
“saya hanya orang bisa yang dulu pernah di sembukan oleh kakek mu, Kakek hanya ingin berterimakasih oleh Dhanestha yang telah menyembuhkannya” jawab sang kakek
Selesai berbincang mereka pulang, anehnya mengapa ayah Putry bisa tau, jika kita dirumah kakek itu, sedangkan ibu dan ayah Putry baru saja kenal dengan kakek, dan kita sama sekali tak pernah memberitau keberadaan kita.
...🕰ΩΩΩ(20-03-2003)ΩΩΩ🕰...
Setelah kejadian itu banyak hal buruk terjadi, yang menimpa dirinya karena, dengan sengaja Ferzan membawa 7 keping batu itu dan mengukir berbagai bentuk seperti kotak, bulat, love, limas, dan masih banyak sisanya.
Aku tak tau jika dia diam diam mengambilnya, jika saja aku tau, aku sudah buang jauh jauh batu itu, percaya tak percaya juga itu terjadi karena batu itu.
konon selain sial kita juga mendapat keberuntungan, Namanya Sial pasti ada beruntungnya tergantung kita menghadapinya,
kejadianya sih lucu disaat Ferzan bilang dia bisa sihir, dan punya kekuatan power off the Magic, gak tau dah, cuma author supranatural aja yang paham aku mah gak Faham kaya gitu gituan. 🤣
“sudah ku duga kamu bakal di sini Ren?” kata Ferzan yang tiba tiba datang kearahku,
“tumben kamu datang kesini ada apa?” jawabku sambil menunjukan muka jelekku
“tak apa apa aku jenuh di rumah dan membuat ini?” kata Ferzan yang memperlihat kan batu yang di ambilnya dari goa laknat.
__ADS_1
Ferzan menunjukan 4 batu Love, Limas, bulat dan kotak kepadaku “batu yang kemarin kamu ambil Zan ??” kataku sambil terkejut,
“tentu ini kan batu biasa kan, tapi bagus gak kalo berbentuk seperti ini??” jawab Ferzan sambil memegang batu itu,
“haha Pitar juga kamu buatnya, tapi bisa kamu buatkan sebagai kalung?” pujiku Sambil tersenyum,
“ah mudah itu mah? Untuk sang putry kan maksutnya?” tanya Ferzan sambil mengodaku,
"Putry apa nih? gak papa sih Putry tidur juga" balasku sambil melihat lihat batunya
“ya sudah kamu ambil yang limas, dan yang love ini untuk Pajangan dirumah" kata Ferzan yang memberiku batu itu.
Tiba-tiba Putry datang mengejutkan ku dengan Ferzan,
“kamu saja yang telat datangnya,” jawab Ferzan,
“ah iya, ini buat kamu taruh buat pajangan di Rumah” kataku sambil memberi batu kepada Putry,
“wah cantinya, siapa yang buat?” puji Putry melihat batu yang kuberi,
__ADS_1
“Ferzan tuh” Jawabku sambil menunjuk kearah Ferzan.
“Bukan, itu Rendi yang buat, aku di kasih sama Rendi” jawab Ferzan,
“eh kok aku sih?” kataku sambil cemberut "aku ajah deh kalo gak ada yang mau ngaku" kata Putry.
“kalian mau liat sulap gak” kata Ferzan sambil meragakan pesulap handal,
“bisa apa sih batu itu? Zan?” tanya ku kepada Ferzan “iya bisa apa itu?” jawab Putry,
“ini aku buktikan, Kamu lihat disana” kata Ferzan sambil mengunakan batu itu layaknya sihir,
“ada pohon pisang disana, buahnya belum matang dan masih kecil kan” kata Ferzan
“iya terus kamu mau apakan pisang yang di sana?” Tanyaku yang penasaran ?
“nah kamu cicipin dah Rasanya pasti manis walapun dalamnya putih” kata Ferzan
“eh mana mungkin?” kata Putry Sambil berlari mengambil Pisang yang ada ditengah sawah “coba cicipin dah” kata Ferzan.
__ADS_1
Putry pun mencicipi pisang tersebut "wah beneran matang dan manis kok bisa sih?" tanya Putry dengan ketawa senang.
(ya iya lah manis, itu adalah pisang susu, buahnya memang kecil, dan warnanya juga hijau, itu pisang walapun hijau bisa di makan sudah manis rasanya -_-)