Love Of Blood

Love Of Blood
#38


__ADS_3

Di apartemen Aca


Setelah pulang dari pemotretan Aca segera diantarkan pulang oleh Grace, namun tiba-tiba Bryan menelfon nya.


Drrrrttt... drrtttt... drrtttt...


"Halo, ini siapa?" tanya Aca


"Halo Aca, ini aku Bryan."


"Ah iya Bryan ada apa?"


"Apa kau bisa datang ke rumah ku sekarang juga?" tanya Bryan


"Jangan bercanda, mana mungkin aku bisa datang ke rumah idol malam-malam begini." jawab Aca


"Aca tolong, tiba-tiba aku merasa demam. Bahkan untuk kembali ke kamar pun aku tak sanggup berjalan."


"Kau sakit? dimana kak Grace?" tanya Aca


"Dia masih ada urusan, aku tidak bisa menghubunginya."


"Baik aku kesana sekarang, kau tetap lah diam disana jangan bergerak!" perintah Aca


"Cepatlah. **** itu adalah pasword nya." ucap Bryan


"Iya aku kan segera sampai, bersabarlah." kata Aca


"Yes Aca kesini. Yes yes yes bisa berduaan sama Aca, ye ye ye ye." teriak Bryan bersorak dengan gembira


Skip.


Di rumah Bryan


tok tok tok..


"Bryan ini aku Aca, aku masuk ya?"


"Hah ****** lagi makan mie lagi, duh taruh mana ini?" Bryan panik


Bryan segera membaringkan tubuhnya di lantai ruang tamu dengan wajah yang dibuat pucat. Ia berpura-pura merintih kesakitan untuk menarik simpati Aca.


"Bryan...." teriak Aca dengan panik


"Kenapa kau terbaring disini, kau pusing kah?" tanya Aca


"Ah iya Aca, aku demam." ucap Bryan


Aca memegang jidat Bryan


"Apa kau benar-benar demam? Badan mu sama sama sekali tidak panas." ucap Aca kebingungan


("Hah ****** lupa, orang demam badan nya pasti panas ya." batin Bryan)


"Aku juga tidak tau, tapi aku merasa sangat dingin dan pusing. Beruntung aku tidak pingsan tadi." ucap Bryan


"Baiklah ayo kita ke kamar, aku akan membantu mu berdiri." ucap Aca


Aca memapah Bryan masuk ke kamarnya.


"Ah kau sungguh berat." gerutu Aca


Bryan hanya tersenyum mendengar nya.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau makan?" tanya Aca


"Mie instan." jawab Bryan


"Hei mana ada orang sakit yang makan mie instan?"


"Memang kenapa, yang sakit kan kepala ku bukan perut ku. Aku mau mie instan." ucap Bryan


"Tidak boleh, aku akan membuatkan mu bubur. Kau tunggulah disini." ucap Aca


"Eh tidak tidak tidak, jangan bubur. Bagaimana jika steak saja?"


"Bukan kah kau bilang kau sedang demam? sepanjang sejarah tidak ada orang demam yang makan steak. Sudahlah kau diam saja disini aku akan segera kembali?" ucap Aca sambil berlalu meninggalkan Bryan


"Eh Aca jangan bubur please." teriak Bryan


Aca tak memperdulikan rengekan Bryan, Ia segera menuju dapur untuk memasak semangkok bubur.


Tanpa Ia sadari ternyata Bryan diam-diam memperhatikan nya dari belakang. Dengan pandangan penuh kagum Ia terus menatap Aca yang sedak fokus menyiap kan bubur untuk nya.


"Selesai!"


Ucapan Aca yang sedikit keras menyadarkan Bryan dari lamunan nya dan segera berlari menuju kamar.


"Bryan, ini dia bubur nya." ucap Aca


"Tangan ku terasa lemas, sepertinya aku akan makan nanti saja." kata Bryan


"Apakah sakit nya separah itu sampai tidak bisa mengangkat sendok? Baiklah buka mulut mu!" perintah Aca


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Bryan


"Tentu menyuapi mu, apalagi?" jawab Aca


Skip.


"Oke selesai, apa kau ingin pergi ke rumah sakit sekarang?" tanya Aca


"Tidak tidak, aku sudah cukup membaik sekarang." jawab Bryan


"Baiklah, karna keadaan mu sudah cukup baik aku akan pulang."


