Love Diary Rendi

Love Diary Rendi
Pangeran Telah Kembali bagian 2


__ADS_3

Lanjut dan singkat cerita, kita balik lagi kealur cerita Putry dan aku, pastinya rinduku dengan Putry ingin rasanya bertemu, karena hanya bentemu bila hari liburan sekolah saja, seminggu aku dikampung melewati kisah bersama Putry sungguh menyenangkan walapun tak aku ceritakan kalian pasti sudah paham.


Dihari itu Putry sedang melihat kalender di rumahnya karena senang hari ini hari liburnya, Putry bertanya kepada ibunya yang lagi masak didapur


“mah? besok lusa lebaran ya?” tanya Putry yang baru


saja turun dari kamarnya menuju dapur


“iya memangnya ada apa Ndok? Pasti kamu merindukan Rendi ya??” tanya ibu Putry


“Pasti mah kan dia datangnya hanya setahun sekali mah” jawab Putry


“mamah paham, kan mamah pernah muda, ahh jadi pengen muda lagi mamah” jawab ibu Putry


“Siap komandan, memang ibu deh paling pengertian kepada Putry ” jawab Putry yang meledek ibunya,


lusa pun telah tiba dan aku pun bertertemu dengan Putry pastinya tak perluh janjian dimana kita akan bertemu, Putry selalu mengunjungi pohon ceri tempat biasa dia bertemu


“kamu kemana sih?  Ren Tumben jam segini tak datang” Tanya Putry yang melamun dibawah pohon


“Ahh Ini kan baru lebaran pertama pasti besok dia datangnya” jawab Putry yang kesal sendirian dibawah pohon “Apa kamu tak datang Lebaran ini Ren?? ah sebel” kata Putry yang kesal sendiri memikirkan ku,

__ADS_1


3 jam kemudian Putry menunggu dan jenuh sendirian dibawah Pohon


“DOOOR !!” kataku yang mengejutkan Putry “Gak kaget dong :p ” jawab Putry ngeledek melet melet kaya ular “ahirnya cinta pun tiba, lama banget datangnya kamu Ren kereta mancet emangnya?” tanya Putry kepadaku


“Dari tadi di belakang kamu, Cie Gak Fokus mikir apa tuh sampai begitu?” bohongku sambil menggoda Putry “kenapa gak bilang dari tadi aku Mikir masa depan kita nanti pasti suram kalo kmu telat terus” jawab Putry dengan ceramah manja kepadaku


“buruk donk whwahaha” jawab ku sambil tertawa jahat


“enak saja!!, gara gara kebiasaan buruk kamu itu yang selalu telat, dan datang Ngagetin anak kita jadi apa? Supir Bis” jawab Putry “Salah yang supir kereta, selalu datang pergi TUT! TUT!” jawabku Sambil menghibur Putry


“emang mau punya anak kaya gitu?” tanya Putry


“Ya gak sih!! Yasudah aku ulangi, yang buruk itu siapmu yang lucu kalo lagi marah sama aku kaya gini” jawabku “yasudah kalo kamu gak telat aku gak akan marah sama kamu Ren!!” jawab putry yang masih kesal kepadaku “yaudh senyum donk biar lebih cantik di lihat” bujuk ku merayu Putry yang ngambek “nuh senyum” jawab Putry mendogak kan bibirnya yang cemberut seperti topi kerucut


Dengan tiba tiba Putry memegang kedua rahangku dengan kedua tangannya yang halus dan mencium bibirku (KISS) “dah kan gak cemberut lagi” jawab Putry aku pun tersenyum tersipu malu


“apa apan sih kok kamu duluan!! kamu yang cemberut kok aku yang di cium aneh!” kataku sedikit membentak putry “habisnya kamu gak peka jadi orang tuh, sulit buat peka in kamu” jawab Putry,


“salah kamu, buktinya aku ngomong kan kamu lagi cemberut” jawabku asal asalan yang lagi salting Karena kiss yang tadi “ya kan gak peka itu karna aku rindu kamu” jawab Putry yang makin ngambek sama aku


“Pret, rindu dari mananya hayo?” tanyaku kepada Putry “rindu dari wajahmu pengen ku tabok rasanya” jawab Putry yang melotot kearahku “wah Galak banget aku takut ditampar jadi pergi ajah dah” jawabku sambil berdiri dan mau pulang “Aaaaah Rendi!!!!!’’ Teriak putry sambil menariku.

__ADS_1


Kita berdua sudah Bahagia Bersama hinga satu jam lebih kita bermain bersama saling menggoda, ngeledek dan macaem macemdah


“Putry!! jarimu imut sekali? Udah kecil nyebelin sama kaya orangnya” kataku bercanda kepada Putry dan memegang jari jarinnya,


“kamu tuh ya dulu jarang gombal sekarang makin lama makin jago mengambil hati orang ya” jawab putry yang ngedumel aku gombal soal jarinya yang muyil,


“aku mau kasih kamu cincin, semoga kamu suka” kataku sambil menganti cincin dijari Putry


“ih Rendi kamu itu apa apaan sih? Tapi bagus juga Ren!! Terimakasih ya sayang” jawab Putry sambil tersenyum senang menghargai pemberianku, “hahah” Aku tertawa melihat Putry masih mengunakan cincin batu Ferzan


“kenapa Ketawa Ren ada yang lucu kah? atau aku yang gak pantes pake cincin ini?” Tanya Putry sambil membuka cincin yang baru saja aku kasih,


“ahh bukan itu kok, jangan sampai hilang atau kamu jual ya, karena itu emas asli” pintaku kepada Putry


“kamu masih meragukan ku Ren?” tanya putry kepadaku “Bukan ragu, bagiku cincin dan emas yang aku kasih tak


semahal cintaku kepadamu, aku lebih baik kehilangan cincin itu di bandingkan kehilangan kamu, Yang aku harapkan kamu bisa menjaganya ya, seperti aku menjagamu saat ini Kalo cincin itu hilang mungkin aku pun ikut hilang seperti cincin itu” kata ku yang menjelaskan betapa berharganya perjuanganku mendapatkanmu


“ini bukan miliku Ren, dan aku janji akan menjaganya, sesuai janjimu aku akan kembalikan bila kamu bukan jodohku” jawab Putry “aku janji kelak Dewasa nanti aku akan ganti menjadi Cincin sah kita nanti” gombalku beraksi


“Janji ??” tanya Putry sambil tersenyum menunjukan jari kelingkingnya

__ADS_1


“iya sayang aku janji” jawabku sambil Menyatukan janji kelingking


__ADS_2