Love Diary Rendi

Love Diary Rendi
Pangeran Telah Kembali bagian 7


__ADS_3

Beno terlihat cemuru denganku yang tiba-tiba begitu terlihat akrap dengan Putry, tampa pikir panjang kami pun pulang dengan Beno yang mengikuti kami dari belakang.


Saat sedaang membuntuti kita, Beno kehilangan jejak kita berdua, dan mencari aku dan Putry, tetapi malah bertemu dengan teman lamanya, di sebuah Gubuk yang sedang kumpul kebo.


“Hey Reza apa kabar kamu?” sapa Beno dan menghampiri temanya,


“baik Ben ada apa kau kelihatan binggung dari tadi ku lihat dari jauh?” tanya Reza dan tosan kepada Beno,


“Tadi ceweku habis dibawa cowo lain” jawab Beno sambil duduk kumpul bersama mereka “wih udah punya cewe nih, siapa cewemu? Siapa tau aku kenal cewe itu?” tanya Reza kepada Beno “namanya Putry, kalo gak salah nama cowo itu Rendi dah” jawab Beno sambil melihat keadaan sekitarnya.


“HAH ?? Putry anak kepala desa itu yang kamu maksut?” tanya Reza kepada Beno “kurasa lebih baik luh lupain dah! gak mudah hadapin Rendi” jawab Andi mantan Putry dan teman sekelasnya Putry waktu Sekolah dasar,


“apaan kok gitu sih! dia kan masih sekolah dasar, kita kan SMP gak mungkin kalah dari Rendi” kata Beno yang tau sedikit tentangku menyebar luas, yang Beno ingat tentangku adalah anak sekolah dasar yang menghancurkan karya seni orang,


“asal kamu tau aku pernah ngebantu temenku yang tergila gila sama tuh cewe, malah is deat sama Rendi, bener kata Andi mending jauhin tuh cewe” jawab Reza yang dulunya membantu Rja, (yang memberikan Batu kepada Rendi saat kejadian episode Lukisan dibalas nyawa).


“Masa sih dia sehebat itu padahal dia Sekolah Dasar loh, ahh gak percaya kalo dia membunuh orang” kata Beno kepada Reja dan Andi,


“ya sudah kalo gak percaya, bukti ada kita berdua” jawab Andi yang menyarankan Beno untuk menjauhi Putry “kalo luh mau nyerang dia silahkan tapi jangan bawa namaku ya, aku tak mau terlibat” jawab Reza yang pasrah


“nih ku kasih informasi tentang Rendi, dia anak Jakarta yang tinggal didesa Bluluk, Rumahnya ada di tiga blok dari rumahnya Putry” jawab Andi yang memberitau Rumahku dan yang lainya selama tiga menit Andi bercerita tentang Putry dan aku, “baiklah terimakasih atas infonya” jawab Beno yang paham semua tentangku dan melanjutkan mencari Putry dan aku.


Setelah itu beno mengecek Rumahku dan melihatku dengan Putry sedang bermesraan diluar jendela, aku menggetahui jika Beno sedang mengintip dari luar jendelaku, aku pura pura tidak tau kalo Beno sedang mengintip kedalam Rumah ku.


“Putry” Panggilku sambil melirik lirik kearah jendela,


“iyah sayang” Jawab Putry kepadaku dengan manja,


“gak ada kok, aku cuma rindu saja sama kamu” jawabku sambil memeluk Putry dan menghadapkan badan Putry kerah Beno


“aku juga rindu kamu Ren” jawab Putry sambil melepaskan pelukanku dan mencubit pipiku,


“seperti dulu ya Put ?” Tanyaku yang bermaksut memberitau bahwa Beno sedang mengintip kearah kita berdua,


“iya ren gak ada yang berubah Ren” jawab Putry yang menoleh kebelakang dan paham apa yang ku maksut,

__ADS_1


“Gak ah, cinta kamu berubah” jawabku dengan maksut Putry punya pacar baru tak memberitau kalo aku adalah pacarnya, (sama kaya Andi).


