Love Of Blood

Love Of Blood
Leon Marah


__ADS_3

Di rumah Intan


"Bu gimana si cewe sialan itu, udah ketemu?" tanya Intan pada Ibunya


"Belum nak, kita doakan saja dia di temukan dalam keadaan mati. Hahaha."


"Tidak, mana bisa dia mati semudah itu. Dia harus merasakan apa yang aku rasakan!" ucap Intan


"Baiklah baiklah, lupakan wanita sialan itu sayang. Bagaimana jika kita shopping saja?"


"Shopping? Ide bagus, aku akan segera bersiap-siap." jawab Intan


skip.


Brakk!


(suara pintu yang di dobrak)


"Aca." teriak Leon sambil berlari memeluk Aca


"Leon, bagaimana bisa kau menemukan aku di sini?" tanya Aca


Leon tak menjawab pertanyaan Aca dan terus memeluk nya dengan erat.


"Leon lepas!"


"Tolong biarkan aku memeluk mu sebentar saja." ucap Leon


"Baiklah. Untuk apa kau mencari ku?"


"Bagiamana bisa aku membiarkan mu pergi, lagipula apa yang membuat mu harus melakukan hal bodoh ini?" tanya Leon


"Ya, aku memang bodoh. Jika aku terus berada di sana aku tak akan mampu menanggung segala beban atas kesalahan ku". jelas Aca sambil menangis.


"Ini bukan sepenuhnya kesalahan mu. Jelas-jelas kau di jebak, untuk apa menyiksa diri sendiri dengan pemikiran ini."


"Dijebak atau apapun itu aku tetap saja sudah melakukan kesalahan. Apa aku masih pantas untuk melanjutkan hidup dan terus berada di sisi Frans?"


"Dengar! jika Frans benar-benar mencintai mu dia tidak akan mempermasalahkan apapun yang sudah terjadi." jelas Leon


"Leon aku tidak bisa melanjutkan hidup ini😭." Aca menangis sambil memeluk Leon


"Maaf, ini adalah salahku." ucap Leon dengan lirih.


"Sudah jangan cengeng, kita pulang ya?" ajak Leon


"Tapi aku..."


"Nggak ada tapi-tapian, sebelum pulang kita ke butik sebentar mengganti pakaian mu." tegas Leon


"Baiklah terserah kau saja."


Di tempat lain.


Frans yang merasa frustasi karena tak juga bisa menemukan Aca memutuskan untuk pergi berlibur. Ia pergi bersama Ibunya ke sebuah negara yang sangat terkenal.


"Excusme, maaf mengganggu kami dari BIG ENTERTAINMENT menawarkan anda untuk bergabung dengan agensi kami. Dengan penampilan yang sangat menarik kami yakin anda akan segera terkenal menjadi seorang idol dalam waktu singkat."


"Maaf, tapi saya tidak berminat untuk masuk ke dunia hiburan." jawab Frans

__ADS_1


"Anda bisa memikirkan nya terlebih dahulu sebelum membuat keputusan."


"Baiklah saya akan memikirkan nya."


"Of course, ini adalah kartu nama perusahaan kami. Jika anda berubah fikiran mohon segera hubungi di nomor yang tertera dalam kartu."


"Oke thanks." jawab Leon


"See you good bye."


"Nak, kamu memang nya sama sekali ngga tertarik?" tanya mama Frans


"Nggak lah Ma, tau sendiri kan kehidupan selebriti itu nggak semudah yang dibayangkan. Harus jaga image lah, nggak ada kebebasan lah, ini itu semua di atur. Aku mana bisa hidup dalam aturan orang lain seperti itu." jelas Frans


"Sifat mu sama saja dengan Leon. Hmm... Ngomong-ngomong gimana ya kabar adik mu itu, Mama kangen banget."


"Astaga aku lupa belum kasih tau Mama kalo aku udah dapet kontak Leon." ucap Frans dalam hati


"Ma, sebenarnya beberapa waktu yang lalu aku sudah mendapatkan kontak Leon. Bahkan kemarin aku juga udah ngobrol sama dia."


plak (memukul kepala)


"Dasar anak nakal, mau bikin Mama nya mati kangen apa gimana?" gerutu mama Frans


"Aw sakit Ma, Frans lupa kemarin mau bilang ke Mama. Maaf."


"Sudah lupakan. Lalu bagaimana kabar adik mu itu?"


"Dia baik-baik saja, aku sudah berkali-kali menyuruh nya pulang tapi dia sangat keras kepala." jelas Frans


"Biarkan saja, yang terpenting dia baik-baik saja. Lain kali beritahu Mama kalo kalian lagi ngobrol."


