
Beberapa bulan kemudian
...🕰ΩΩ(09-12-2004)ΩΩ🕰...
Disaat kenaikan kelas, kita selesai dan usai sekolah, waktunya libur panjang pun tiba, aku sangat senang dengan semua hal yang ada di desaku ini, banyak pengalaman dan pelajaran yang aku dapatkan, dimulai dari memetik buah atau sayuran dengan nenek, belajar memahat serta melukis, membuat barang antik dengan ayahnya Revi, dan banyak lagi yang lainya, tak mungkin aku ceritakan semua.
Aku sungguh berharap semua itu gak akan hilang dalam pikiranku, dan berjanji untuk belajar lebih giat lagi, yang pasti aku tak perluh merisaukan untuk masa depanku yang akan datang, walapun aku payah dengan pengalamanku tentang cinta, karena menurutku sendiri cinta itu lebih rumit di bandingkan pekerjaan atau menghasilkan uang sendiri.
Depresiku saat itu, hanya kesal dengan RJA yang tak berhenti menjahiliku dan Putry, aku sudah akrap dengan Ferzan dan Refa,Refi, ingin ku tak mau lagi merusak hubungan cinta Putry dengan RJA, tetapi mengapa semakain lama semakin hari, RJA semakin membenciku, sedangkan aku sudah merelakan Putry kepadanya, lalu apa salahku? dan apa salah Putry bila dia mendekatiku, kita berdua hanya sekedar sahabat apakah Putry tak boleh jadi sahabatku?
Ada momen kejadian yang paling aku tak faham saat itu, kejadiannya di malam hari jam 8 malam.
RJA sedang menunggu Putry didepan rumah kosong bersama rekan barunya, entah siapa dan apa yang dilakukan Rja saat itu, Putry habis selasai ibadah dan pulang sendirian melewati rumah kosong itu, Putry meliahat Rja yang masuk kearah gang rumah kosong yang tak berpenghuni,
“Loh, itu kan RJA? Ngapain dia disana?” tanya Putry dalam hatinya, sambil perlahan mengikuti RJA dari belakang, di sisi lain Ferzan melihat Putry dari belakang yang melihat berbelok ke rumah kosong itu.
“Putry ngapain marathoon malam malam begini?” tanya Ferzan dalam hatinya, dan mengikuti Putry dari jauh, Ferzan yang curiga melihat Putry sedang berlari kecil malam malam itu.
“Loh, kemana RJA, tadi ke arah sini? kok gak ada sih? Tadi disini loh?” tanya Putry dalam hati yang telah sampai gang kecil didepan rumah kosong itu.
“Putry aku di dalam” jawab Rja yang memangil syup syup dalam kesunyian
__ADS_1
“JAA dimana kamu??” teriak Putry dan memasuki rumah kosong tersebut, di sisi lain Ferzan mendengar teriakan Putry memanggil Rja,
“Apakah ini ulah Rja lagi? wah gak beres nih” tanya Ferzan dalam hatinya, dan mengintip dari luar gang, dan membututi Putry, terlihat jelas Putry memasuki rumah kosong tersebut, hanya Ferzan yang melihat Putry masuk kedalam rumah itu.
Ferzan berputar arah, menuju kearah belakang rumah kosong tersebut,
“aku ada didalam kamar Put, berteriak pelan” jawab RJA dari belakang pintu kamar, rumah kosong tersebut.
“dimana?” tanya Putry yang fokus mencari Rja dan menuju kamar, lalu membuka pintu kamar itu,
“kamu mau ngapain malam malam kerumah kosong ini Jaa?? tanya Putry yang memasuki kedalam kamar,
“Ya tentu, ingin bersamamu, Putry” jawab RJA sambil memukul kepala belakang Putry dengan balok besar dari balik Pintu kamar tersebut.
“Jaa kamu itu laki-laki yang beruntung mendapatkan gadis secantik ini” kata Rekan Rja yang Brandal itu sambil mencubit pipi Putry.
“Jangan kau apa apakan dia, karena yang kita incar bukan gadis ini mengerti!!” Jawab Rja kepada rekanya sambil mengikat tali ditangan dan kaki Putry, Putry yang pingsan itu ikat dengan tali dengan pose duduk di kursi kayu.
“Kalau seperti ini, orang itu pasti tau, kamu hanya pura pura menculiknya” kata rekan Rja, yang memberi solusi yang buruk.
“lalu apa maksudmu?” tanya Rja yang bingung, dan berpikiran negatif soal Putry
__ADS_1
“biar aku poles sedikit lebih menakut kan” jawab rekan Rja, dan merobek baju Putry.
"Kraak!" suara robekan baju yang dikenakan Putry, tampa basa basi, si rekan Rja itu membungkam mulut Putry degan solasi, hingga baju Putry terbuka, hanya tersisa helaiyan rambut Putry yang terlihat jelas.
“YA AMPUN!!” teriak Ferzan yang mengintip dari jendela kamar rumah itu, dan melihat Putry yang tidak berdaya, sedang didudukan diatas kursi yang kamar tersebut, tampa sadar suara Ferzan terdengar oleh Rja dan rekannya.
“wah, ada tamu tak di undang nih??” jawab rekan Rja yang mendengar teriakan Ferzan dan segerah menemukan Ferzan yang bersembunyi.
“apa yang kamu lakuin pada Putry?” tanya Ferzan yang melihat kejadian itu dari jendela,
“Szut!! kamu diam ya, jangan bangunkan Putry tidur ini” jawab rekan Rja, sambil meleparkan kayu yang ada disekitar rumah itu,
“Brak!!" suara pukulan kayu itu yang hampir mengenai Ferzan,
"Set!!” Ferzan berhasil menghindari pukulan Rja dan bergegas melarikan diri,
“kamu bener bener gak pantes dibilang manusia” kata Ferzan sambil ketakutan melihat Rja yang ingin melompat jendela itu.
“jangan banyak bicara ya Spranzan Fergushion” jawab Rja yang memukul punggung Ferzan yang ingin lari dari RJA.
Balok itu menggenai pungung Ferzan dan Ferzan pun terjatuh terpojok dan kesakitan, karena Ferzan tak bisa bergerak Rja mengayunkan Balok itu sekali lagi dan hampir menggenai kepala Ferzan.
__ADS_1
"BRaak!!" namun pukulan Rja tertangkis dengan Ferzan, Ferzan pun mengambil balok itu dan membuangnya kedalam Rumah melaluin jendela dan RJA mencari sesuaatu lagi untuk memukul Ferzan, karena begitu lengah, Ferzan tidak dapat melarikan dari pandangan RJA.