
Korea, 15 Agustus 2020
Terlihat sepasang kekasih yang sedang berbahagia duduk berdua menikmati fajar dengan masing-masing di jari mereka melingkar sebuah cincin yang indah bertulisan "mY Mine"...
"Sayang, percaya kah engkau akan cinta sejati?" tanya Aca
"Tak peduli apapun itu, aku hanya ingin bersama mu hingga akhir waktu." jawab Frans
"Boleh aku memeluk mu?" tanya Frans
"Tidak! Jika sekali kau telah memelukku, maka kemungkinan kau akan mengulangi nya lagi." jawab Aca dengan ketus
"Hehe, mana mungkin aku melakukan nya tanpa se izin mu." ucap Frans
"Baiklah, cepat bersiap atau kita akan telat bekerja. Hari sudah semakin terang." ucap Aca
Dengan langkah gontai kedua nya segera bangkit dan bergegas untuk pergi bekerja. Sembari bersiap, Frans terus memikirkan manakah yang lebih indah, senja yang mulai jingga di cakrawala, ataukah pipinya yang merah merona? Entahlah. Tapi yang jelas, menatapnya dari dekat seperti ini bagi Frans lebih dari cukup untuk menggambarkan arti sebuah kata bahagia.
Skip.
Di lokasi syuting
"Halo pak permisi, apa kau tau Frans ada dimana?" tanya seorang gadis kepada salah satu crew
"Maaf nona, aku sama sekali belum melihat nya hari ini. Mungkin dia belum datang."
"Ah baiklah terimakasih."
"Sial, aku ngga akan ngebiarin siapa pun merebut Frans dari aku." ucap nya dengan geram
Bruk! (suara bertabrakan)
"Sorry!"
"*Ah, its okay!"
"What is your name?"
"Intan!"
"Oh oke, i am Bryan*."
"Bryan? nice to meet you." kata Intan
"Bryan, comehere!" teriak Grace
"Oke, bye Intan." ucap Bryan
"Bye." jawab Intan dengan pandangan yang tak bisa lepas dari Bryan
"Astaga, itu kan Bryan. Hah, seriusan aku tadi pegang tangan nya? Ah gila cakep banget! Tapi tenang, cinta aku tetap buat Frans. Frans juga ngga kalah oke dari Bryan." ucap Intan
Beberapa jam kemudian Frans dan Aca sampai di lokasi syuting.
"Hai Frans, tadi ada seorang wanita yang mencarimu." ucap seorang crew
"Wanita? Siapa?" tanya Aca
"Aku tidak tau, tapi aku lihat tadi dia berbicara dengan Bryan. Kau bisa tanyakan pada nya."
"Baiklah, terimakasih." ucap Frans
"Oke, baik aku akan menyelesaikan pekerjaan ku terlebih dahulu."
"Baiklah pak, terimakasih." kata Aca
"Kira-kira siapa ya yang nyariin aku?" tanya Frans
"Mungkin fans mu?"
__ADS_1
"Ya tentu, aku rasa dia adalah fans ku. Pasti dia sangat cantik." ucap Frans
"Ya, dia memang sangat cantik. Pergi lah dan segera temukan dia." ucap Aca dengan ketus
"Hahaha. Sayang, udah dong jangan jealous gitu." ucap Frans
"Ya ya ya ya ya ya ya ya ya ya ya ya." Ucap Aca sambil berjalan meninggalkan Frans
------------------------------
"Dasar cewe sialan, berani-beraninya dia deketin Frans. Liat aja, aku ngga akan biarin ini terjadi. Tidak ada yang bisa memiliki Frans kecuali aku!" ucap Intan dengan pelan penuh emosi
Drrrttt... drrtttt... drrttt...
"Halo?" ucap Intan (menggunakan bahasa Korea)
"Halo bos?"
"Dengar, aku ada pekerjaan untuk kalian!" kata Intan
"Oke, apa yang harus kita lakukan?"
"Culik wanita bernama Aca, siksa dengan kejam hingga dia akan mati secara perlahan." ucap Intan
"Aca? gadis cantik yang terkenal karna kecantikan nya itu?"
"Ya, terserah kalian saja!"
"Sayang kalau harus di habisi, bagaimana jika kita nikmati dulu?"
"Aku tidak perduli! Yang terpenting dia harus menderita dan mati secepat mungkin!" teriak Intan
"Lalu bayaran kita?"
"Bodoh! berani-beraninya kalian meminta bayaran sebelum bekerja." teriak Intan
"Baiklah bos baik, kami akan melakukan sesuai perintah."
Skip.