"Jangan! Mmm maksudku ini sudah terlalu malam. Kau kan wanita, mana bisa menjaga diri di malam hari begini." ucap Bryan


"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Aca


"Menginaplah, disini banyak sekali kamar kosong. Kau bisa memakai nya."


"Ya kau benar, ini sudah terlalu malam. Baiklah aku akan menginap disini. Terimakasih tumpangan kamar nya." ucap Aca


"Tentu." jawab Bryan


"Ah sebentar, biar aku memeriksa kening mu apakah sudah tidak panas?"


Wajah Bryan memerah menahan malu


"Bryan wajah mu memerah, apa kau merasa sakit lagi?" tanya Aca


"Tidak tidak aku hanya merasa pusing saja."


"Aca?" panggil Bryan


"Ya."

__ADS_1


"Apa malam ini kamu bisa menemani ku disini?" tanya Bryan


"Aku?"


"Ya, disini tidak ada siapa pun selain kau dan aku. Tenang, aku tak akan melakukan apapun kepadamu." ucap Bryan


"Hahaha, jangan terlalu serius begitu. Baiklah aku akan menemani mu disini." jawab Aca sambil tersenyum


"Pejamkan matamu, aku akan tidur setelah kau tertidur." kata Aca


"Baiklah." jawab Bryan sambil memejamkan mata nya.


Beberapa jam kemudian Aca juga tertidur di lantai dekat ranjang sambil memegang tangan Bryan. Bryan pun terkejut melihat Aca berada di samping nya, dengan lembut ia mengusap kepala Aca dan terus menatap nya. Kemudian ia mengangkat tubuh Aca dan membaringkan nya di ranjang.


"Cantik, baik, idaman, sempurna." ucap Bryan sambil membelai pipi mulus Aca


Tak lama kemudian Bryan juga tertidur di samping Aca sambil memeluk nya.


Skip.


Pagi hari


"Aaaaaaaaa..." teriak Aca terkejut karna melihat Bryan berada di samping nya.


"Aca, kenapa?" tanya Bryan dengan mata yang masih mengantuk


"Kau, kau aoayang yang kau lakukan?" tanya Aca terbata-bata


"Apa yang aku lakukan? Bukankah semalam aku tidur duluan dan setelah bangun kamu berada di sini." ucap Bryan


"Jadi aku sendiri yang naik kesini?" tanya Aca


"Tanyakan pada dirimu sendiri?" ucap Bryan dengan wajah sok cemberut


"Maaf maaf aku sama sekali tak ingat apapun." Ucap Aca sambil membungkukkan badan nya.


"Baik, aku akan memaafkan mu tapi dengan satu syarat!" ucap Leon


"Ya apapun syarat nya pasti akan aku lakukan." kata Aca


"Untuk sehari ini kamu harus terus menemani ku."


"Tidak bisa, aku harus bekerja."


"Terserah, tapi aku bisa katakan ke pada publik kalau ada fans yang tiba-tiba naik ke atas ranjang idola nya." ancam Bryan


"Jangan, tolong jangan lakukan itu. Baiklah aku akan melakukan apapun yang kau perintah. Tapi biarkan aku menelfon kak Grace dulu." ucap Aca


"Tak usah, biar aku saja yang menelfon kak Grace. Kau pergilah ke dapur dan buat kan aku sarapan." ucap Bryan


"Bagaimana bisa mempercayai mu? Mungkin saja kau tidak akan benar-benar menelfon kak Grace."


"Hei, apa tampang idol seperti ku terlihat aura kebohongan?" tanya Bryan


"Tidak, baiklah terserah kau saja!" ucap Aca dengan cemberut


"Apa yang ingin kau makan?" tanya Aca dengan ketus


"Salad." jawab Bryan singkat


Aca tak menghiraukan Bryan dan segera meninggalkan nya tanpa sepatah kata pun


"Hahaha Aca imut banget Ya Tuhan, hampir aja aku ngga kuat nahan ketawa. Jadi pengen cubit. Hahaha." teriak Bryan sambil tertawa terpingkal-pingkal.

__ADS_1


Sementara itu Aca telah selesai memasak dan memanggil Bryan untuk segera makan. Mereka pun akhirnya makan bersama dan menghabiskan waktu seharian di rumah.


__ADS_2