
Karena lengah, Ferzan pun dapat lari dari pandangan RJA yang mencoba membunuh Ferzan, Rja tak sempat mengejar Ferzan dan ahirnya mencari Ferzan disekitar rumah kosong saja bersama Rekanya.
Ferzan berhasil kabur dari kejaran RJA dan mencari bantuan, supaya membebaskan Putry dari genggaman Rja, Ferzan pun bertemu Rendi di depan rumahnya.
Aku yang ada di dalam rumahku, baru kali ini melihat batu yang di berikan Ferzan itu terus berkedip dan firasat buruk pun muncul dihatiku, dan membuatku gelisah. Aku Pun terus berada didepan rumahku sambil menunggu Putry pulang, aku akhirnya bertemu Ferzan yang sedang Tergesa gesa menghampiriku.
“Ren!! Putry di culik RJA di rumah kosong” kata Ferzan yang langsung berbicara dengan panik.
“Apa!! KOK bisa sih??” aku Pun lari menuju rumah kosong itu meninggalkan Ferzan
“Ren jangan sendirian !!” teriak Ferzan kepadaku yang kuhiraukan dan berlari mencari Putry.
Tentunya aku panik sedang mencari keberadaan putry Dan berhenti diperempatan
“ADUH gegabah lagi, aku tak tau rumah kosong itu di mana?? mana Ferzan masih disana?" aku berhenti sejenak dan berfikir
"oh ya, Putry kan habis solat mungkin rumah kosong itu, ada di sekitar musolah dekat sini” kataku yang mencoba tak panik dan mengatur nafasku, lalu melanjutkan mencari Putry.
Sampai dirumah kosong itu aku yang gemetaran harus memberanikan diriku untuk menyelamatkan Putry dari Rja.
“PUTRY!! kamu dimana!!” kataku sambil memasuki Rumah kosong itu dan tiba-tiba.
“BRAK!!” Rja yang menungguku dan memukulku dari belakang pintu menggunakan balok Besar dan membuatku terpental keruang tamu.
__ADS_1
“Selamat datang Rendi??” sambut rekan Rja dan Rja yang berjalan kearahku perlahan lahan,
“kamu apain Putry??” tanyaku yang mencari Putry, aku tak bisa melihat jelas karena gelap keberadaan Putry,
“gak papa kok, cuma sedikit aku kasih sayang saja” jawab RJA yang mengayunkan balok itu kearah kepalaku,
“BRAK!!” balok itu melset dan mengenai badanku
“Lepasin Putry?” tanyaku sambil kesakitan karena tak bisa menahan pukulan Rja, yang terus menerus memukui badanku,
“BRAK!!” dipukul lagi bagian kepalaku, aku benar benar lemah dan tak bisa bergerak dan pusing karena pukulan Rja.
"tolong lepasin Putry" kataku yang sudah tak berdaya,
Karena Rja lelah memukulku aku mencoba berdiri dan memukul balik Rja.
“BRAK!!” namun belum sempat kuberdiri rekan Rja telah memukul kepalaku terlebih dulu, membuatku semakin pusing tak bisa melihat keberadaan disekitarku.
“gara gara kamu aku jadi dibenci” kata Rja yang hanya bisa kudengar dengan samar samar,
“itu kan salahmu sendiri!” jawabku yang lemah berbaring sambil menahan sakit dikepalaku yang berlumuran darahku.
Aku merasa sangat lemas tidak ada tenaga dan tak bisa melihat dan mencoba mengerayangi tempat disekitarku, Rja fikir aku benar benar lemah dan aku terdiam sejenak tak banyak bicara karena sudah lemas seluruh badanku.
__ADS_1
“kan aku jadi iri dengannya Put” kata Rekan Rja yang kudengar sambil menghampiri Putry dikamar.
“kamu mau apakan Putry?” tanya RJA kepada rekanya itu.
“Jaa, kau bodoh, aku gak akan diam melihat kondisi permpuan seperti ini jaa” jawab rekan RJA itu sambil merobek Baju yang dikenakan Putry,
“jangan kau sentuh Putry ku” Rja berlari kearah rekannya itu dan dilempar balok mengenai kepalanya.
Dengan Sisa tenagaku aku merangkak menuju kamar itu dan dibalik pintu dengan keadaan samar samar hanya bisa melihat sisa cahaya bulan dan sinar lampu malam aku melihat kejadian yang menurutku tak pantas untuk kulihat dengan usiaku kini,
“Haha, siapa yang ngajarin kaya gitu cara berpacaranmu ya?” tanyaku yang teriak kesal karena perbuatan Rekan Rja, dari balik pintu kamar itu.
“woy!! Yang sopan kalo bicara” jawab Rekan Rja yang menghampiriku yang lemah tak berdaya.
"bagus kupancing supaya mengulur waktu" Kata ku dalam hati.
Rekan Rja menemuiku, menarik bajuku hinga sobek bagian depanya dan menonjok bagian mukaku, aku hanya bisa bertahan dari pukulan Rekan RJA,
“wah? Masih kuat ternyata?” kata Rekan Rja yang memukulku dengan tanganya.
"GABRUK!!" suara pukulan terahir yang membuatku pingsan tak sadarkan diri.
Aku tak tau apa yang terjadi kepada tubuhku, ini aku hanya bisa pasrah dan ahirnya aku benar benar pingsan, saat itu aku harap hanyalah seseorang datang dan membantuku, dan aku benar benar berharap ada keajaiban yang datang, walaupun aku meninggal dunia.
__ADS_1