“gak Ren, gak berubah masih sama kaya dulu” jawab Putry yang memberitau kalo dia sayang sama aku ajah,


“masa sih, aku gak percaya Put” jawabku yang menggoda Putry sambil berpaling muka,


“buktinya aku inget kamu kan?” tanya Putry yang membujuku sambil menolehkan pandanganku kearahnya dan mencium pipiku


“Tentu aku inget Put” jawabku dengan tersenyum malu malu.


Melihat itu Beno sangat kesal kepadaku hinga membenciku dan Putry, namun otak Beno yang licik mulai beraksi karena kesal dia pergi dan akan kembali esok hari untuk membalas dendam sakit hatinya itu, Beno mengumpulkan teman teman lama Beno dan mereka berada di sebuah kampung yang jauh dari kampungnya itu, dan terkenal dengan nama gang motor yang super Preman. 


Esok harinya Beno menghampiri teman temanya itu, ada 3 temannya itu yang mau dan siap membantu masalah Beno, Sungguh besar koneksi Beno dengan para gang motor karena ayahnya adalah servis bengkel waktu sebelum menikah dengan ibunya Beno.


Sore harinya akan tiba Untuk Beno menggajak Putry ke suatu tempat dan Para temanya yang sudah dirancang untuk menculik Putry dari tanganku,


“assalamuallaikum” salam Beno yang bertamu kerumah Putry Dengan maksut untuk menculik Putry,


“wa allaikumsallam siapa?” Tanya ibu Putry sambil membukakan Pintu Rumahnya,


“saya Beno, teman sekolahnya Putry bu? Putry ada bu?” balik tanya Beno kepada ibu Putry sambil sambil sungkem tangan ibu Putry,


“aku mau pinjam Buku pelajaran bu, aku belum punya Buku Bahasa jawa bu” jawab Beno yang berbohong kepada ibu Putry


“ya sudah samper dah ada dikamar atas, ibu mau beli lauk makan dulu diwarung” jawab ibu Putry dan pergi kewarung,


dengan senang hati Beno masuk ke kamarya Putry, dengan diam diam dan perlahan Beno naik keatas menuju kamarnya, Beno membuka Pintu kamar Putry dan melihat Putry sedang tertidur dikasurnya, Beno masuk dan suara pintu tertutup membangunkan Putry yang sedang tertidur,


“eh Beno ngapain kamu disini” jawab Putry sambil bangun dan duduk di kasurnya, “Emangnya salah ya aku disini?” tanya Beno yang menghampiri Putry


“Eee Engak sih, Tapi ini kan kamarku” jawab Putry berdiri dan mencari ikat Rambut Putry dirak di dekat kasurnya,


“shzuut, aku tau ini kamar kamu” kata Beno yang tiba-tiba memeluk Putry dan Sentak Putry berbalik badan dan mendorongnya karena ketakutan dilecehkan Beno,


“tapi?? Ta ta” Jawab Putry yang terbata bata ketakutan melihat wajah Beno yang seram, Putry pun terpojok dan tak bisa lari kemana mana,

__ADS_1


“kamu lupa ya?” tanya Beno sambil memegang bahu Putry dan mendorong Putry keatas kasurnya,


“Aku ini pacarmu” kata Beno yang kesal dan menindih kaki Putry dan membuat Putry tak bisa berdiri dan bergerak duduk, dan Beno mendekatkan wajahnya seolah ingin mencium Putry dan, Beno membisikan telinga Putry “Happy aniversary Putry!” kata Beno sambil menatap wajah Putry,


“Ben Putry sudah bangun kah?” teriak ibu Putry di depan kamar Putry,


“sudah bu, tapi Putry menolaknya bu” Jawab Beno yang pintar berbohong agar Putry mau keluar dengan Beno,


“Putry kenapa kamu menolaknya? Kasih saja Put” jawab ibu Putry yang dikira Putry tidak mau memberikan Bukunya


“tapi bu aku kan belum ambil keputusan” Jawab Putry dan bergegas keluar dari kamarnya


“ada apa sih kok gak mau kasih?” Tanya ibu Putry yang melihat Putry keluar dari kamarnya,


“dia saja gak ada janji sama aku Bu!!” jawab Putry yang menolak Beno,


“yasudah aku mau beli Buku itu tapi kamu bantu aku mencari Buku itu dipasar gimna?” tanya Beno yang keluar dari kamar Putry “buku apa??” tanya balik Putry


“Buku ini Put” jawab Beno dengan memotong Pertanyan Putry,


“yasudah tapi hanya kali ini saja ya?” Jawab Putry yang Pasrah kepada Beno yang memaksa Putry,


“Oke sayang” jawab Beno yang berhasil membujuk Putry keluar, ahirnya Sang Putry terjebak dalam hasutan Beno yang ingin berbuat jahat kepada Putry.


