
ini kedua kalinya aku membuat janji kepada Putry, harapanku hanya satu, selalu bersama Putry sampai nikah nantinya, bahagia tak ada satupun yang menggangunya lagi di antara kita berdua, dan aku tak mau ada kejadian lagi yang membuat Putry celaka, aku masih kecil dan belum bisa apa apa selain berdoa agar esok hari akan lebih baik dari hari yang sebelumnya, dan aku berharap ini adalah hari terahir dirriku membuat masalah lagi.
Hari berikutnya disore hari dan seperti biasa aku dan Putry menghabiskan waktu bersama ditempat biasa
“Hey tumben kamu cepet banget datang kesini Ren” Tanya Putry yang menghampiriku ditempat biasa
“haha kamu tau pasti jawabanaya kan aku kangen kamu” gombalku kepada Putry
“iya aku juga tapi gak kaya kamu berlebihan haha” jawab Putry
“berarti kamu sudah punya penganti aku ya?” tanyaku kepada Putry
“apa kamu bilang Ren? Kalo aku gak merindukan kamu, dah pergi Ren nigalin kamu, Kamu gak tau sih rasanya satu tahun merindukan orang yang ku sayang di hidupku, Dan satu cara buat Hilangin itu Cuma bertemu sama kamu ajah” kata Putry kepadaku dan berubah wajah menjadi mak lampir,
“aku percaya sama kamu kan kamu orangnya setia sama aku, namun Aku yakin suatu saat kamu akan bosan pastinya dan, membutuhkan pengantiku nantinya, aku yakin itu” jawab ku kepada Putry,
__ADS_1
“sebelum itu kamu jawab pertanyaan kamu sendiri? Apakah kamu ada pengantiku disana sampai kamu ngomong seperti ini? Bila ada aku pun tak akan marah sama kamu, karena kamu dah jujur sama aku!” tanya Putry kepadaku
yang melihat sikapku berubah darstis
“aku jujur gak ada put yag berpacaran dengan ku, namun disana ada cewe yang aku suka” Jawabku yang melihat wahjah putry cemberut melotot kearahku
“ahh Ren jujur ajah apa dia pacarmu? Jika benar Seperti apa dia?” tanya Putry kepadaku
“ahhh aku hanya menyukainya dari wajahnya saja yang mirip sama kamu, Tapi” jawabku “Tapi kamu udah pacaran?” tanya putry sambil menagambil batu besar dan mengarahkan kepadaku
“Tapi dia gak secantik kamu put” jawabku yang ketakutan di lempar dengan batu kepada Putry
“ahlaknya put dia gak pernah melihatku disana, dan lebih lagi dia punya pacar juga” tanya putry sambil berpaling muka kepadaku,
“haha lalu apa yang buat kamu tertarik dengan dia Ren?” tanya putry yang masih penasaran dengan alfi
__ADS_1
“sama sekali gak tertarik dengan wanita lain kecuali yang mirip denganmu” kataku membujuk Putry jawabku yang bercerita tentang alfi
“kalo aku jahat dan cuek kaya dia apakah kamu masih suka aku?” tanya Putry dengan wajah sendihnya
“setiap aku pandang dia semakin aku ingat kamu merasakan kamu disana, Aku pernah berjanji kepada diriku
sendiri, kalo gak mau membuat kamu kecewa” jawabku sambil tersenyum
“perasaan kamu ke dia gimana?” tanya lagi Putry
“(nih anak lagi kesambet apa? kok bawel banget tambah kepo)" kata ku dalam hati
“gak ada biasa ajah” jawabku yang simpel
wajah Putry cemberut seketika. “(-_-)”
__ADS_1
“Ahirnya selesai samapai disini kisah mereka” kata author (-_-)
Aku pun pulang ke jakarta seperti biasanya pacaran LDR terpisah lagi, aku tak punya pilihan dan harus menigalkan Putry lagi, saat ku dijakarta melanjutakan sekolahku Putry berteman lagi dengan teman barunya bernama Beno, dia tak memberitau tentang Beno, aku selalu berfikir positif dan benar benar tak mau nakal lagi, awal mula Beno bertemu dengan Putry di waktu Putry di suruh orang tuanya, membeli sayuran di pasar, ibu Putry menjual berbagai kebutuhan pokok di depan Rumahnya, seperti warung kecil di sekitar desa, makanya setiap hari libur Putry selalu membantu ibunya.