
Hari libur telah tiba dan waktunya aku bertemu dengan Putry ini liburan sekolahku ditengah semester, aku pulang lagi dan langsung menuju rumah Putry dengan maksut ingin bertemu denganya.
“Assallamuallaikum” Salamku didepan Rumah Putry dan mengetuk Pintunya
“wa alaikumsallam Siapa ya?” jawab ibu Putry dan membukan Pintu Rumahnya
“ini saya bu Rendi” jawabku “oh Rendi, kapan kamu datang Ren?” tanya ibu Putry kepadaku, “barusan bu” jawabku sambil sungkem tangan ibu Putry
“bagai mana kabar ibu kamu Ren?” tanya ibu Putry,
“baik kok bu, tapi ibu Rendi tak ikut, aku saja yang pualang kampung” jawabku sambil masuk menuju ruang tamu.
“Alhamdulilah sehat semua disana, ayo duduk disofa ibu bikinnin minum ya” jawab ibu Putry sambil menyuruhku duduk, “ini oleh oleh dari ibu untuk bulek” Kataku yang memberikan Makanan ringan untuk ibu Putry “wah terimakasih ya Ren, kamu memang menatu paling baik deh” Rayu ibu Putry kepadaku, “Aah ibu bisa ajah” Jwab kus ambil Malu malu kucing.
Ibu Putry membuatkan sirup untukku dan menaruhnya dimeja,
“oh iya Putry mana bu? Biasanya bertelur di kamar” Tanya ku kepada Ibu Putry
“dia keluar Ren habis ibu suruh belanja ke Pasar, gak tau deh kabur kemana?” jawab ibu Putry
“ibu tau biasanya kemana?” Tanyaku
__ADS_1
“ibu kurang tau deh kalo itu, coba ajah kamu cari didekat Pasar Ren” jawab ibu Putry
“Ya sudah, Rendi cari Putry dulu ya bu” kataku dan Terburu buru menghabiskan minum yang dibuat ibu Putry dan pergi mencari Putry
“Ren hati hati ya, dijalan” kata ibu Putry.
Dan aku pun mencari Putry dengan berjalan kaki kearah Pasar, pasar itu cukup jauh dan benar benar demi cinta apa sih yang gak aku lakuin, menemukan Putry itu mudah dengan menggunakan Batu yang dikasih Ferzan, meskipun gak percaya bisa menemuka Putry dengan mudah.
Ahirnya benar ketemu, dan aku meliahat Putry dengan Beno sedang antre ditempat jualan Es Doger pas didepan Pasar, pastinya aku menghampiri dengan tenang mencoba agar tidak membuat kegaduhan lagi di Pasar.
aku memotong antrean Putry “Pak de, beli Esnya dong Dua, dimakan disini ya” kataku kepada tukang es
“kok dua dek, kan adek disini sendiri?” Tanya tukang es kepadaku
“memangnya kenapa kalo aku selak?” tanyaku berbalik badan dan menatap Mata Putry
“Lah Rendi kamu ngapain disini?” tanya Putry yang tak jadi marah kepadaku dan tersenyum malu,
“kamu siapa kenal Putry?” tanya Beno kepadaku,
“aku kesini menjemput Tuan Putry” jawabku kepada Putry dan memberikan es yang satunya ke Putry,
__ADS_1
“apaan sih!! Aku lagi tanya loh?” jawab Beno yang ku cuekin
“kamu jago banget ya gombalnya” jawab Putry
“aku gak jago yang jago Cuma ayam Put” jawab ku kepada Putry
“halah Joks garing banget aku juga bisa kaya gitu” jawab Beno yang dicuekin kiya berdua “kamu kok tau aku disini Ren?” tanya Putry “hahah mungkin Kebetulan ajah, lihat lah kalung kamu itu bersinar terus dari tadi!!” jawabku yang menghiraukan Beno yang sedang berbicara,
“kamu beli es apa Put” Tanya Beno yang sedang mencari perhatian kepada Putry
“apa hubunganya sama kalungku hah?” Tanya Putry kepadaku dan tak perduli pertanyaan Beno,
“oh iya kamu sudah selesai belanjanya kan, yuk pulang” ajakku kepada Putry untuk pulang bersamaku,
“yuk Berangkat” jawab Putry yang mau ku ajak pulang mengikutiku dan pergi pulang bersama
“lah gimana esnya ini?” tanya Beno yang melihat ku bedua bersama Putry,
“kaya di hipnotis sama dia? Siapa dia? Putry gak pernah cerita tentang laki laki lain jangan jangan dia tukang hipnotis yang lagi tenar sekarang” kata Beno dalam hatinya yang mengira aku adalah hipnotis keliling yang suka menculik orang
“Jadi beli gak dek?” tanya tukang es membuat Kaget dan tersadar dari lamunannya
__ADS_1
“gak jadi pak de!, yang beli dah kabur” jawab Beno sambil pergi mengikuti Putry dari belakang melihat dari kejauhan.