
Sebenarnya diriku membuntuti Putry di belakang Putry dan Ferzan, dan aku pun mencoba menyelamatkan Putry saat terjatuh dari ditebing jurang itu, dan mencari keberadaan si Putry ditepi sungai, sementara Ferzan mencari Pertolongaan di sekitar mata air dan aku menemukan putry di pinggir sungai bersyukur dia hanya pingsan dan aku segerah membawa Putry ketempat dataran tinggi, agar Putry tidak terbawa deras arus air sungai.
Setelah ku pindahkan Putry aku bergegas mencari bantuan orang lain yang lewat, Dan kebetualan saja ada kakek kakek yang sedang mengambil rumput di sawah, dengan baiknya kakek itu menolongku.
Di bawalah Putry kerumahnya sang kakek, saat dalam perjalanan kerumah kakek itu, tiba-tiba aku dan kakek bertemu dengan Ferzan dan nenek, alangkah bersyukurnya diriku karena tertolong kedua kakek nenek ini, dan sampai dirumah kakek, berceritalah kita berdua dengan kakek dan nenek tentang kejadian yang menimpa kami bertiga.
...🕰ΩΩ(05-03-2003)ΩΩ🕰...
Di Rumah yang kumuh kecil dengan 3 kamar dan satu ruang tamu dan satu dapur yang terhubung dengan kandang sapi dan hewan ternaknya.
“Kalian masuk saja cu kakek mau buat kopi kalian mau Teh tidak biar menenangkan hati kalian berdua” kata kakek
“Tak perluh kek, terimakasih ya” kataku yang menolak tawarannya,
“iya kek maaf jadi ngerpotin kakek nantinya” kata Ferzan
“Tak apa cu, angap saja rumah sendiri" jawab kakek sambil menuju ke ruang dapurnya,
"kalian duduk di ruang tamu biar gadis ini beristirahat di kamar nenek” kata nenek sambil menidurkan Putry dikamarnya.
Ahirnya mereka berdua duduk di ruang tamu, rumah kakek dan aku dengan Ferzan, menceritakan kecelakaan tersebut kepada kakek, kakek dan nenek ini sebenarnya baik kepada kita, dan firasatku gak enak hati karena sudah merepotkan kakek dan nenek, karena Putry yang pingsan dan belum tersadar terpaksa kami bertiga, Harus menginap 1 hari tinggal dirumah itu sampai Putry tersadar Kembali.
Ke esokan harinya si Ferzan Terbangun dan aku melihatnya gelisah harus bagaimana berbicara dengan ayah atau ibunya si Putry nanti, Ferzan terasa jenuh ahirnya sih Ferzan keluar untuk mencari angin, melamun dan khawatir dengan keadaannya Putry.
“Hey? Kamu mau lari kah?” Tanyaku yang sedikit kesal karena ferzaan yang mengajaknya ke mata air
“untuk apa aku lari? dasar gak tau diri” kata Ferzan yang kesal, karena aku telah membuat Putry menunggu dan sedih
“apa katamu barusan?” kataku yang sedikit membentak Ferzan
“tidak, kamu pikir ini marathon apa, harus lari segala” balas Ferzan
“hahah, kamu takut ya, aku sudah tau kok, aku akan bilang ke orang tuanya” kataku menakuti Ferzan
“iya tapi gimana lagi dia kan yang meminta aku buat ketempat ini” kata Ferzan sambil gerogi ketakutan.
__ADS_1
Sebenarnya aku yang salah sangka bahwa Ferzan yang mendorong Putry ke jurang tapi malah aku membuatnya ketakutan dan gelisah,
“harusnya kamu yang jadi pacarnya, harus menjaga Putry dengan baik” kata Ferzan
“Eh aku bukan pacarnya kok" kataku sambil Tersentak Kesal karena salah Fahamnya,
"jangan salah faham dulu, dia sudah punya pacar Namanya Rendi,aku akan bilang pacarnya jika mereka bertemu" kata Ferzan yang Tidak tau jika aku yang dia bicarakan,
"Rendi? lalu untuk apa kamu kemata air?" tanya ku sambil pura pura Tak tau,
"Putry mengharapkan Rendi datang, ku pikir dia kan datang katrena mitos mata air” balas Ferzan yang mengelak ingin mengadu,
“hahahah, yang namanya mitos itu hanya Dongeng kecil di desa ini” kataku sambil tertawa karena ku tak percaya akan adanya mitos, " kalo kamu mau aduin kepacarnya, adukan saja aku" jawabku sambil berpaling menuju keruang tamu,
“lalu gimana caranya ngomong sama ibunya nanti?” Tanya Ferzan yang bimbang.
