
(Saat Asik berbincang bincang tiba-tiba datang preman itu -_-)
“hey nak serahkan dompet itu nak” kata preman sambil datang menemuiku
“kamu pegang dompetya jangan di kasih orang itu ya” kataku sambil menghampiri preman itu,
dengan gagahnya aku beranikan diriku mendatangi Preman itu, Tiba-tiba dengan secepat Roket Ferzan ngebut membalapku dan menabrak preman itu dengan sepedah motornya, si preman bisa menghindarinya dan dengan cepat mengambil Balok, dan memukul Ferzan, hinga Ferzan terjatuh dari motornya.
"GUBRAK!!" Ferzan terjatuh dari motornya,
“Ferzan !!” teriakku dan aku berlari kearah preman mengambil tong sampah dan melemparnya kearah preman itu,
"BRAK!!" aku memukul perman itu dengan tong sampah, dan karena badannya yang lebih besar dariku, pastinya tak terasa sakit sedikit pun baginya.
“Dasar anak bocah sialan !!” kata preman itu dan menagkapku, aku lengah dan Tertangap oleh preman itu dan mendekap di badannya yang bau Asem.
“lepasin gak!!” tanyaku sambil mencoba memberontak dari dekapan preman itu
__ADS_1
"berikan dulu dompetnya anak kecil” jawab Perman itu,
"CETANG!!" bunyi batu yang dilempar ketong sampah,
“hey!!! Kamu mau apain dia ??” kata Bintang yang baru saja melempar batu kearah preman,
“ini Bukan urusanmu nak!!” kata preman yang masih mendekapku,
“kau cari ini kah??” tanya Bintang dan menunjukan dompet ayah Bintang.
Tiba-tiba segerombolan teman teman bintang datang seperti rakyat The Warior, ada yang bawa balok, ada yang membawa tong juga, dan ada yang membawa pacarnya segala.
“bocah ingusan, sialan, makin banyak teman kau rupanya” kata Preman sambil melepaskanku dan aku pun menghampiri Bintang.
“SERANG !!!” kata bintang dan anak anak itu.
Anak anak itu Melemparkan Batu ke preman tersebut dan ada yang memukulnya memakai balok, dan ada yang memukulnya menggunakan tong sampah, setelah tak berkutit preman itu pun di ikat di tiang listrik dekat tempat kejadian.
__ADS_1
Setelah itu, ayah bintang datang dan preman itu diberikan hukuman, supaya tak makan dan minum, dibiarkan seperti orang Gila, tak boleh ada yang mendekatinya atau melepaskan ikatannya itu.
“Terimakasih ya udah menolongku melawan preman itu” kataku kepada Bintang,
“ah tidak aku yang berterimakasih sudah menyelamatkan dompet ayah” jawab Bintang dengan tersenyum ramah.
“oh ini, bocah yang menemukan dompet ayah?” tanya ayah bintang kepadaku,
“iya om, tadi terjatuh dan ditemukan dia om lalu preman itu ngejar kaya guguk om” Jawab Ferzan dengan semangat, yang Tadinya kesakitan habis terjatuh dari Motor dan tak bisa berkutit melawan preman -_-.
“Hey!! Kau ini bukanya harus belanja ya, ini sudah hampir sore nanti telat loh” kataku yang menyuruhnya untuk diam tak bergosip yang tidak tidak,
“seperti pernah lihat di suatu tempat siapa namamu Nak ??” tanya ayah Bintang dengan menatapku penuh penasaran dan aku jawab,
“namaku Ren”
“RENDI !! jahat kamu tinggalin aku di pasar !!” jawab Putry yang memanggilku dengan wajah khawatir.
__ADS_1
Kadang kita harus selalu ingat, dengan kebaikan orang lain yang ada disekitar kita, dimana pun ada kebaikan, disana juga pasti ada kejahatan, cerita ini masih berlanjut, karena Rendi masih ada ancaman dengan Rja, yang selalau menjahili Rendi di sekolah, namun Rendi tetap merahasiakan soal dia di bully disekolahnya, semingu selanjutnya singkat cerita di waktu Putry sedang duduk di tempat Pohon yang ditandai Rendi, dan Rendi pun melihat Putry seperti sedang sedih seperti Merahasiakan sesuatu dari Rendi.