Love Of Blood

Love Of Blood
First love


__ADS_3

Malam hari


Drrrtttt ... dddrrrttt ...


(suara handphone yang bergetar)


"Siapa sih jam segini nelfon? Nomor baru pula. Males ah, biarin aja." ucap Aca


dddrrrttt ... drrrtttt...


(3 panggilan tak terjawab)


"Duh ganggu banget, aku angkat bentar deh."


"Halo, siapa ya?" tanya Aca dengan nada ketus


"Ini aku Frans. Ah maaf, sepertinya kamu lagi sibuk. Maaf mengganggu." ucap Frans


"Ha, Frans? Seriusan dia nelfon aku? Ah bodoh nya, kenapa ga aku angkat aja dari tadi sih." ucap Aca dalam hati


"Halo Aca, kamu masih dengerin aku kan?


Kamu beneran lagi sibuk, aku matiin deh kalo gitu" ucap Frans


"Eh halo-halo Frans, aku ga sibuk kok. Ini aku masi dengerin kamu" kata Aca


"Terus kenapa dari tadi diem aja?" tanya Frans


"Anu, itu mmm ... Jadi, duh aku ngomong apa sih." jawab Aca malu-malu. "Hehe maaf ya, aku lagi ga konsen aja. Ngomong-ngomong ada apa nih kamu nelfon aku?" tanya Aca


"Gapapa kok, aku lagi pengen ngobrol aja sama kamu." jawab Frans. "Kamu ga lagi sibuk kan Ca?"


"Duh gila, Frans nelfon aku. Apa jangan-jangan dia kangen ya? Apa dia naksir aku? Ah aku bisa gila mikirin hal bodoh ini terus." ucap Aca dalam hati yang merasa sangat senang


"Ca ... Halo, kamu masih dengerin aku nggak sih?" tanya Frans dengan nada sedikit kesal


"Eh iya Frans maaf, iya aku masih dengerin kamu kok hehe." jawab Aca


Satu jam kemudian Aca dan Frans telah mengakhiri telfon mereka.


"Astaga aku kenapa sih, kok rasanya seneng banget ya denger suara Frans. Apa jangan-jangan aku suka sama dia? Ah rasanya ga mungkin. Kita aja baru ketemu tadi siang. Tapi kok rasanya deg deg an gini,


apa mungkin Frans itu cinta pertama ku?


Sudah lah Aca, segara lah sadar dari hal konyol ini dan segera tidur atau kau akan bangun kesiangan dan telat berangkat sekolah." ucap Aca pada diri nya sendiri yang sedari tadi tidak bisa tidur memikirkan Frans.


~ di sekolah ~


"Halo Sasya halo Intan, selamat pagi." sapa Aca dengan wajah berseri-seri


"Selamat pagi kembali, kamu kenapa Ca kok seneng gitu keliatan nya? Habis menang undian apa gimana?" tanya Intan


"Iya nih, ga biasanya deh Miss introvet kita seramah ini " sahut Sasya

__ADS_1


"Aku gapapa kok guys, hehe. Lagian kalian nih aneh, aku diem di komen, aku banyak omong gini juga di komen. Gimana sih?" gerutu Aca


"Duh buset nih bocah, bukan gitu maksudnya.


Dah lah, yuk ke kelas aja makin ga jelas kita ntar." ucap Intan


~ di kantin sekolah ~


"Ntar pulang sekolah kita jadi kan ke toko buku bareng?" tanya Sasya sambil memakan bakso nya


"Mmm ... anu, aku kayak nya gabisa deh. Maaf ya. Aku ada yang jemput nih soalnya hehe." ucap Aca


"Siapa Ca, nyokap?" tanya Sasya


"Bukan kok, tapi temen aku yang mau jemput. " jawab Aca


"Oh jadi ini yang buat Miss introvet kita ceria banget sepanjang hari ini, ternyata dia udah menemukan pangeran nya. Kenalin lah Ca sama kita hahaha." ejek Intan


"Ih kalian apaan sih, nggak kok dia cuma temen ku aja." jawab Aca malu malu


"Cie Aca cie ternyata di antara kita kamu duluan nih yang bakal dapet pacar, yakan Tan? Haha." ucap Sasya


"Haha bener banget, yaudah deh kita berdua aja yang ke toko buku. Untuk Miss Aca kita selamat menikmati kencan pertama dengan pangeran nya ya hahaha." sahut Intan


~ sepulang sekolah di depan gerbang ~



Mereka bertiga pun terdiam sambil terus memandang Frans yang terlihat sangat sempurna dengan paras tampan dan badan yang atletis serta mobil mewah nya yang memukau.


