
Beberapa hari kemudian setelah tragedi pembunuhan ayah Frans,pihak kepolisian masi belum bisa mengungkap siapa pelaku tersebut
sementara itu kehidupan Frans berubah 160° menjadi seorang introvet . Leon yang merupakan adik nya sendiri sekaligus pembunuh ayahnya pun belum kembali dan mengetahui kabar tersebut
~Di sekolah~
"Aca gimana keadaan Frans,aku denger dia jadi pendiam banget ya bahkan jarang keluar rumah sejak kejadian itu" tanya Sasya
"Iya Sya bener banget aku sampai khawatir
bahkan mama nya sampai sekarang masih koma kena serangan jantung mendadak dan adik nya juga belum balik kerumah, ini pasti berat banget buat Frans" jawab Aca
"Kamu mau nggak ikut aku jenguk mama nya Frans ntar sore?"
"Maaf aku nggak bisa,aku sekarang udah keterima kerja di cafe ca. Maaf banget ya"
"Wah kamu sejak kapan kerja,kok nggak bilang bilang sih aku kan bisa mampir"
"Hehe baru juga hari ini,gimana kalo ntar kamu ikut aku ke cafe aku traktir deh kan aku udah kerja sekarang"
"Sasya cantik,aku kan mau ke rumah sakit jenguk mama nya Frans, dasar pikun" ucap Aca sambil tertawa
sementara itu di tempat lain Leon masih saja berpesta menghabiskan uang nya yang ia dapat dari membunuh ayah nya sendiri
Bahkan tak sedikit pun terfikir untuk kembali ke rumah. Di luar ia menjadi berandal yang setiap hari nya hanya bermain wanita dan terus berpesta alkohol dengan teman teman nya.
"Udah seminggu gw nggak balik,keadaan rumah gimana ya?
Ah bodo amat ngapain juga mikirin orang rumah,duit masih banyak mending gw seneng seneng sampe puas😎. Keluar dulu deh bosen di sini mulu" ucap Leon
Leon pun beranjak pergi dari tempat tersebut dan pergi ke sebuah cafe
"Mba, persen lemon tea satu sama makan nya chicken grilled. Cepet ya udah laper banget nih" ucap Leon
"Baik mas tunggu sebentar ya"
"Ya" jawab Leon sambil menatap ke arah pelayan tersebut
"Cakep juga tuh cewe, kemaren gw kesini belum ada. Anak baru kayak nya"
beberapa saat kemudian
"Permisi mas ini pesanan nya lemon tea dan chicken grilled"
"Ah mba, siapa nama mu?" tanya Leon
"Sasya" ucap nya sambil tersenyum
Saya permisi dulu silakan di nikmati"
Sementara itu Intan dan ibu nya masih saja memikirkan cara untuk menyingkirkan Aca dan Frans. Intan tak tau jika ayah nya mengetahui rencana busuk nya itu
"Intan?" panggil ayah nya
"Ya yah, kenapa?"
"Apa kau tau tentang pembunuhan yang terjadi di gudang persimpangan jalan sekitar satu minggu yang lalu?"
Intan yang merasa syok tak mampu menjawab pertanyaan ayah nya, ia tak menyangka ayah nya akan mempertanyakan hal tersebut
"Pemb.. pembunuhan? pembunuhan apa ayah aku tak mengerti! Ah memang ayah tau dari mana ada kasus seperti itu? bukan kah tempat nya cukup jauh dari rumah kita, aku saja tak mengerti" jawab intan dengan gugup
"Bagaimana kau bisa tau jika tempat tersebut cukup jauh dari rumah kita? Ayah bahkan tak mengatakan gudang persimpangan mana itu" tanya ayah intan
__ADS_1
"Ah sial bagaimana aku seceroboh ini" ucap nya dalam hati
"Tidak, aku hanya menebak saja.
Bukankah di sekitar sini aman,itu berarti tempat yang ayah maksud pasti jauh dari rumah kita, benarkan" ucap intan dengan takut
"Ah kau benar,baiklah kau juga harus selalu berhati-hati dimana pun itu" jelas ayah nya
*Intan terus saja memikirkan tentang perkataan ayah nya,ia merasa ayah nya mengetahui sesuatu yang mungkin akan menjadi penghalang untuk nya
"Bagaimana ini, bagaimana jika ternyata ayah tau aku telah melakukan pembunuhan?
Ah tidak itu pasti hanya fikiran ku yang terlalu takut,sikap ayah saja tetap sama seperti biasa. Ya benar itu pasti hanya perasaan ku saja" ucap nya berusaha menenangkan diri.
drrrtttt... drrrtttt
"Halo Kevin kau dimana? kita harus bertemu sekarang" ucap intan
"Di tongkrongan,untuk apa lagi ha? sepertinya kita sudah tak terikat kontrak kerja" jawab Kevin
"Dasar bodoh,kau bahkan telah salah membunuh orang dan sekarang bertanya untuk apa?