Tiba-tiba Terdengar Teriakan “WAAAAAAAAH!!!”
ternyaata itu suara Putry yang baru tersadar dan merasa kebingungan, dan Putry Teriak lebih keras lagi
nenek pun menghampiri Putry dan kaget setelah membuka Pintu kamarnya,
“Masyaallah! Ndok bikin kaget nenek saja kamu itu loh” kata nenek yang kaget mendengar teriakan Putry
“loh, Nenek siapa?” Tanya Putry yang terbangun dan kaget melihatnya
“tenang Ndok nenek orang baik kamu pingsan di rumah nenek kemarin dari sore”
kata nenek “dimana Rendi nek tadi di sini??” kata Putry sambil mencariku kesana kesini
“Rendi siapa? oh temen kamu yang laki-laki itu? lagi ada didepan rumah tuh” jawab nenek.
Putry langsung Berlari menuju aku dan loncat memeluk memelukku yang sedang berlari diruang tamu,
“kamu gak papa kan Put?” tanya sambil memeluk Putryku karena rindu,
__ADS_1
“aku gak apa apa" kata Putry dan tersenyum kepadaku “mitos itu benar Zan, EH..??? Dimana?” kata Putry yang mencari Ferzan.
Putry berlari kedepan Rumah menemui Ferzan
“EH?? kamu mau kemana?” kataku sambil mengejar Putry, Putry yang berlari dan tiba-tiba memeluk Ferzan yang ada di depan Rumah.
“kamu benar Zan, kamu benar tentang mitos itu benar benar terwujut ZAN” Putry pun tersenyum,
Aku merasa bingung dan bersalah kepada Ferzan, aku berpaling ingin pergi tak melihat Putry, dan saat ku berpaling Putry pun memangil ku dari jauh “kamu mau kemana Ren? Mmm Zan ini Rendi Pacarku” jawab Putry.
Ahirnya kita berdua berkenalan dan Ferzan tau, aku lah Rendi itu, yang diangap Putry sebagai pacarnya, dan kita pun pulang bertiga dan memeberitau kejadian ini kepada orang tua Putry, bersukur Putry selamat dan tak apa apa, karena aku khawatir saat terjatuh Putry terbentur dan terkerna kepala belangangnya,
(amesia dan lupa deh sama aku :p).
Setelah Ku pulang kerumahku Tiba-tiba Ferzan memangil ku dari belakang dan bertannya,
“Hey urusan kita belum selesai ya?” gentak Ferzan kepadaku “urusan apa lagi sih?” balasku dan menghadap kepadannya
“kenapa kamu Tiba-tiba muncul di hadapan Putry?” tanya Ferzan sambil menunjukan jari telunjuknya,
“aku melolongnya lah, Ada yang salah?” jawabku
“harusnya kamu kan ada di Jakarta?” tanya Ferzan yang memegang kerah bajuku “sebab Putry aku kesini” jawabku sambil melepaskan genggamanya
“kenapa kamu gak kasih tau dari awal kamu datang? Kamu membuntuti kami kan?" Ferzan tanya lagi
“aku hanya menjaganya dari belakang” jawabku
“kata Putry kau kan pacarnya kan bener jangan bohong sama dirimu sendiri?” tanya lagi ferzan aku mulai kesal
“kalo kamu mau tau hubungan kami berdua tanya saja kepada mamahnya" jawabku yang emosi
"Pastinya dia gak akan kasih kamu berteman lagi denganya!! Karena sudah ajak Putry" kataku sambil pergi dan mengebrak Pintu kamarku, "Braak!!"
Aku pun berpaling dan pergi masuk ke Rumah dan mengabaikan pertanyaanya, sedangkan Ferzan seperti merasa bersalah Dalam hatinya berkata, (apa aku salah? siapa Dia?).
__ADS_1
"Dan mengapa aku melihat Seperti Romeo dan Juliet di dunia nyata” kata Miguel sang author : )