Love Of Blood

Love Of Blood
Idol


__ADS_3

4 bulan telah berlalu. Sejak terjadinya berbagai masalah yang menimpa Aca maupun Frans, Frans masih belum menghubungi Aca. Frans telah memutuskan untuk fokus mencari uang demi perusahaan nya dengan menjadi idol. Dengan segala kemampuan dan penampilan yang sempurna tak butuh waktu lama untuknya segera debut dan menjadi terkenal. Begitu juga dengan Leon, ia memilih untuk menghindari Aca dan menyibukkan diri dengan bisnis nya. Sementara Aca, ia tak bisa terus-terusan bersedih seperti ini. Ia harus segera bangkit dari keterpurukan ini dan melanjutkan hidupnya dengan normal. Melanjutkan kuliah ataupun bekerja.


•visual Frans






















Spam spam spam, author suka banget sama tokoh ini soalnya hehe✨


Hayo tebak siapa?


__________________________________________


"Frans, ingat untuk datang tepat waktu sore ini. Ini adalah awal dari keberhasilan mu."


"Pak Choi, tenanglah. Aku akan datang tepat waktu." jawab Frans


(Pak Choi adalah manager Frans)


"Ah iya, sekarang aku masih boleh keluar kan?" tanya Frans


"Terserah kau saja. Asal ingat untuk kembali sore nanti." jawab pak Choi


"Baiklah, kau memang baik."


drrtt.. drrtt.. drrtt


"Halo Ma, kenapa?" tanya Frans


"Kau dimana, kembalilah sebentar. Adikmu pulang."


"Kebetulan hari ini aku tak melakukan apa-apa. Hanya jumpa pers nanti sore karena aku akan segera debut."


"Jadi kau akan pulang?" tanya mama Frans

__ADS_1


"Tentu. Satu jam lagi aku akan tiba di rumah." jawab Frans


"Huhhh... Aca, aku merindukanmu!" keluh Frans


"Sudahlah, setelah masalah ini selesai aku akan segera menemui nya.


Apa aku telfon dia dulu ya?


Jangan deh, nanti malah aku kangen terus." ucap Frans pada dirinya sendiri


Sementara itu,ternyata ada seseorang yang merindukan Frans melebihi Aca. Siapa? Intan!


Skip.


"Mama Aca berangkat kuliah dulu ya." pamit Aca


"Iya sayang hati-hati ya, jangan pulang terlalu larut. Kamu ingat kan nanti kita akan nonton acara kesukaan Mama yang tentang para idol baru itu loh." ucap mama Aca


"Iya mama Aca ingat, lagipula mama kan udah punya papa. Jangan ganjen dong sama yang lebih muda." ledek Aca


"Eh anak ini dasar godain mama nya terus ih."


Yaudah Aca berangkat ya, bye."


"Bye sayang ingat untuk pulang tepat waktu." teriak mama Aca


"Duh mobil masih di bengkel lagi. Terpaksa deh hari ini naik bus."


Brukkk.. (bertabrakan)


"Ah maaf-maaf aku tak sengaja." ucap Aca


"Kamu punya mata nggak sih, jalan di tempat ramai seperti ini jangan melamun dong. Jadi berantakan gini kan isi tas ku." teriak orang tersebut


"Ya aku yang salah maaf." ucap Aca sambil membereskan buku-bukunya."


"Aca?"


"Intan, ternyata kau. Maaf aku tak sengaja menabrak mu, kau baik-baik saja kan?" tanya Aca


"Ah iya gapapa, maaf juga ya tadi aku udah ngomong kasar sama kamu." ucap Intan


pura-pura baik.


"Iya gapapa."


"Oh iya, hari ini mau kemana?" tanya Intan


"Aku mau ke kampus. Mobil ku lagi di bengkel jadi jari ini naik bus deh." jawab Aca


"Oh. Eh Aca, gimana kabarnya Frans sekarang?" tanya Intan tanpa ragu-ragu


"Ntahlah, sudah lebih dari 4 bulan aku dan Frans sama sekali tak berkomunikasi."


"Bagaimana bisa?"


