Love Of Blood

Love Of Blood
Jebakan


__ADS_3

4 hari kemudian, keadaan Hana sudah membaik setelah beberapa hari yang lalu ia meminum obat cuci perut yang di beri kan oleh Intan.


Pagi itu, ia berencana untuk melanjutkan rencana nya merebut Frans dari tangan Aca. Hana telah mempersiapkan rencana untuk mempermalukan Aca di hadapan semua orang.


Di sudut ruangan yang sepi, terlihat Hana berdiri disana sambil menelfon seseorang. Ternyata tanpa sadar Bryan berada di sana dan mendengar kan obrolan mereka.


"Dengar, uang yang aku janjikan akan aku berikan setelah pekerjaan mu beres. Jadi tugas mu sangat mudah, aku akan memberikan minuman berisi obat tidur dan menyuruh orang membawa nya ke kamar belakang. Kau di sana berpura-pura lah sedang tidur dan telah melakukan hal yang tidak senonoh." kata Hana memberikan perintah lewat telfon.


"Gadis busuk ini, lagi-lagi berbuat ulah. Kali ini siapa yang akan menjadi target nya? Biarlah, bukan urusan ku juga." kata Bryan sembari melangkah hendak pergi


"Dia memakai baju berwarna biru bermotif bunga. Jangan sampai lupa!" ucap Hana


Bryan yang mendengar perkataan Hana segera menyadari jika target yang Hana maksud adalah Aca. Ia tak akan tinggal diam jika orang yang ia sukai akan di permalukan seperti ini.


Dalam beberapa jam berikut nya, Bryan sama sekali tidak bisa melepaskan pandangan mata nya dari Hana. Ia takut jika sedikit saja lengah, kemungkinan hal buruk akan terjadi pada Aca.


"Permisi, pizza ...." ucap seseorang


"Ah iya, aku yang memesan pizza. Taruh saja di atas sana." kata Hana


Frans terus melihat gerak-gerik Hana, semakin lama semakin mencurigakan. Terlihat Hana memasukan sebungkus bubuk berwarna putih ke dalam kopi. Lalu ia memanggil Aca yang saat itu sedang duduk santai.


"Aca, kemari lah sebentar." Hana memanggil Aca


"Iya kak, kenapa?" tanya Aca


"Ini, aku tadi memesan segelas soda. Tapi ntah bagaimana yang datang malah segelas kopi. Kau tau kan aku tak suka kopi, ini terlalu manis dan akan membuat ku gendut. Untuk mu saja." kat Hana sambil menyodorkan segelas kopi itu kepada Aca


"Terimakasih, kebetulan aku sangat suka dengan kopi." jawab Aca


"Baiklah, jangan lupa habiskan kopi nya atau aku akan merasa tersinggung. Aku pergi dulu." ucap Hana dengan senyum palsu nya


"Baiklah kau tak perlu khawatir. Aku akan menghabiskan ini tanpa sisa." jawab Aca


Hana pun pergi meninggalkan Aca. Bryan yang melihat dari kejauhan segera menghampiri Aca dan mencegah nya untuk meminum kopi yang telah di beri obat tidur itu.


"Aca ...." panggil Bryan

__ADS_1


"Bryan, ada apa?" tanya Aca


"Begini, apa kau bisa membatu ku? Aku sedikit mengalami masalah." ucap Bryan


"Baiklah-baiklah, aku akan membantu mu. Tunggu sebentar, aku akan menghabiskan kopi ini dulu." kata Aca


"Tidak-tidak, itu akan terlalu lama. Aku akan membelikan mu segelas kopi yang lebih nikmat. Tolong bantu aku sebentar saja, ini sangat mendesak." bujuk Bryan


Aca terlihat berfikir sejenak kemudian menyetujui ajakan Bryan. Ia menaruh kopi nya di sudut ruangan di atas kursi.


"Ayo Bryan." ajak Aca


Bryan dan Aca pun pergi ke lantai tiga gedung tersebut. Selang beberapa saat kemudian, terlihat Intan duduk di sebelah kopi yanh Aca letakkan.


"Wah, ada kopi. Ini punya siapa ya? Dingin-dingin gini pasti enak minum yang panas-panas. Aku minum deh, ngga ada yang punya juga kan." ucap Intan


Tak butuh waktu lama, Intan dapat menghabiskan segelas kopi panas tersebut.