"Frans, ayo pergi makan." ajak Aca
"Maaf sayang, aku belum bisa menyelesaikan pekerjaan ku. Kau pergi lah makan dan bawakan aku daging ketika kembali." ucap Frans
"Baiklah, ingat untuk tidak berkerja terlalu keras." kata Aca
Di perjalanan menuju cafe, Aca bertemu dengan Bryan dan menanyakan perihal siapa wanita yang mencari Frans. Tetapi Bryan mengatakan bahwa ia lupa siapa nama wanita itu.
Saat mereka berada di pinggir jalan tiba-tiba...
Cckiittttt (suara rem mobil)
"Ah Bryan tolong, Bryan tolong aku Bryan. Mmmmm Bryan Bryan...." teriak Aca
Terlihat dua pria berbaju hitam dengan memakai topeng keluar dari mobil dan menarik paksa Aca.
"Aca... Sial! teriak Bryan.
Bryan bergegas pergi ke parkiran untuk mengambil mobil dan segera menyusul Aca.
"Bryan, Bryan tunggu kamu mau kemana? Bryan dengarkan aku, Bryan?" teriak Grace yang sama sekali tak di hiraukan oleh Bryan
Skip.
Di lokasi penculikan
"Hahaha. Cantik, sempurna. Sangat di sayangkan jika harus dibunuh tanpa di nikmati. Hahahahaha."
"Mmmmm... mmmm... mmmm...." teriak Aca yang tidak bisa bersuara karna mulut nya di sumpal.
__ADS_1
"Mari nona, kita nikmati hari yang panjang ini dengan desahan indah mu. Hahaha."
"Hei menjauh lah. Biarkan aku terlebih dahulu yang merasakan nya!"
"Sial! Yasudah, cepatlah!" ucap salah satu penjahat sembari menuju pintu keluar.
**Tiba-tiba...
*Brakk***! (suara pintu yang terbuka dengan paksa)
"Sialan! Siapa kau, kita tidak ada urusan. Cepat lah pergi atau kami akan melakukan hal yang kasar!" teriak penculik tersebut
"Lepaskan Aca!"
"Melepaskan dia? Hahahahaha, mimpi! Kalian berdua, cepat habisi dia!"
"Bryan hati-hati!" teriak Aca
"Diam lah atau aku akan mematahkan leher mu!" ucap penculik tersebut
(Adegan pertarungan)
"Kau lihat, anak buah mu sudah ku kalahkan.
Sekarang lepaskan dia atau kau juga akan merasakan apa yang mereka rasakan?" ucap Bryan sambil menunjuk dua orang yang sudah terkapar lemah tak berdaya
"Menyerah? Heh, omong kosong. Majulah!" ucap penculik tersebut sambil mengeluarkan pisau
"Bryan awas, dia menggunakan senjata tajam!" teriak Aca
"Tenang Aca, kau tak perlu khawatir. Aku akan baik-baik saja." ucap Bryan dengan yakin
Beberapa menit kemudian akhirnya Bryan dapat mengalahkan para penjahat itu. Ia mendapatkan luka di lengan kanan nya karna terkena pisau dan memar di beberapa bagian wajah nya.
"Bryan, kau baik-baik saja?" tanya Aca sambil menangis
"I am okay! Jangan menangis lagi." jawab Bryan sambil menghapus air mata Aca
"Aku sudah menelfon polisi dan beberapa crew untuk kesini. Sebaiknya kita segera tinggalkan tempat ini." ucap Bryan
"Iya kau benar. Aku bantu kamu berjalan ya." kata Aca
Skip.
di lokasi syuting
"Bryan...?" teriak Grace
"Aca...?" teriak Frans
"Apa yang terjadi, kalian baik-baik saja kan?" tanya pak sutradara
"Aku baik-baik saja, tapi Bryan terluka. Tolong segera obati dia." ucap Aca dengan panik.
Akhirnya Bryan di larikan ke rumah sakit.
"Sayang maaf, aku tidak bisa menjaga mu." ucap Frans dengan menyesal
"Aku ngga papa kok, udah kamu jangan terlalu khawatir gini dong." ucap Aca
"Kita pulang aja ya, kamu pasti masih syok kan atas kejadian hari ini?" ajak Frans
"Tapi pekerjaan ku?" tanya Aca
"Tenanglah, aku sudah berbicara dengan kak Grace. Syuting hari ini selesai." ucap Frans
"Baiklah." jawab Aca
Para crew dan semua orang yang ada disana merasa bahagia karna Bryan dan Aca dapat kembali dengan selamat. Tetapi di sisi lain, Intan merasa sangat marah karna rencana nya untuk menghabisi Aca lagi-lagi gagal.
__ADS_1
"Sialan, dasar manusia tak berguna. Lagi-lagi gagal. Bunuh satu orang aja ngga bisa. Bodoh!" ucap Intan dengan marah