"Ca, itu Frans yg kamu cerita in?" tanya Sasya dengan kagum


"Iya Sya itu Frans, mmm ... yaudah aku duluan ya bye." kata Aca


Sementara itu, Intan hanya diam saja dan masih terus menatap mengagumi Frans yang membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Beberapa bulan kemudian setelah perkenalan Aca dengan Frans mereka akhirnya memutuskan untuk berpacaran.


Setahun dua tahun pun berlalu ,kini mereka telah menginjak kelas 3 SMA . Tak ada yang berbeda ,semuanya berjalan lancar seperti biasa .


Sampai pada suatu saat sesuatu telah di mulai ...


~ di kelas ~


"Guys, tau ga sih aku lagi seneng banget nih" ucap Intan dengan gembira


"Duh apaan sih Tan beringsik banget" seru Sasya dengan ketus


"Jadi gini, aku kan lagi naksir cowok. Nah terus kata nyokap bokap bilang mereka mau usahain biar aku bisa sama dia. Macem di jodohin gitu deh." ucap Intan


"Wah syukur dong, selamat ya Tan. Kita doain yang terbaik buat kamu." ucap Aca


"Ca tapi kamu gapapa kan, kamu ga marah juga kan sama aku?" tanya Intan

__ADS_1


"Ya nggak lah Tan, emang apa hubungan nya sama aku sampe aku harus marah? Lucu deh kamu haha." jawab Aca


~ sepulang sekolah di kamar Aca ~


Drrrtttt... drrrtttt...


"Halo Frans, tumben jam segini nelfon kenapa?" tanya Aca


"Gini Ca, aku pengen ngomong sesuatu sama kamu penting banget bisa ngga ketemu sebentar?" tanya Frans


"Boleh deh, mau ketemu di mana?" tanya Aca


"Di cafe biasa aja ya, aku tunggu setengah jam lagi aku sampai sana" jawab Frans


...


...


...


~ setengah jam kemudian mereka bertemu di kafe sesuai janji ~


"Frans, kamu mau ngomong apa kok sampe ngajak keluar segala?" tanya Aca


Frans tak menjawab dan hanya menatap Aca dengan serius


"Frans kok diem aja sih ngomong dong jangan buat aku takut" ucap Aca


"Ca, nyokap bokap udah ngerestuin hubungan kita. Bahkan dia bilang lulus sekolah kita di bolehin tunangan Ca." jawab Frans dengan gembira sambil menggenggam tangan Aca


"Aa ... apa Frans? Kamu serius kan ngga lagi prank aku?" tanya Aca dengan syok


"Enggak sayang, aku nggak prank kamu aku serius." jawab Frans


Malam yang indah untuk Aca dan Frans. Mereka menghabiskan malam bersama dengan berkeliling kota sambil tertawa.


Setelah cukup larut, mereka pun kembali.


Frans mengantarkan Aca hingga sampai dengan gerbang rumah Aca.


"Ca?" panggil Frans


"Ya." jawab Aca


Frans dengan spontan mencium kening Aca, membuat Aca mendadak diam membeku.


Ada kebahagiaan yang hampir meledak di hati Aca yang tak bisa ia jelaskan.


Aca turun dari mobil Frans tanpa sepatah kata pun dengan hati yang berbunga-bunga, sementara itu Frans tetap diam di mobil dengan menahan rasa malu.


"Ah bodoh sekali, apa yang aku lakukan.


Gimana kalo Aca marah? Ah sial aku selalu saja tak bisa mengontrol diriku sendiri." ucap Frans pada diri nya sendiri

__ADS_1


__ADS_2