Pada menit berikut nya, ia merasa mata nya berkunang-kunang dan sangat mengantuk. Ia mencoba untuk membuka mata tapi sia-sia dan akhirnya tertidur dalam posisi duduk.


Pesuruh Hana yang menyamar sebagai pengantar pizza itu pun membopong Intan dan membawa nya pergi ke kamar belakang. Dari belakang Hana melihat pesuruh nya telah masuk ke dalam kamar membawa seseorang yang ia kira adalah Aca. Hana segera melanjutkan rencana nya.


Sementara di dalam kamar itu, pakaian Intan di lucuti dan hanya menyisakan pakaian dalam. Si pesuruh berpura-pura tertidur sambil memeluk tubuh Intan


"Pak produser?" panggil Hana


"Iya ada apa?" tanya produser


"Ah begini, syuting masih lama bukan? Aku ingat jika ada kamar kosong di ruang belakang. Apa aku boleh tidur sejenak di sana?" tanya Hana


"Untuk apa kau kesana, di sana sedikit kotor. Kita juga sudah menyiapkan ruang pribadi untuk mu bukan?"


"Iya benar. Tapi disini aku merasa sangat beringsik. Mungkin di kamar belakang aku bisa beristirahat lebih nyaman." jawab Hana


"Baiklah terserah kau saja. Aku akan menyuruh orang untuk membersihkan kamar itu. Kau tunggu lah disini, setelah selesai aku akan memberitahu mu." kata sutradara itu


"Ah baiklah terimakasih." jawab Hana

__ADS_1


Produser itu segera menyuruh dua crew untuk membersihkan kamar belakang susuai keinginan Hana. Beberapa saat kemudian terdengar teriakan dari kamar belakang yang membuat semua orang terkejut.


"Ada apa, kenapa kalian berteriak?" tanya Frans yang juga ikut berlari karna merasa penasaran.


"Itu lihat!" ucap crew tersebut sambil menunjuk ke arah ranjang.


Semua orang terkejut melihat apa yang terjadi. Tampak seorang gadis dengan pakaian hampir telanjang tengah lelap tertidur sambil di peluk seorang pria yang bertelanjang dada. Semua orang disana pun bertanya-tanya perihal apa yang mereka berdua lakukan di sana.


"Mesum, apa yang kalian lakukan di kantor ku?" teriak sutradara


Kedua orang tersebut masih belum sadarkan diri. Frans lalu mengambil segelas air dan menyiram kan nya me wajah mereka.


"Huh ... Astaga, apa yang terjadi. Kenapa kalian semua berkumpul di sini?" tanya Intan dengan syok


"Kita yang seharusnya bertanya. Apa yang terjadi, apa yang kau lakukan di dalam kamar ini bersama seorang pria?" tanya Stray.


"Pria apa yang kalian katakan?" tanya Intan dengan bingung karna belum menyadari keadaan nya


"Aku tidak menyangka jika di perasaan sebesar ini ada seorang wanita kotor. Apa gaji yang kamu berikan belum cukup?" tanya pak sutradara


Hana yang berada di luar ruangan tertawa terbahak-bahak. Ia membayangkan bagaimana wajah Aca yang sangat memalukan karna telah terjebak tidur dengan seorang pria. Ia yakin, setelah ini Frans akan membenci Aca. Dengan begitu, ia dapat dengan mudah mendekati nya.


Sementara di sisi lain, Intan yang baru menyadari keadaan nya segera berteriak sambil menarik selimut nya. Ia merasa syok dengan apa yang terjadi.


Di sisi lain, Hana juga tidak kalah syok tatkala melihat Aca dan Bryan berjalan bersama menuruni tangga. Ia lalu berfikir siapa wanita yang ada di dalam jika Aca berada di sini bersama Bryan


"Kak Aca, apa yang terjadi?" tanya Aca


"A ... Aku, aku tidak tau. Kau ... kau masuk lah sen ... diri." jawab Hana dengan terbata-bata.


Aca pun pergi memasuki kamar itu untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Sementara Bryan, perlahan ia mendekati Hana dan membisikkan sesuatu.


"Bagaimana rasa nya salah target? Ha ha ha." bisik Bryan sembari berlaku.


Hana hanya diam tanpa berkata sedikit pun. Ia merasa syok, bagaimana mungkin rencana nya gagal lagi seperti ini.


Sementara di sisi lain, pihak agensi tersebut akhirnya memutuskan untuk memecat Intan dari pekerjaan nya. Hana sendiri sama sekali tidak berani mendekati Aca untuk beberapa hari berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2