Di sepanjang perjalanan para gadis dan semua orang disana tak bisa melepaskan pandangan mereka dari Frans yang tampak sangat tampan. Dengan paras menawan dan tubuh yang atletis serta penampilan yang sangat sempurna, manusia normal mana yang tak akan tertarik.


___________________________________________


"Ayo Ca masuk, kita pilih beberapa baju untuk mu dan segera kembali. Orang tua mu pasti sudah sangat merindukan mu." ucap Leon


"Iya" jawab Aca sambil turun dari mobil dan segera mengikuti Leon masuk.


"Intan." panggil Aca


Intan dan Ibunya tak bisa berkata apa-apa karena mereka sangat terkejut akan kehadiran Aca. Aca segera berlari menghampiri mereka dan memeluk Intan.


"Aca, kamu.. kamu..." ucap Intan


"Intan kamu kenapa, mengapa terlihat begitu syok melihat ku? Oh aku tau, pasti karena kamu terkejut karena aku akhirnya kembali ya?" tanya Aca dengan polos


"Eh, i i iya. Kamu akhirnya kembali ya." ucap Intan dengan senyum palsu nya


"Intan? jadi ini wanita murahan yang telah menjebak Aca?" ucap Leon dalam hati


Plakk (suara tamparan yang sangat keras)


"Dasar wanita murahan, dimana otak mu hingga bisa menyakiti Aca yang hanya seorang gadis lemah ini?" teriak Leon penuh amarah


"Sayang, ini Leon adiknya Frans. Apa dia sudah tau jika kita adalah otak dari pembunuhan papa nya?" bisik Ibu Intan dengan takut


"A a aku aku tidak tau Bu." jawab Intan terbata-bata."

__ADS_1


"Leon apa yang kau lakukan?" teriak Aca sambil menghentikan Leon


"Lepas Aca! jangan memaksa ku untuk menyakiti mu juga." ucap Leon dengan tatapan tajamnya.


Aca yang merasa takut tak bisa berbuat apa-apa. Ia bahkan mundur beberapa langkah untuk menghindari kemarahan Leon yang semakin menjadi-jadi.


"Apa, apa yang terjadi. Mengapa kau menampar ku?" tanya Intan


"Kau masih bertanya apa? Bagaimana caranya untuk membuat mu mengingat kembali apa yang sudah kau lakukan?" tanya Leon kepada Intan sambil menjambak rambut nya.


"Ah sakit sekali, tolong lepaskan rambut ku."


"Leon lepaskan Intan, kau menyakiti nya." teriak Aca


"Tolong lepaskan anakku, jangan sakiti dia." bujuk ibu Intan


"Enyahlah wanita tua." teriak Leon sambil mendorong ibu Intan sampai tersungkur.


"Dengar! Aku beri satu kesempatan lagi untuk mu menebus semua kesalahan ini. Jika sedikit saja kau berani menyentuh Aca, nyawa mu yang akan melayang."


Leon yang sangat marah mencekik Intan hingga ia kesulitan untuk bernafas.


"I i iya, a aku tidak akan me nyakiti a a Aca." jawab Intan


"Bagus, sekarang enyahlah dari pandangan ku wanita ******!" Leon menyeret Intan hingga pintu dan menjambak nya sekali lagi.


"Sudah selesai memilih baju nya?" tanya Leon pada Aca


"I i iya sudah." jawab Aca


Semua orang yang berada di sana hanya bisa berdiam diri tanpa bisa bergerak sedikit pun karena merasa sangat takut kepada Leon. Begitu pula dengan Aca yang bahkan tak berani untuk menatap wajah Leon.


"Sayang kau baik-baik saja kan, maaf Ibu tidak bisa melindungi mu." ucap ibu Intan sambil menangis


"Baik-baik saja apa nya, lihat lah seluruh tubuh ku memar karena perbuatan tidak senonoh nya." jawab Intan


"Sudah biarkan dulu, sekarang kita ke rumah sakit."


Di mobil Leon.


"Leon, apa yang terjadi?" tanya Aca


Leon tak menjawab pertanyaan Aca dan hanya menatap nya dengan tajam seakan-akan seekor serigala kelaparan akan memangsa seekor kelinci kecil


"Apa, mengapa menatap ku seperti itu?" tanya Aca sedikit takut


"Diam atau..."


"Hentikan, jangan lanjutkan kata-kata mu. Aku akan diam." jawab Aca


"Dasar kau ini." ucap Leon sambil mengusap kepala Aca


"Udah nggak marah?" tanya Aca


"Apa?" Leon melotot


"Tidak tidak, aku tidak mengatakan apapun. Ayo pak cepat antar kan aku kembali ke rumah." ucap Aca kepada supir


"Aca, seumur hidup aku janji akan terus melindungi mu apa pun yang terjadi." ucap Leon dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2