
Di rumah Aca
"sayang gimana keadaan Frans,mama denger dia masih syok ya tentang kejadian itu?" tanya mama Aca
"Iya ma,aku juga khawatir sama dia
jangan kan makan ,ngomong aja jarang banget ma" jawab Aca dengan sedih
"Terus gimana sama rencana pertunangan kalian,tinggal satu semester lagi kamu lulus kan?"
"Udah lah ma kita bahas masalah ini kalo keadaan udah membaik aja. Aku ngga mau nambah beban fikiran Frans" jawab Aca
🐾I miss you a little too much, a little too often, and a little more each and every day.
Missing someone and not being able to see them is the worst feeling ever.
If I knew that would be the last time I would see you, I would hug you a little tighter, kiss you a little longer, and tell you that I love you one more time.
________________________________________
Di tempat lain
drrrtttt drrrtttt drrrtttt drrrtttt....
"Halo intan ini papa,malem ini kamu dirumah sendiri ya mama ikut papa ngurus proyek
lusa kita pulang"
"mendadak banget sih pa, yaudah intan dirumah aja papa mama ati ati ya" jawab intan
"Huh... udah jam 12 tapi kok belum bisa tidur sih. Apa tadi kebanyakan minum kopi ya?
Udah deh ke kamar mandi dulu"
tok tok tokk tok....
"Gila sih siapa coba malem malem gini dateng ke rumah orang, biarin aja deh ganggu doang" ucap nya
tok tok tok...
__ADS_1
"Ah sial!" ucap intan sambil keluar membuka kan pintu
krekk..
"Siapa sih?
Loh kok ngga ada orang,apa aku tadi salah denger ya🙄 udah deh bodo amat"
tok tok tok....
"siapa sih tolong ya ini udah malem jangan ganggu orang mau istiraa...
Se.. se.. seetannnnnnn!!!
Ada setannn tolonggg" teriak Intan sambil berlari menuju kamar nya
"Itu tadi beneran setan bukan sih,muka nya serem banget ada darah nya gitu 😰
Duh jadi takut kalo dia masuk gimana coba setan kan bisa tembus apa aja
gimana nih, apa aku keluar aja ya?
Brak.. suara pintu terbuka
"Huwaaa setann tolong jangan bunuh aku
aku juga nggak ada salah kan sama kamu pergi dong pergi 😭😭" teriak Intan sambil menangis
Intannnn....
intannnn...
kenapa kau membunuh ku
intannnn...
"Tidak aku tidak membunuh mu aku tidak membunuh siapa pun pergi kamu pergi" intan yang ketakutan menutup seluruh badan nya dengan selimut
**intannnn....
__ADS_1
kamu juga harus mati! kamu harus merasakan apa yang aku rasakan
intan.. intan.. kemarilah**
Intan yang ketakutan tanpa sadar berlari dan melompat dari lantai 2 rumah nya
setelah sampai bawah ia menengok ke atas dan melihat sesosok lelaki berdiri di jendela sambil tersenyum dengan berlumuran darah
Ia belum menyadari bahwa kaki nya terkilir dan wajah nya tergores penuh darah. Intan bergegas pergi meninggalkan rumah nya sambil menangis dan berteriak minta tolong
"Tolonggg...
siapapun tolong aku huhuhu😭 " intan terus berjalan tanpa arah sambil terus meminta tolong
Setelah beberapa saat ia baru menyadari bahwa kaki nya terasa sakit dan tak bisa bergerak lagi. Di saat seperti itu datang beberapa masyarakat yang sedang ronda dan menolong nya
"Astaghfirullah nak kamu kenapa, apa yang terjadi katakan pada kami. Kami akan membantu mu"
"Tolong, tolong aku pak disana di rumah ku ada setan. Dia terus mengejar ku dan berkata akan membunuh ku aku takut" ucap intan ketakutan sambil menangis
"Tenang lah nak disini tak ada yang nama nya setan. Mungkin kamu hanya berhalusinasi
Dimana rumah mu kami akan mengantarmu pulang?"
"Tidak tidak aku tidak ingin pulang,jika aku pulang mungkin setan itu akan benar benar membunuh ku"
"Baik kalau begitu malam ini kamu tidur saja di masjid seberang sana, bagaimana?
"Ya ya ya aku akan kesana tolong antar kan aku. Terimakasih" ucap intan
Di sisi lain Frans masih saja belum bisa menerima kenyataan bahwa papa nya telah meninggal dan menjadi korban pembunuhan.
Ia terus berusaha menguatkan hati nya tapi itu tidak berhasil, di tambah lagi mama nya yang sekarang masih terbaring lemah di rumah sakit dan adik nya yang tak ada kabar hingga saat ini
"Papa tenang lah disana,percaya lah pada ku aku akan membalas dendam akan rasa sakit yang kau alami
Percaya lah padaku pa.." ucap Frans sambil menangis memeluk foto mendiang ayah nya
"Tidak ada yang berkata kau tidak boleh menangis, terluka, dan kecewa. Kekecewaan, luka, dan air mata-lah yang membuatmu lebih kuat. Balas dendam lah pada dunia yang telah menyakiti mu..."
__ADS_1