dong,


"kalo gitu kita main petak umpet Yuk, kita samper Ferzan" ajakku supaya dia tidak memikirkan hal negatif,


“tidak ah, aku tidak mau sembunyi" Putry menolak ajakanku,


"lalu kamu mau apa?" tanyaku kepada Putry,


"kamu cukup dengarkan saja aku, aku lagi seperti ada di dalam kotak yang sunyi, walaupun ramai sekali orang disekitarku” kata Putry yang curhat kepadaku,


"aku belum pernah merasakan hal itu" jawabku,


“dan aku juga baru kali ini aku ngerasain hal seperti ini dalam hidup aku, menurutmu gimana?” tanya Putry tentang perasaan hatinya.

__ADS_1


“kamu cuma butuh cinta mungkin” jawabku dengan asal bicara padahal aku sendiri tak tau harus berkata apa,


“apa itu cinta? aku masih kecil jadi gak paham kaya gituan?” tanya Putry aku lebih yakin lagi bahwa dia paham maksutku dia butuh Bodyguard yang mendampinginya gitu.


“Cinta itu kasih sayang lebih, contohnya bisa seperti teman, atau pun sahabat dekat, seseorang yang selalu ada buat kamu suka maupun duka dimana pun dia berada dia selalu mendukung kamu dan terima kamu apa adanya, dia juga selalu menyanyangimu, tapi sebaliknya kamu juga harus sayang kepada orang itu” jawabku sambil menjelaskan supaya dia mau berteman lebih padaku,


“berarti aku harus mencintai seseorang donk??” tanya Putry dengan Polos hatinya


“tentu lah, siapapun itu harus kamu cinta, contohnya aku dan pohon ini” jawabku kesal karena Putry tak peka peka,


“ya masa sih kamu bisa selamanya sama pohon itu" jawab Putry dengan berfikir cinta itu kaya Pohon yang abadi kaya pohon yang aku rawat itu.


“Benar sih kaya pohon tapi lebih ke manusia bukan tumbuhan, buktinya dari kecil aku sayang sampai dewasa gak ada yang tebang kan ini Pohon jadi kamu sayangilah orang yang sayang padamu” kataku sambil mengelus elus Pohon dan hatiku yang kesal tapi sayang kepadanya,


“Oke lah, aku bakal mencari seseorang yang Mencintaiku apa adanya” jawab putry yang telah faham dengan kataku


“ya sudahlah” jawabku yang menyerah dan dalam hatiku berkata,


...🕰ΩΩ(21-04-2004)ΩΩ🕰...


Seminggu kemudian Rendi dan Putry tak saling bertemu dan sepertinya cuek dan tak saling sapa, dan lebih menyendiri dari biasanya Aku begitu khawatir karena perubahan sikapnya tersebut, disaat ke warung aku melihat putry sedang jajan disana aku menghampirinya dan menyapanya.


“hey Putry” aku mencoba menyapa Putry di pinggir jalan,


“hey Ren, tau gak aku lagi gembira sekarang”Jawab Putry penuh senyum dan mulai fikirku dia mungkin sudah faham setelahku berbicara minggu lalu,


“wah bagus dong kalo begitu, jadi ikut senang aku” jawabku dengan penuh gembira juga dan penasaran tentunya,


“ternyata kamu benar Ren, cinta itu benar benar bikin aku bahagia” jawab Putry sambil gembira ria,


“jadi kamu sudah dapat cinta kamu dong?” tanyaku sambil penasaran,

__ADS_1


“iya Ren, aku dapat Ren ternyata dia peduli sama aku,, diam diam dia suka sama aku” kata putry dengan semangat


“waah siapa dia”? tanyaku yang penasaran sambil minum es


“Si Rja, pantas saja aku kesepian saat dia tidak jahilin aku sekali saja” jawab Putry Sambil memukul punggungku,


"HUPFF!! apah??” jawabku yang kaget dan tersedak air es,


“yang bener Put??” tanyaku yang kaget tak percaya kata katanya,


“iya Ren aku yakin dia jodohku nanti” jawab Putry dengan santainya,


“gak mungkin kamu juga suka sama dia kan??” jawabku sambil membersihkan bekas air yang muncraat bajuku dengan tisu.


“memang, awalnya aku gak suka, tapi lama lama aku jadi terbiasa, jadi kita pacaran deh, kira kira aku cocok gak sama Rja?” tanya Putry dengan gembiranya telah mendapatkan pacar,


“gak mungkin!! apa dia sudah nyatakan cinta sama kamu?” tanyaku yang tak menjawab pertanyaan Putry,


“sudah Ren, kemarin banget malahan, dia nyatain cinta didepan anak anak” jawab Putry dengan perasaan yang penuh gembira dan percaya kalo RJA adalah Jodohnya,


“ya, sudah, aku pamit ya mau mandi bersihin Badanku” kataku yang canggung dan pergi dan pulang menjauh darinya.


“( -_- nyesek cuy !!)”


“iya Ren doain aku langgeng ya Ren” kata Putry sambil melambaikan tanganya,


“iyah, dah Putry jawabku yang lari menjauh dari Putry,


“dah Rendi” jawab Putry yang sayub sayub menghantuiku.


 “(woy siapa yang taruh bawang disini -_-)?”

__ADS_1


__ADS_2