Beno dengan Putry telah sampai kedaerah Preman itu, tempatnya lumayan jauh dari desanya harus menggunakan motor untuk sampai kesana dan mereka berdua bertemu teman temanya dan berkumpul disana bukan Cuma anak Sekolah dasar atau Remaja saja tapi orang tua juga ikut berkumpul Dengan gang motor lainya, ada yang lumayan terkenal sadis dalam membunuh atau membegal dengan yang ikut berpesta dan balap motor atau Tindakan kirminal lainya, 


“Ben, kamu bilang mau beli buku kok kita kesini?” tanya Putry yang melihat tenda kecil yang penuh dengan motor motor yang diparkir dan sebuah grombolan orang yang sedang melihat balapan liar, Beno tak menjawab pertanyaan Putry karena berisik suara motor dan music DJ yang menutupi telinga, dan Beno menarik Putry masuk kedalam tenda, dan duduk bersama sama teman temanya yang sedang mabuk mabukan disana, Beno berbisik kepada temanya yang dia kenal namanya andika.


“Bro! kalian mau uang gak? Ku beri uang kalian, buat taruhan joki nanti gimana mau?” tanya Beno sambil berbisik kepada temanya yang dia kenal “wehh, Boleh juga tuh” jawab Andika “tapi ada Sharatnya lah” jawab Beno sambil menulis di kertas Lembaran “apaan sharatnya?” tanya Rasyah kepada Beno “kalian hanya pancing orang itu ajah kesini, dan ini uang bayyaranya untuk kalian” jawab Beno yang memberikan Fotoku, Uang, dan Surat Penculikan untuk memancingku.


“ini siapa Ben? Kayaknya asing Ben?” tanya andika kepada Beno, “wah uangnya lumayan banyak nih, no Problem deh dia siapa, cukup aku sama Dika yang urus” jawab Rasyah “kalian kasih juga kertas ini ke orangnya” kata Beno dan menyuruh mereka berangkat melakukan aksinya,“aman bos!” jawab Andika dan berangkat menggunakan dua motor untuk menemuiku.


Aku yang sedang bosan di Rumah ku sendirian, melihat Batu itu menyala lagi, dan aku teringat kata Ferzan kalo Batu itu menyala, pastinya aka nada tanda bahanya yang menimpaku, firasat buruk pun muncul, “kok Batu itu menyala lagi sih, sama kaya kejadian saat itu, apa jangan jangan Putry dalam masalah lagi ya? Atau Fezan yang dalam masalah” kataku didalam hati yang lagi bimbang memikirkan batu itu, Andika dan Rasyah menghampiri ku dan telah sampai didepan Rumahku.


“Dika, pas banget itu dia ada didalam Rumahnya” kata Rasyah “iya bener itu orangnya!”    kata Andika yang mengambil batu dan menggulungnya bersama kertas surat itu, “ide brandal mu keluar rupanya hahah” kata Rasyah, lalu Andika melempar batu tersebut ke Rendi dan terkena kaca Rumahku pecah.

__ADS_1


“woy!! Siapa Kalian!!” Teriakku sambil membuka pintu dan mereka berdua kabur dariku “baca dulu di kertasnya!!” teriak Andika dari jauh sambil melambaikan tangganya kearahku, aku mencari dan membaca kertas itu, dan aku bergegas mengejar mereka, dengan mengunakan motor milik ayahku dan aku gak perduli walapun aku gak bisa mengendarai motor.


(Isi kertas tersebut, yang jadi milikmu sekarang miliku,, tuan putry mu sudah ku culik jangan macam macam dengan ku lagi, kalo tidak!! kamu akan mati dengan sia sia bersamanya).


__ADS_2