Love Of Blood

Love Of Blood
Leon pergi


__ADS_3

Sekitar dua minggu Leon dan Frans hidup berdua diselimuti rasa sedih karena di tinggal pergi papa nya dan mama nya pun masih terbaring lemah di rumah sakit. Frans selalu mengatakan untuk membalas dendam kepada orang yang telah menghancurkan keluarga nya. Sementara Leon hanya bisa termenung meratapi hidup nya yang penuh dengan kesalahan.


"Kak Frans" panggil Leon


"Kenapa?" jawab Frans


"Dengar, aku akan segera pergi jauh dari sini ketika mama sadar" jelas Leon


"Pergi kemana? kenapa harus pergi? kau juga aku meninggalkan aku dan mama berdua seperti papa?"


"Tidak dengarkan aku, aku akan pergi untuk menenangkan diri sekaligus mencari tau siapa dalang dari permasalahan ini. Percaya lah aku pasti baik baik saja" ucap Leon berusaha menyakinkan kakak nya


"Tidak, apapun yang terjadi kita akan tetap bersama. Aku tak akan membiarkan siapapun mengambil salah satu keluarga ku lagi" jawab Frans dengan tegas


"Aku juga tidak bisa mendengar kan mu, kali ini aku benar benar harus pergi. Dengan izin atau pun tidak!" tutur Leon


Frans tak menjawab pertanyaan adik nya. Ia memilih untuk diam dengan menahan kesal


"Frans..."


"Aca, kenapa nggak bilang kalo mau dateng?"


"Hay Ca apa kabar?" sapa Leon


"Baik" jawab Aca dengan jutek


"Bagaimana keadaan tante?"


"Masih belum ada perkembangan, padahal ini sudah lebih dari setengah bulan" jawab Frans dengan lesu


"Tenang lah kita sama sama berdoa, semua akan baik baik saja. Oh iya kamu belum makan kan kita cari makan dulu yuk ntar kamu sakit lo" bujuk Aca


"Ngga ca aku mau disini aja nungguin mama, kamu cari makan aja sama Leon, Leon juga belum makan tuh" jawab Frans


"Eh nggak aku nggak laper tadi aku udah makan di rumah" jawab Aca


"Udah deh Ca yuk cari makan sama aku, temenin aja deh kalo kamu emang nggak mau makan laper nih" ucap Leon


"Cari aja sendiri, aku kesini buat ketemu Frans bukan mau makan sama kamu" jawab Aca dengan ketus


"Aku gapapa kok ca, kamu temenin Leon aja ya. Aku tau kamu juga belum makan kan" jelas Frans


"tapi aku beneran nggak laper Frans"


*Leon pun segera menarik tangan Aca yang belum menyelesaikan ucapan nya. Ia terus berjalan tanpa mempedulikan Aca yang terus memberontak


plakk


"Aw, lu gila ha? ngapain coba nampar gw?" tanya Leon dengan nada tinggi


"kamu yang lebih gila,aku bilang aku nggak mau tapi kamu maksa. Udah deh kamu cari makan sendiri aja aku mau balik nemenin Frans" jawab Aca


*Leon tetap memegang erat tangan Aca


"please Ca sekali ini aja dengerin gw" pinta Leon

__ADS_1


Ntah kenapa Aca merasa sedih melihat Leon dengan kondisi nya yang sekarang


"Mau ngomong apa?" tanya Aca


"Gw mau pergi jauh dari sini" jawab Leon sambil menunduk


"Pergi kemana?"


"Gw juga gatau, inti nya setelah mama sadar gw mau pergi"


"Kenapa pergi, kamu nggak kasian ninggalin Frans sama mama kamu berdua? kalian kan udah kehilangan sosok ayah" jelas Aca


"Ca gw yang udah bunuh papa 😭" teriak Leon sambil menangis memegang pundak Aca


"Leon aku tau kamu masih sedih tapi kamu nggak perlu bilang gini, kamu.."


"Dengerin gw ca, gw nggak boong. Lu mau tau gimana kronologis nya?" ucap Leon menyela ucapan Aca


"Ya katakan" jawab Aca dengan tatapan tak percaya


"Satu hari yang lalu tepat sebelum terjadi pembunuhan papa, ada temen satu tongkrongan gw yang nawarin pekerjaan. Gw langsung setuju karena waktu itu kehabisan duit, setelah gw tanya ternyata pekerjaan nya adalah bunuh orang


Gw awalnya ngga berani ca, tapi balik lagi ke permasalahan keuangan akhirnya gw setuju.