"Dia tiba-tiba menghilang begitu saja. Begitupun dengan Leon dan Mama nya." jawab Aca dengan sedih


"Ah begitu rupanya." ucap Intan


"Eh iya Intan, masalah kau dan Leon beberapa bulan yang itu apa kau ingat?" tanya Aca


"Ya, kenapa?" tanya Intan dengan gugup


"Apa yang terjadi di antara kalian, kenapa Leon memperlakukan mu seperti itu?"


"Duh ****** aku jawab apa nih, masa iya aku jawab kalo aku yang udah nyuruh dia bunuh papa nya sendiri. Atau aku bilang kalau aku yang nyuruh orang buat jebak dia?" seru Intan dalam hati


"Intan?"


"Intann?" teriak Aca sambil mencubit lengan Intan

__ADS_1


"Astaga, eh iya Ca kenapa?" ucap Intan dengan terbata-bata


"Kok malah melamun sih, aku kan tadi nanya kamu sama Leon ada masalah apa?"


"Mmmm, aku juga nggak tau Ca. Tiba-tiba aja dia nyerang aku gitu aja." jawab Intan


"Mana mungkin, pasti ada alasan nya. Kamu cerita aja sama aku nggak apa-apa kok."


"Sialan nih cewe ngotot banget pengen tau." batin Intan


"Serius Ca aku juga nggak tau apa-apa. Tiba-tiba aja dia nyerang aku, padahal kita sama sekali nggak saling kenal." jelas Intan


"Pasti ada sesuatu di antara mereka yang tidak akan ketahui." batin Aca


"Aneh banget, masa iya Leon sekejam itu nyerang kamu tanpa alasan." Aca merasa bingung


"Eh mmm, udah lah Ca ngga usah di fikirin. Itu juga kan udah masalah lama. Oh iya kamu bentar lagi sampai kampus kan?" intan mencoba mengalihkan pembicaraan


"Eh iya cepet juga udah nyampe. Yaudah Intan aku turut duluan ya. Kamu hati-hati. Bye." Aca memeluk Intan


"Bye." sahut intan


"Sialan jijik banget di peluk sama si cewe murahan. Duh harus cepet-cepet mandi nih kalau untuk sampai rumah?" ucap Intan


"Eh mba, jadi temen jangan munafik dong. Masa lain di depan lain dibelakang. Nggak ada akhlak banget sih." ucap supir bus tersebut


"Woy bang, nyetir ya nyetir aja nggak usah ceramahin orang." jawab Intan dengan kesal


"Eh si bocah di bilangan malah nggak sopan."


"Udah deh nggak usah ikut campur!" teriak Intan


Skip di cafe.


"Hay Sasya."


"Eh kamu, udah lama ya kita nggak ketemu."


"Masih inget?"


"Nama kamu Kevin kan?"


"Yups, benar sekali hehe."


"Betah juga ya ternyata kamu kerja disini?"


"Betah nggak betah sih Vin, sekarang kan cari kerjaan susah." jawab Sasya


"Oh iya, duduk dulu sini. Mau pesan apa?" tanya Sasya


"Kopi aja deh Sya. Eh kamu nanti malem ada acara nggak, jalan yuk?" ajak Kevin


"Boleh, tapi tunggu aku selesai kerja ya?"


"Oke siap. Kalau kamu udah balik langsung telfon aku aja. Nanti aku jemput."


"Btw, aku belum punya nomor kamu deh kayaknya." ucap Sasya malu-malu


"Loh masa sih, bentar aku cek."


"Astaga iya ternyata, hahaha. Yaudah nih kamu masukin nomor kamu di ponsel ku." ucap Kevin


"Udah, itu nomor aku." kata Sasya


"Oke thanks, kamu mau temenin aku duduk di sini?" tanya Kevin


"Duh maaf ngga bisa, aku kan lagi kerja sekarang. Masa iya aku santai-santai duduk di sini sama kamu." jawab Sasya


"Astaga aku lupa, hehe. Yaudah sana kamu balik kerja. Jangan lupa ya nanti malem kalo udah balik langsung telfon aku." ucap Kevin


"Oke. Yaudah aku buatin dulu ya kopi nya. Kamu tunggu di sini." jelas Sasya

__ADS_1


"Oke." Jawab Kevin


"Sasya cantik juga kalau dilihat-lihat. Nggak kalah deh sama Aca. Heh, jadi tertarik gini." ucap Kevin


__ADS_2