
Aku pun mengejar Andika dan Rasyah, yang mendapat informasi bahwa Putry telah diculik, Dan saat itu aku sebenarnya gak bisa naik motor, tapi dulu dia pernah belajar sepedah, Dengan terpaksa aku mengendarai motor milik ayah yang jarang digunakan itu.
dan tampa sadar aku sudah ada dibelakang motor mereka berdua, “Woy jagan kabur kalian!!” teriak ku sambil mengejar Andika dan Rasyah,
“Dik Rencana berhasil dia ngikutin kita” kata Rasyah yang melihatku sudah ada dibelakangnya,
“bagus kau jaga belakang dia ya!!” teriak andika,
“baiklah aku belok kanan dulu” jawab Rasyah yang berbelok kanan,
“sialan mereka mencar aku ikutin dia saja” kataku dalam hati dan mengikuti Andika.
Rasyah berbelok kanan dan berputar kearah jalan dan menyusulku hingga tepat berada di belakangku, dan Tiba dijalan satu arah saja aku diapit depan, belakang oleh andika dan Rasyah dengan kecepatan 90 km, aku tak bisa bergerak kemana pun posisi ini membuat ku mengebut dengan kecepatan mereka.
“apa apaan nih!! Kalian berdua balikin Putry!!” teriakku dengan kencang dan fokus menyetir motorku, Rasyah tak mendengarkan ku karena suara bising motornya, andika mendengar Samar samar dan kehilangan kendali dengan motornya dan bannya tergelincir dan berbelok kearah tiang jembatan yang rusak, aku pun menghidari Andika yang oleng ingin menabrak tiang jembatan dan lolos tetap melaju kencang kearah depan.
Rasyah yang ngebut tak bisa Rem motornya hinga menabrak Andika, andika pun terpental oleh tabrakkanya Rasyah hingga terjatuh disungai yang sedang deras arusnya, Rasyah hanya terjatuh dari sepedahnya dan kembali mengejarku dan tak perduli dengan temanya yaitu Andika.
Setelah itu aku menunggu Rasyah dengan memelankan kecepatan motorku, dan tetap melanjutkan mencari Putry
“woy !! berhenti luh!!” kata Rasyah yang telah sampai dibelakangku,
“apaan?” tanya kusambil berhenti kan motorku
__ADS_1
“Mana Putry hah!!” Tanya ku lagi kepada Rasyah, Rasyah menghindariku yang berhenti ditengah tengah jalan, dengan cepat tanganya mengarah ke kepalaku, aku pun menghindari tanganya dengan menundukan badan
“Sialan malah kabur” kataku melihat dia tidak memberhentikan motornya,
“NGOAG!! (sialan gak kena lagi pukulanku)” kata Rasyah yang ingin memukulku dengan melaju kencang dengan motornua, Rasyah Menuju gerombolanya atau tempat Beno tersebut.
Rasyah pun sampai ketempat pesta terseebut dan langsung laporan kearah Beno yang sedang Mengoda Putry untuk minum minuman keras,
“Beno!! Tolong” kata Rasyah dengan nafas terengah engah,
“Bagaimana? Sudah sampai sesuai Rencana?” tanya Beno kepada Rasyah,
“sudah Ben tapi dika Terjebur sungai!!” jawab Rasyah,
“Apa Maksut kamu Biarin temen kamu gitu ajah hah!!” Bentak Rasyah kepada Beno yang terlihat santai dan berfoya foya,
“kita kan gak tau dia mati atau hidup, karena hanya terjebur kan bukan tenggelam” jawab Beno dengan santai menghadapi Rasyah, “benar juga sih!! Maaf salah pengertian soal kamu” jawab Rasyah yang percaya kepada kata Beno,
“kita lihat saja dulu, anak ayam yang menghampiri kandang macan ini” jawab Beno “kau ini Ngajak aku kesini mau ngapain sih?? Disini aku gak nyamana tau!!” tanya Putry dengan membentak Beno, “Diam ya sayang ikutin ajah pestanya yaa” jawab Beno dengan menyolek pipi Putry.
Beno yang sedang mabuk itu menaiki meja yang ada di tengah tengah dan berteriak.
“Perhatian seluruh orang yang ikut pesta ini, gang kita telah di ancam orang asing, Dan dia sudah membunuh teman kita yang Bernama andika, kata orang itu, dia akan kemari dan membunuh kita satu persatu, Sebelum kita di bunuh satu satu kita bunuh Dia duluan, kita keroyok dia” Teriak Beno dengan lantang kepada teman temanya disana,
__ADS_1
“wah gak bisa dibiarin neh kayaknya” kata Remaja yang ada disana,
“Gak mungkin!! apa yakin dia datang sendiri hah?” tanya Bintang yang meliahat Beno ingin berbuat ulah di pest aitu,
“iya mas dia datang sendiri? Katanya kita mau di obrak abik tempat ini” jawab Beno yang sedikit mabuk,
“wah dia orang bernyali donk datang kesini” Kata Preman di pesta itu,
“makanya mas tolong ya bunuh ya kalo dia datang” kata Beno kepada Preman disana “baiklah kita Tunggu dia datang kesini” Kata Bos pembawa acara disana.
Aku datang ketempat tersebut dan tiba di depan pintu tenda itu terdapat banyak motor yang diparkir, saat ku memasuki tenda tersebut merasa aneh dilihatin seluruh orang yang ada disana,
“Itu orangnya yang bunuh Dika” kata Rasyah sambil menunju kearah ku,
“wah ini dia yang di tunggu datang” kata Preman yang dipesta itu sambil menghampiriku dan ingin mencoba menagkapku,
“aaa apa maksutnya ini?” kata ku yang bingung, preman itu mencoba menangkapku, aku pun hanya menghindar berlari ke Rasyah, "mana Putry" kataku sambil mengancam Rasyah,
"aku tau, siapa Putry?" kata Rasyah yang ketakutan, sia sia ku ingin memukul Rasyah karena preman itu menangkapku, aku pun tak bisa bergerak dan dia telah dan dikepung oleh anak anak.
"jawab ajah, kau kan yang bunuh Andika" kata Rasyah yang memfitnahku telah membunuh andika,
Rasyah mengambil pisau dan ingin menusuk ku, "apaah!! kau pikir aku yang membunuhnya?" kataku yang mencoba memberontak dari pegangan preman itu.
__ADS_1