Cepat datang ke cafe sekarang juga,aku shareloc!" ucap intan
"Ya ya ya ya"
"Tunggu,gw bakal ngajak orang yang kemaren kerja sama ngebunuh ayah nya Frans. Nama nya Leon, lu ngga keberatan kan? tanya Kevin
"Terserah" jawab intan
*Akhirnya Kevin tiba di tempat yg diberitahu intan dan ia bertemu dengan Leon
"Woy Leon,sendiri aja lu" sapa Kevin
"Sial mengagetkan saja! iya lah sendiri mau sama siapa lagi gw. lagian kan lu juga ngajak ketemu disini" jawab Leon dengan ketus
"Eh gw minta tolong dong sama lu
liat tuh cewe yang berdiri di kasir,mintain nomor nya dong" pinta Leon
"Astaga playboy macem lu sejak kapan ngga berani deketin cewek? Cemen!" ucap Kevin dengan nada mengejek
"Lu niat bantuin ngga sih bacot mulu" teriak Leon dengan kesal
"Oke oke bentar gw mintain dulu, Cemen lu!" ucap Kevin sambil tertawa
~beberapa saat kemudian Kevin kembali sambil membawa sebuah kertas bertuliskan nomor telepon ~
"Nih, nama nya Sasya" ucap Kevin
"Gw dah tau,btw thanks" jawab Leon
#selang beberapa saat intan sampai di tempat tersebut
"Intan sini" teriak Kevin sambil melambaikan tangan
"Ha? Intan?" ucap Sasya yang mendengar nya. Ia segera menengok dan ternyata memang benar intan sahabat nya yang datang
Tanpa basa basi Sasya segera datang menghampiri intan dan memeluk nya
"Intan😢 kamu kemana aja kenapa tiba tiba menghilang? Aku sama Aca kangen banget sama kamu, kenapa coba ngga ngasih kabar ke kita" ucap Sasya dengan banyak pertanyaan
"Aca? dia bilang Aca kan? Aca mana yang dia maksud?" Ucap Leon dengan penasaran
"Sasya? apes banget malah ketemu dia"
ucap nya dalam hati
__ADS_1
"Halo Sya, iya aku juga kangen banget
maaf ya aku tiba tiba pergi dan ngga ngabarin kamu" ucap intan dengan sok manis
"Maaf,Aca yg lu maksud.. Lu punya foto nya? kemungkinan dia teman gw" ucap Leon
"Ya tentu" jawab Sasya sambil mengeluarkan hp nya menunjukkan foto Aca
"Kamu kenal sama dia?" tanya Sasya
"Kenal, dia pacar Abang gw" jawab Leon
"Apa? Abang mu? sii..si siapa Abang mu?" tanya Intan sambil teriak
"Frans, lu kenal?"
*Intan yang syok setelah mendengar pernyataan Leon akhirnya pingsan ...
"Ha* Leon saudara nya Frans? itu berarti...
yang dia bunuh...?" Kevin pun merasa kebingungan
"Woy bangun lu ngapa malah pingsan sih.
Kevin tolongin gw dong nih cewe temen lu kan?" tanya Leon
"Eh gini kalian tolong angkat intan ke tempat peristirahatan di belakang, aku nggak bisa nemenin harus ngelayanin pembeli dulu" ucap Sasya
Setelah beberapa menit pingsan intan akhirnya tersadar
Dengan sayu dia menatap Kevin
"Vin.." panggil intan
"Sumpah Tan gw nggak tau kalo ternyata Leon adik nya Frans,gw juga baru tau sekarang" jelas Kevin
"Terus gimana dong,kita harus cegah Leon jangan sampai dia tau masalah ini"
"Ah Sasya,vin Sasya
kamu harus cegah dia ketemu sama Leon
Sasya pasti akan bilang masalah ini, cepetan kamu kesana" teriak Intan
kevin segera berlari ke depan, dan benar saja ia melihat Leon sedang duduk sambil mengobrol dengan Sasya
"Kamu beneran adik nya Frans?" tanya Sasya
"Ya kenapa,lu kok nggak percaya gitu keliatan nya?" ucap Leon
"percaya kok,tapi aku heran aja kamu kok keliatan biasa aja setelah kejadian itu? Kata Aca kamu juga belum pulang selama beberapa hari kan?" tanya Sasya
"Kejadian apa maksud nya?" Leon penasaran
"Kejadian apa? kamu becanda ya?
tentang.."
"Leon" teriak Kevin yang menghentikan pembicaraan Leon dengan Sasya
"Lu balik duluan geh intan biar gw yg urus next time kita ketemu lagi" ucap Kevin
"Oh oke"
Akhirnya Leon masih belum mengetahui tentang masalah ayah nya hingga saat ini
sementara itu Kevin dan intan masih terus menyusun rencana agar tak ada satu pun yang memberi tau kejadian tersebut kepada Leon.
__ADS_1