Love Of Blood

Love Of Blood
#26


__ADS_3


Di Bandara


"Mari bos ikuti saya" ucap petugas bandara


"Periksa terlebih dahulu keadaan sekitar! jangan sampai ada media atau siapapun yang mengenali bos"


"Silakan bos memakai pakaian ini untuk penyamaran."


"Dengar semua! jangan ada yang memanggil ku dengan sebutan Mark. Leon, panggil Leon!"


"Siap bos."


"Pastikan tak ada sedikit pun kebocoran data mengenai asal usul ku. Jika itu terjadi kalian yang akan menanggung akibat nya."


"Tenang bos, semua aman."


skip.


"Intan sayang, gimana perkembangan hubungan kamu sama Frans?" tanya Ibu nya


"Aku juga nggak tau bu, udah lama banget Frans nggak hubungin aku."


"Coba kamu telfon"


"Astaga kenapa aku nggak kepikiran gitu sih, yaudah aku telfon bentar." ucap Intan


drrtt.. drrtt.. drrtt..


"Halo Intan kenapa?" tanya Frans


"Ah ngga kok, aku cuma mau nanya tentang kamu sama Aca aja"


"Aku sama Aca baik-baik aja, emang kenapa?"


"Baik-baik aja?" teriak Intan


"Iya baik-baik aja. Kamu kok keliatan ngga seneng gitu?" tanya Frans


"Nggak bukan gitu, emang kamu nggak ingat apa yang Aca udah lakuin?"


"Aku udah bicarain ini sama Aca, semua cuma salah paham kok. Kamu juga nggak perlu khawatir!"


"Salah paham gimana? Frans kamu jangan mau di butakan oleh cinta gini dong. Jelas-jelas kamu tau kan kalo Aca juga ikut ngebunuh papa kamu" jelas Intan


"Intan please, jangan ikut campur lagi urusan ku dengan Aca. Makasih kamu udah peduli sama masalah aku, tapi aku percaya sama dia. Jadi mulai sekarang stop mikir yang nggak-nggak dan jangan hubungin aku lagi!" ucap Frans sambil mematikan telfon nya.


"Frans... Frans halo? halo Frans? "Arrgggh sial! Aca brengsek. Awas aja aku nggak akan tinggal diam." teriak Intan


"Kenapa nak?" tanya ibu Intan


"Bu mereka baikan 😭, padahal aku udah susah payah nyusun rencana ini"


"Tenang! nangis nggak akan nyelesain masalah. Kita harus buat rencana baru."


"Terserah ibu, aku mau istirahat dulu." ucap Intan


"Ya sudah Ibu keluar sekarang, kalau ada apa apa panggil Ibu!"


Beberapa saat kemudian


"Ibu apaan sih pake ngelus kepala Intan? Intan kan jadi nggak bisa tidur." teriak Intan dengan kesal


"Intannn..."


Intan terkejut mendengar suara tersebut. Tubuh nya mendadak kaku menahan rasa takut. Perlahan ia menurunkan selimut yang menutupi kepala nya dan membalikkan badan


"Se... setan😟. Setannnn!" teriak Intan sambil menjauh dari tempat tidurnya.

__ADS_1


"Untuk apa kau datang lagi, aku mohon menjauh lah dan jangan ganggu hidup ku" ucap Intan sambil menangis


"Intannn... ikutlah denganku."


"Tidak aku mohon jangan mendekat!"


Intan yang ketakutan bergegas pergi mencari ibu nya.


"Ibu, tolong aku!"


"Intan kenapa nak?" tanya ibunya


"Huhuhuhu setan Bu, ada setan di kamar Intan."


"Intan, setan apa yang kau bicarakan? mana ada setan di siang bolong gini. Udah ah, kamu ngaco terus."


"Sebenernya itu setan siapa sih, kenapa yang dia takut-takutin cuma aku doang? apa aku ada salah sama dia" tanya intan dalam hati


"Aku nggak bisa gini terus Bu, secepatnya kita harus bikin Aca sama Frans pisah!" teriak Intan dengan lantang


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya ibunya


"Kita harus culik Aca, kita siksa dia sampai mati!"


"Ide bagus. Secepatnya kita harus mencari orang yang dapat di percaya untuk melakukan pekerjaan ini."


"Coba Ibu cari tau siapa orang yang bisa diajak kerjasama" ucap Intan


"Baiklah. Tapi bagaimana cara kita menculik Aca?"


"Serahin ke Intan. Tugas Ibu cuma cari orang.


Oh iya, Intan fikir terlalu cepat buat ngebunuh Aca. Gimana kalo kita bikin Frans marah dulu."


