
Kabar penculikan yang menimpa Aca telah terdengar oleh Leon kurang dari 24 jam. Ia bahkan rela meninggalkan pekerjaan nya dan langsung pergi ke Korea demi menemui Aca.
Sesampainya disana Leon pun merasa lega karna melihat Aca baik-baik saja tanpa kurang suatu apapun.
Akhirnya, ia kembali lagi karna memang masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan.
"Bos Mark?" panggil Jack
"Ya?" jawab Leon dengan singkat.
"Begini, aku ingin menanyakan sesuatu." kata Jack
"Jangan buang-buang waktu ku. Cepat katakan!" ucap Leon
"Ah maaf. Begini, apa kau masih ingin mengetahui keberadaan lelaki yang bernama Kevin?" tanya Jack
Leon langsung berdiri dan berkata dengan keras.
"Cepat katakan dimana dia!" teriak Leon
"Tenang bos, aku akan mengatakannya. Selama berbulan-bulan akhirnya aku bisa melacak keberadaan nya. Dia tidak memakai satu pun alat elektronik sehingga sulit di temukan."
"Jangan berkata omong kosong lagi. Aku bertanya dimana pria busuk itu!" teriak Leon
"Dia ada di salah satu desa terpencil di kawasan Afrika. Dia tinggal di sebuah tempat dekat dengan hutan." jawab Jack dengan gemetar
"Siapkan helikopter, kita pergi kesana sekarang juga." perintah Leon
"Tapi bos pekerjaan anda...?"
"Cepat!" bentak Leon
"Baik bos baik." jawab Jack.
Tanpa basa-basi Leon segera pergi ke tempat yang dimaksud oleh Jack. Kurang dari 2 jam akhirnya ia telah sampai. Semua masyarakat di desa itu merasa takut atas kedatangan Leon.
"Dengar semua! Aku disini tidak untuk mencari masalah. Katakan padaku, siapa di antara kalian yang mengenal pria ini?" Tanya Leon sambil menunjukkan foto Kevin
"Kami mengenal nya. Dia adalah pemuda yang baik." jawab salah satu masyarakat disana
"Dimana dia sekarang?" tanya Leon dengan antusias
"Dia sedang berburu bersama dengan yang lain. Jika boleh tau, apa urusan mu dengan nya?"
"Kalian tidak perlu tau! Baik, aku akan menunggu nya. Tolong beritahu aku jika dia telah kembali." ucap Leon
__ADS_1
Leon akhirnya memutuskan kembali ke dalam helikopter untuk menunggu Kevin kembali. Amarah nya terlihat sudah memuncak, Jack pun merasa bingung mengenai apa yang telah terjadi sehingga bos nya yang terkenal santai ini menjadi sangat agresif.
"Permisi tuan, apakah kau masih ingin bertemu dengan Kevin? Dia sudah kembali!" kata seorang pemuda kepada Leon
"Dimana dia? Tolong antarkan aku kepada nya!" ucap Leon
"Mari ikuti saya."
Beberapa saat kemudian akhirnya Leon bertemu dengan Kevin yang sedang beristirahat.
"Kevin...." teriak Leon penuh amarah
Kevin yang belum sempat menghindar akhirnya mendapatkan pukulan yang cukup keras di wajah nya sehingga hidung nya berdarah.
"Leon stop! Apa yang kau lakukan?" tanya Kevin sambil menahan sakit
Tapi Leon sama sekali tak menghiraukan ucapan Kevin, Ia terus memukul nya tanpa ampun. Masyarakat disana pun tak ada yang berani menghentikan mereka.
(Adegan perkelahian)
"Bawa dia ke helikopter!" perintah Leon kepada para pengawal nya
"Baik bos."
"Untuk kalian semua yang ada disini. Maaf, aku tidak bermaksud mengganggu ketenangan kalian." ucap Leon sembari berlalu meninggalkan tempat itu.
Setelah mereka menaiki helikopter dan berada di ketinggian yang cukup tinggi, Leon tiba-tiba memberikan perintah yang tidak masuk akal kepada para anak buah nya.
