
Brak
(suara pintu terbuka)
"Pa, ma, kak Frans Leon balik nih woy
pada kemana sih pagi pagi gini rumah udah kosong? ngga kaya biasanya" ucap Leon kebingungan
"Lah apaan sih kok foto papa di bingkai kek gini gajelas banget dikira udah ****** kali ya, heh konyol" seru Leon sambil membersihkan untaian bunga di sekita foto papa nya
"Boring banget nih,ke cafe aja ah ketemu tuh cewe, oh gw coba telfon dulu coba"
drrrtttt... drrrtttt... drrrtttt...
"Halo siapa ya?"
"Hay, mmm ini gw Leon yang kemaren ke cafe
lu inget kan?"
"Oh iya inget ada apa, mau pesan makanan?
cafe kita ada nomor perusahaan kok!"
"Ngga ngga, jadi gw mau ngajak lu jalan
tapi gw nggak maksa kok, kalo lu ada waktu luang aja
Nama lu Sasya kan?" tanya Leon
"Ya aku Sasya, sore ini aku bisa soalnya aku dapet shift pagi"
"Oke kalo balik lu telfon aja ntar gw jemput"
skip
setelah pulang kerja
"Sasya sini" teriak Leon sambil melambaikan tangan nya
"maaf ya jadi ngerepotin kamu
kita mau kemana nih?" tanya Sasya
"Terserah deh nonton makan belanja atau apa
btw gw mau nanya sama lu tentang masalah yang kemaren"
"Masalah yang mana kayak nya aku nggak ngomong apa apa deh" ucap Sasya sembari mengingat ingat
"Itu yang lu bilang kok gw keliatan biasa aja"
"Oh yang itu, iya aku heran aja sama kamu
kamu kok keliatan biasa aja nggak sedih sama sekali padahal kan papa mu baru aja meninggal"
"Hah, meninggal?"
"Iya meninggal, kamu gimana sih kok kaya ngga tau gitu?" tanya Sasya
Leon tak bisa menjawab pertanyaan Sasya
Ia merasa syok setelah mendengar nya
__ADS_1
"Meninggal? papa ku meninggal?
"Iya meninggal, jadi kamu beneran nggak tau?
Maaf ya aku nggak ada niatan buat kamu sedih, jadi gini aku kasih tau
Papa kamu meninggal sekitar satu minggu yang lalu di gudang tua perempatan deket halte bus itu, yang lebih buruk nya lagi papa kamu jadi korban pembunuhan. Sampai sekarang pun mama kamu masih di rumah sakit karena kena serangan jantung mendadak, Frans juga jadi pendiam banget
jangan kan makan,bicara aja jarang banget
Huh...
kamu yang sabar ya aku turut berdukacita"
jelas Sasya
Sasya lalu melihat ke arah Leon. Ia kaget melihat Leon meneteskan air mata
"Leon kamu nangis? maaf aku salah aku nggak bermaksud buat kamu sedih.
Leon kamu jangan diem aja dong" Sasya merasa takut
"papa ku meninggal? Kau tau di bagian mana ia terluka?" tanya Leon dengan gemetar
"Aku tidak tau pasti,tapi Aca bilang papa mu terluka di bagian kepala seperti dipukul pakai alat berat, ditubuh nya juga ada beberapa luka tusukan yang dalam"
"Ngga.. Ngga itu ngga mungkin....
Ngga...😭" Leon berteriak dengan histeris
"Leon kamu kenapa maaf, ayo kita pulang aja kamu harus istirahat"
"Sasya maaf kamu bisa kan pulang sendiri aku ada urusan mendadak"
"Dengan keadaan seperti ini kemana kau akan pergi? berhati hatilah, aku akan pulang sendiri tak apa"
Leon akhirnya meninggal kan Sasya dengan penuh amarah..
Gubrakkk...
"Kevinnnn.. keluar kau bajingan😠"
"Woy napa lu malem malem gini nyamperin gw mau traktir makan ha?" tanya Kevin sambil menghisap rokok nya
"Mati kauu..."
"Arggghhh...
Leon😳 apa yang lu lakuin?"