 


Tepat hari pembunuhan papa, dia bilang tugas gw adalah sebagai algojo, ketika korban masuk pintu gudang gw langsung pukul kepala nya dan menusuk beberapa kali tubuh nya. Gw ngerasa sedih Ca liat korban yg gw bunuh tergeletak tak bernyawa dengan bersimbah darah, tapi gw ngeyakinin diri buat ngga merasa bersalah.


 


Disini gw ngerasa bersalah, gw nyari si brengsek itu dan berencana bikin dia ngerasain apa yang papa gw rasain, tapi baru satu tusukan di perut nya dia berhasil kabur


Ca gw bener bener ngerasa bersalah, tinggal disini sama aja ngelihat diri gw yang hina. Gw pergi juga buat bales dendam sama orang yang ngerusak keluarga gw


Lu paham kan Ca 😭.." jelas Leon


"Balas dendam? yang ngerusak keluarga kamu itu kamu sendiri Leon kamu sadar ngga sih" teriak Aca sambil menangis tak tahan mendengar cerita Leon


"Terus kamu mau balas dendam gimana ha? mau bunuh diri?" tanya Aca dengan berteriak


"Ya, setelah semua ******** itu mati gw bakal nyusul papa" jawab Leon tertunduk diam


"Leon denger, bales dendam ngga akan nyelesain masalah. Kamu harus ikhlasin papa kamu dan berubah jadi lebih baik lagi. Jangan ulangi kesalahan yang sama"


"Ca enak banget lu ngomong, lu ngga tau gimana perasaan gw"


"Aku tau Leon, tapi balas dendam bukan jalan terbaik. Ini bahkan akan menambah lebih banyak masalah lagi"


"Aca denger, gw tau lu peduli sama gw, thanks banget. Tapi ini udah keputusan gw ca


Kalo gw pergi tolong jaga mama sama kak Frans ya" ucap Leon sambil menepuk pundak Aca


"Ngga Leon denger kamu nggak bisa gini..


Leon... Leon.." teriak Aca

__ADS_1


*Leon tak menghiraukan teriak an Aca, ia pergi begitu saja tanpa menengok.


Sementara Aca masih termenung merasa syok setelah mendengar pernyataan Leon


Di sisi lain, akhirnya mama Leon telah sadar.


"Mama*, syukur akhirnya mama sadar" ucap Frans sambil menangis


"Leon..." ucap mama Frans


Di saat yang bersamaan Leon pun datang


"Ma ini Leon, mama baik baik aja kan


maafin Leon ma Leon terlalu kekanak-kanakan maaf" ucap Leon


"Ya tak apa, sekarang mama hanya punya kalian berdua. Jangan tinggalkan mama"


selang beberapa hari kemudian akhirnya mama Frans dinyatakan sembuh dan kembali ke rumah..


di rumah Leon


"Ma, Leon mau ngomong sesuatu"


"Katakan nak"


"Leon bakal pergi buat waktu yang lama, mama tinggal disini sama kak Frans ya"


" Tidak, mama tak mengizinkan kamu atau pun Frans meninggalkan mama. Mama hanya punya kalian"


"Maaf ma,tapi kali ini Leon ngga bisa nurutin keinginan mama. Ini udah keputusan Leon"


Ucap Leon sambil meninggalkan mama nya


"Leon... nak Leon dengerin mama..


Huh, anak ini selalu bertindak seenaknya"


**Setelah yakin bahwa keadaan sudah membaik, Leon akhirnya memutuskan untuk pergi hari itu juga.. Ia berencana menjadikan diri nya hebat agar dengan mudah dapat membalas kan dendam ayah nya


sambil membawa koper ia menghampiri Frans dan mama nya**


"Ma, kak Frans.." panggil Leon


"Leon, untuk apa membawa koper?" tanya Frans


"Aku udah bilang aku mau pergi"


"Anak ini, mama kan udah bilang mama nggak ngizinin kamu buat pergi" jawab mama nya


"Maaf ma tapi keputusan Leon udah bulat. Leon pergi dulu ya, Kak Frans tolong jaga mama. Leon akan kembali secepat mungkin" jelas Leon


Leon akhirnya pergi meninggalkan mama dan kakak nya menuju ke sebuah negara besar untuk memperbaiki nasib nya dan menjadikan diri nya hebat


~Setelah sampai di sebuah negara besar dengan perkembangan teknologi yang modern, ia segera bergerak cepat untuk mencari pekerjaan. Ia berencana untuk mendirikan sebuah organisasi bawah tanah yang hebat untuk membantu nya membalas dendam...

__ADS_1


Sementara di negara asal nya, Frans, Aca dan semua yang disana menjalani kehidupan seperti biasa.


__ADS_2