"Caranya?" tanya Ibu Intan


"Kita bikin Aca kehilangan kehormatan nya! Tapi harus terlihat seolah-olah Aca adalah cewe nggak bener yang main gila sama orang lain. Frans pasti benci banget sama dia, baru setelah itu kita habisi Aca. Gimana Bu?" jelas intan


skip.


"Bos Leon, apa rencana kita selanjutnya?" tanya Vagos


"Ya benar bos, apa yang harus kita lakukan?


Kita sudah disini hampir satu minggu dan tak melakukan apa pun" sambung Lucas


"Diamlah kalian! Bos pasti sedang memikirkan suatu cara yang hebat" seru Jack


"Jack, kau memang yang paling pandai. Dengar! aku telah menemukan pembunuh papa ku. Kita hanya perlu membunuh nya." jelas Leon


"Lalu apa rencana kita bos?"


"Apa kalian sebodoh itu hingga harus terus bertanya pada ku?" ucap Leon


"Tidak bos. Percaya kan pada kami, bos hanya tinggal duduk manis menyaksikan orang tersebut mati dengan mengenaskan!" sambung Lucas


"Ini fotonya" Leon melemparkan satu lembar foto Kevin


"Heh, sayang sekali. Masih muda tapi udah jadi pembunuh" ucap Vagos tanpa sadar


"Hey dimana otak mu. Kita bahkan juga segerombolan pembunuh" teriak Jack


"Sudah lah berhenti berdebat. Kalian boleh pergi sekarang!" perintah Leon


"Baik bos" jawab mereka bersamaan


"Apa aku pergi liat Aca ya? udah kangen banget ini hehe" ucap Leon dalam hati


Leon bergegas menaiki mobil nya dan pergi untuk melihat Aca.

__ADS_1


~Sesampainya di depan rumah Aca


"Aca mana ya kok nggak keliatan? Kalo aku disini terus, aku nggak akan ketemu Aca. Tapi kalo aku masuk, semua pasti tau kalo aku udah balik. Jadi ini aku harus gimana sih." Leon bimbang


Beberapa saat kemudian


drrtt.. drrtt.. drrtt..


"Halo Leon, kenapa?" tanya Aca


"Nggak Ca." jawab nya dengan singkat


"Seriusan nelfon cuma bilang gini doang? yaudah aku matiin!"


"Eh eh Ca jangan di matiin dong." teriak Leon dengan panik


"Ya terus mau ngapain, aku tanya kata nya nggak ada apa-apa." Aca kesal


"Kamu keluar sekarang! ada buket bunga buat kamu."


"Buket bunga? Kamu udah pulang ya?" tanya Aca


"Be belum, itu aku iseng aja kirim kamu bunga"


"Hm kirain pulang, yaudah aku ambil bentar ya."


"Ca Aca, jangan di matiin telfon nya!" teriak Leon


"Iya-iya nggak aku matiin."


Setelah Aca menerima bunga tersebut


"Leon bunga nya udah aku terima, makasih ya." ucap Aca


"Eh Ca kamu jangan masuk dulu." perintah Leon


"Lah emang kenapa?"


"Diem aja disitu 5 menit."


"Nggak ah panas."


"Please" Leon memohon


"Yaudah iya." jawab Aca dengan kesal


"Ca gw kangen banget sama lo. Makin kesini makin cakep aja, makin ngegoda lagi. Coba gw bisa kesana terus meluk lo, pasti happy banget rasanya." batin Leon sambil terus memandang Aca dari kejauhan


"Leon udah 5 menit nih." teriak Aca menyadarkan Leon dari lamunannya.


"Oh ya ya udah 5 menit. Cepet banget ya."


"Duh lagian kan mau 5 menit atau 1 jam juga kamu kan nggak bisa liat aku."


"Aku bisa liat kamu kok. Kamu makin cantik, makin sexi, makin bikin aku sayang."


"Hah maksudnya?" tanya Aca kebingungan


"Eh nggak nggak tadi aku salah ngomong" jawab Leon dengan panik


"Yaudah aku matiin dulu ya telfon nya." ucap Aca


"Loh kok di matiin, kan masih kangen." goda Leon


"Ih apaan sih nggak lucu! Makanya kalo kangen cepetan balik." seru Aca malu-malu


"Kamu nambah cantik Ca kalo lagi malu-malu gitu."


"Leon apa sih, udah ah aku matiin. Bye." ucap Aca sambil berlari masuk rumah

__ADS_1


"Bye cantik" jawab Leon dengan gembira


__ADS_2