Kevin menunduk kebawah sambil menahan rasa sakit, ia sadar bahwa perut nya telah
berdarah karena ditusuk oleh Leon
"sakit ha?" teriak Leon
"Ini belum seberapa dibanding elu yang nyuruh gw buat bunuh papa sendiri. Kemana otak ku ******* lu tega banget 😭" teriak Leon dan bisa mengendalikan amarahnya
"Denger, ini belum seberapa. Gw bakal bikin lu mati dan ngerasain apa yang papa gw rasain.
Hahahaha... "
"Sial, anak ini tau lebih cepet dari yang di perkirakan. Gw harus kabur atau mati disini" ucap Kevin dalam hati
Setelah ia melihat bahwa keadaan lengah dan memungkinkan untuk kabur, ia diam diam memukul punggung Leon dengan kursi kayu dan segera melarikan diri
Prang...
"Kevinnn.. mau lari kemana ha, lu ngga akan bisa kabur gw bakal bunuh lu" teriak Leon sambil menahan sedikit sakit sembari terus mengejar Kevin
__ADS_1
Di saat bersamaan Kevin yang berusaha melarikan diri bertemu dengan Aca.
Dan ternyata intan juga datang untuk menemui nya
"Acaa.. tolong gw" teriak Kevin sambil menahan sakit di perut nya
"Kevin, kamu kenapa? astaga darah😟apa yang terjadi katakan padaku" tanya Aca dengan syok
"Tidak ada waktu, tolong bawa aku pergi atau kita akan mati berdua"
Intan yang melihat kejadian tersebut merasa bingung apa yang terjadi. Ia terkejut melihat tubuh Kevin yang berlumuran darah. Ia berlari hendak menolong Kevin, tetapi niat tersebut ia urungkan. Ia justru memanfaatkan nya untuk menjatuhkan Aca
"Heh, bodoh. Dengan begini kau sendiri yang akan jatuh" ucap intan sambil memotret kejadian tersebut
*Di samping itu, Leon yang masih menahan amarah terus mencari Kevin
"Aca tolong aku, aku mohon" ucap Kevin dengan memelas
"Ya baiklah ikut dengan ku" jawab Aca
Setelah Kevin berhasil melarikan diri dengan bantuan Aca, Leon yang merasa kehilangan jejak segera pergi menuju rumah sakit yang di beritahu kan Sasya untuk menjenguk ibu nya
"Kak Frans..." teriak Leon
"Leon" ucap Frans
"Dasar brengsek ,kemana saja kau? Disaat seperti ini malah pergi tak memperdulikan keadaan keluarga. Apa kau tau apa yang telah menimpa papa? Papa telah..." Frans tak sanggup melanjutkan kata katanya, ia hanya bisa menunduk sambil menangis
"Kakak maaf kan aku ini semua adalah salah ku aku akan bertanggung jawab" ucap Leon
"Tanggung jawab apa bodoh, memang nya kau yang membunuh papa? Bahkan polisi sampai sekarang masih belum bisa menemukan sedikit pun bukti. Ini benar benar gila"
"Ya .. Aku yang telah membunuh papa" ucap Leon dengan tegas
Frans yang mendengar pernyataan adik nya hanya diam saja, ia tak tau harus berkata apa
Fikiran nya masih saja kacau
"Sudah lah Leon,aku tau kau juga sedih
Kita akan melewati masa sulit ini bersama"
"Apa kau mau bertemu mama? mungkin mama akan sadar setelah kau datang" ajak Frans
"Ya ayo kita jenguk mama"
Di tempat lain
"Kevin katakan padaku, apa yang terjadi?" tanya Aca
"Aku dirampok, dia juga ingin menghabisi nyawa ku" jelas Kevin
"Bodoh, kenapa tak lapor polisi"
"Kau yang bodoh,mempertahankan nyawa ku saja sulit mana mungkin terfikir untuk menelfon polisi"
"Ya baiklah, sekarang kau sudah aman
apa aku bisa pulang sekarang?
"Pulang lah...
eh tunggu, makasih" ucap Kevin dengan malu malu
"Sama sama,kalo ada apa apa telfon saja aku"
Aca pergi sambil melambaikan tangan
________________________________________
__ADS_1
Keadaan semakin sulit untuk di mengerti...