
Sampai di rumah, Putry menceritakan kejadian tersebut dan ibunya, dan ibunya Putry hanya tertawa terbahak bahak saja mendengar cerita Putry dan ibunya Putry menyampaikan pesan
“Lain kali hati-hati ya put” kata ibu Putry sambil mengelus kepala Putry, dan Putry pun tersenyum dan tak akan lupa dengan kejadian tersebut.
Waktu terus berlalu hinga Putry lulus sekolah dan menuju SMP dia baru saja masuk dan ternyata Putry terkejut melihat Beno datang menghampiri Putry dikelasnya.
“Halo dek, Kita bertemu lagi disini ya” Sapa Beno yang mendekati Putry dan duduk di sebelah bangku tepat disamping Putry
“eeh! iya aku kira kamu sudah Smk bahkan sudah lulus? ternyata kamu Sekolah disini juga? ya” jawab Putry.
“kita sering bertemu tapi gak tau nama ya? boleh tau nama kamu siapa?” tanya Beno kepada kepada Putry dan mengulurkan tangannya.
“tentu saja boleh, namaku Putry” jawab Putry sambil berjabat tangan dengan Beno.
“wah bagus artinya Quin’s ya sang ratu cocok sekali dengan wajah kamu yang cantik” jawab Beno yang memberikan gombalan mautnya, “bisa ajah kamu merayu wanita, nama kamu siapa?” Tanya Putry
“nama ku beno jagan samakan aku dengan penyakit ya” jawab Beno kepada Putry
“Maksut kamu Bentol, hahah Beda jauh banget loh” tebak Putry kepada Beno.
“Mmm, Rumah kamu kan jauh dari sini, nanti bareng saja, kebetulan kan rumahku melewati rumahmu” ajak Beno untuk pulang sekolah bersama,
“eh? gak papa kok aku bisa pulang sendiri” jawab Putry yang menolak ajakan Beno
“gak papa kok lagi pula aku gak keberatan, karena bosan juga aku pulang sendiri kerumah” jawab Beno yang membujuk Putry untuk pulang bersama
__ADS_1
“baiklah aku ikut, tapi jagan macam macam dengan ku ya” jawab Putry yang labil menerima ajakan Beno
“loh sang Putry itu kan di jaga sama Bodyguardnya aku lah orangnya” jawab Beno yang mengajak Putry untuk bercanda,
“heleh alasan kamu ajah supaya aku mau di ajak” jawab Putry yang terpaksa harus mengikuti kemauan Beno.
Ahirnya Putry dan Beno pulang Bersama dan hari demi hari Beno semakin akrap dengan Putry, mereka bertemu kembali dan lebih sering ngobrol Bersama di Sekolahnya, namun perasaan Beno semakin menjadi jadi bila dekat Putry bisa di bilang Beno menyukai Putry sejak awal Beno bertemu dan berbicara bersama Putry, hinga Beno gak mau berpisah dengan Putry, dalam maksut lain Beno gak mau hanya sekedar sahabat atau teman dekat saja Beno mencoba mengungkapkan isi hatinya tersebut.
...🕰️ΩΩ(08-08-2008)ΩΩ🕰️...
Putry semakin akrap dan percaya kepada Beno, dan di mata Putry dia menjadi sahabatnya di sekolah SMP nya yang baru dan setiap hari sekolahnya Putry diantar pulang dengan Beno, suatu hari di jalan pulanag ke
rumah Putry, Beno bertanya kepada Putry tentang isi hatinya Beno.
“Put aku mau tanya? Deh sama kamu? Boleh kan?” tanya Beno yang sedang membawa Putry,
“kenapa sih aku selalu kesepian walaupun ramai sekali orang di sekitarku?” tanya Beno kepada Putry.
Putry diam sejenak mendengar pertanyaan Beno dan (Flashback) mengingat pertanyaan Putry sendiri bersamaku dulu
“kamu butuh cinta ya?” Tanya Putry sama persis dengan yang ku ucapkan dulu dan membuat Beno semakin yakin bila diterima cintanya,
“(gak mungkin dia tau perasaan aku) kata Beno berbicara dalam hatinya
“apakah aku salah suka sama seseorang?” tanya Beno kepada Putry
__ADS_1
“Itu cinta Namanya, Menurutku gak salah kok, lebih mudah kamu ungkapkan saja lebih baik kan di ungkapin, jangan di pendam nanti menyesal loh” jawab Putry dengan Mengingat kata-kata dariku.
“kalo dia gak mau kan sakit hati akunya, gimana dong?” tanya Beno yang bertanya dengan maksudnya ingin berpacaran dengan Putry,
“jangan putus asa lah? kan tinggal tembak saja mati tinggal di kubur kok” jawab Putry untuk menyemangati Beno dan tak peka kalo Beno menyukainya,
“iya deh hiya Put, sang Ratu ku” Jawab Beno Dengan pedenya kalo Putry juga menyukai Beno.
Dan tak lama tiba di Rumah Putry, Putry membuka helmnya dan turun dari motornya Beno,
“terimakasih ya Ben Sudah mengantarkan aku pulang” jawab Putry sambil tersenyum ramah kepada Beno
“Tak perlu terimakasih cukup kamu terima aku jadi pacarmu saja aku akan senang” jawab Beno dengan maksud menembak Putry untuk menjadi pacarnya
“Maksudnya apa Ben?” jawab Putry yang tak peka kepada Beno.
Dengan gagah Beno turun dari Motornya dan berkata “aku suka sama kamu, makanya aku nembak kamu” kata Beno mendekati Putry dan menggenggam tangan Putry, “kamu mau gak jadi pacarku?” tanya Beno sambil menatap mata Putry
“Tapi?” jawab Putry belum selesai di potong Beno yang terburu buru
“dah lah kamu gak bisa nolak aku, kamu harus terima” jawab Beno yang buru buru karena malu dipandang Putry menyalakan motornya lalu pergi meninggalkan Putry,
“tapi kan aku belum selesai ngomong!!” Teriak Putry “sampai jumpa lagi di Sekolah” Jawab Beno berteriak sambil mengendarai motornya,
“apaan sih Beno aku aku kan belum ngomong selalu dapet temen yang kaya gini gak sopan” jawab Putry Sebel Sendiri.
__ADS_1
Ahirnya Putry menerima Beno menjadi pacarnya, dan Beno merasakan nyaman dengan Putry begitu pun dengan Putry dia merasa sepertiku ada disisinya, walaupun tak senyaman denganku yang menjaganya, Beno setiap hari menjemput dan mengantar ke sekolah dan di setiap libur dia bertemu selalu di pasar dan membantunya berbelanja, alasnya membuat Putry nyaman dengan Beno, harapan Beno selalu bersama Putry selamanya.