"Lemparkan dia sekarang juga!" perintah Leon dengan keras
"Bos, apa kau serius? Mungkin saja dia akan mati jika kita melakukan ini." ucap Jack
"Ada dua pilihan. Kalian lempar lelaki busuk ini sekarang juga, atau kalian yang loncat?" ucap Leon
"Jangan bos jangan. Kami akan melakukan sesuai perintah bos." jawab mereka serempak sambil menahan takut.
Mereka akhirnya melempar kan Kevin keluar dari helikopter tersebut yang sudah tak sadarkan diri.
Leon memang terkenal kejam di dalam dunia mafia. Tidak heran jika semua orang akan merasa takut hanya dengan mendengar nama nya. Membunuh merupakan hal yang sudah biasa untuk nya.
"Sekarang turun kan helikopter ini. Periksa apakah dia masih hidup atau sudah mati!" perintah Leon
"Baik bos."
Helikopter tersebut pun mendarat di sebuah tempat dekat sungai dengan area berbatu.
__ADS_1
"Bos dia masih hidup." ucap Jack setelah memeriksa Kevin
"Apa yang terluka?"
"Seluruh tulang rusuk nya patah, lengan kiri nya hancur karna kemungkinan ia terjatuh dengan lengan kiri yang menghantam tanah terlebih dahulu. Kepala nya juga mengalami pendarahan yang cukup hebat, dan seluruh badan nya mengalami memar-memar." jelas Jack
"Bagaimana dengan kaki nya?" tanya Leon
"Kaki nya baik-baik saja. Hanya sedikit luka karna tergores batu." jawab Jack
"Patahkan kedua kaki nya!" perintah Leon
"Hah?" teriak Jack karna terkejut mendengar perintah Leon
"Apa kau tuli? Patahkan kaki nya sekarang juga!" teriak Leon
"Tapi bos badan nya sudah banyak mengalami luka. Jika kita patahkan kaki nya dia tidak akan bisa berjalan lagi." ucap Jack
"Hei, sejak kapan anak buah ku yang seorang mafia hebat ini memiliki belas kasih kepada orang lain?" tanya Leon
"Bukan begitu bos, aku hanya...."
"Cepat patahkan kaki nya atau kau yang akan ku bunuh?" teriak Leon dengan penuh amarah
Jack tak bisa melakukan apapun kecuali menuruti perintah bos nya.
"Beres bos." ucap Jack
"Baik, bawa dia masuk!" perintah Leon
"Apa kita akan melempar nya keluar helikopter lagi bos?" tanya Jack
"Aku yang akan memutuskan itu." jawab Leon
Skip.
Di rumah sakit
Leon akhirnya membawa Kevin yang sudah sekarat ke rumah sakit. Ia ingin agar Kevin tetap hidup dan berguna untuk suatu hari nanti. Bagaikan mayat hidup, tubuhnya di awetkan dengan jantung yang masih berdetak.
"Bos Mark, lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya Jack
"Tidak ada, ayo kembali." jawab Leon dengan santai
Leon akhirnya kembali dengan perasaan lega dan puas karna telah menghajar Kevin. Ia melanjutkan pekerjaan nya sebagai pengusaha muda yang sukses tanpa ada yang tau jika sebenernya ia adalah seorang mafia yang kejam.
__ADS_1
Perusahaan nya pun semakin berkembang, kehebatan dalam berbisnis dan ketampanan nya sudah bukan menjadi rahasia umum lagi. Bahkan popularitas nya sudah memuncak layaknya seorang selebriti. Namun, belum banyak yang tau jika Leon adalah adik kandung dari Frans yang merupakan salah satu idol baru yang terkenal karna kerja keras dan ketampanan nya.
Banyak sekali agensi yang menawarkan untuk bekerja sama, tetapi tetap Leon tolak walaupun dengan bayaran besar yang menggiurkan. Ia lebih nyaman menjadi seorang CEO muda yang hebat dan di sisi lain menjadi bos mafia yang kejam.