Love Of Blood

Love Of Blood
#29


__ADS_3

Satu bulan berlalu, Aca masih saja terus menyendiri dan merasa bersalah atas kejadian yang menimpaku dirinya.


"Aku harus gimana, aku nggak bisa gini terus. Pasti lama-kelamaan Frans akan tau" ucap Aca


drrtt.. drrtt.. drrtt..


"Mama" ucap Aca


"Halo ma"


"Halo sayang, akhirnya kamu angkat telfon juga. Mama sama Papa khawatir, kamu dimana kenapa sampai sekarang belum kembali. Frans bahkan sudah berkali-kali datang untuk mencari mu" jelas mama Aca


"Maaf udah bikin kalian khawatir, Aca disini baik-baik aja. Tolong jangan cari Aca, Aca akan kembali jika sudah waktunya"


"Halo Ca, kamu dimana kenapa nggak pernah kasih aku kabar. Kamu jangan gini dong bilang ke aku kalo ada apa apa, maaf waktu itu ponsel ku mati. Please Ca balik" teriak Frans


"Frans, kamu dirumahku?" tanya Aca kaget


"Ya, selama ini aku selalu mengkhawatirkan dirimu. Kembalilah, kita bisa bicarakan masalah ini baik-baik" bujuk Frans


"Tidak, aku tak akan sanggup bertemu dengan mu. Tolong jangan cari aku lagi" teriak Aca sambil menangis


Bipp (Aca mematikan telfon)


"Ca, Aca halo Ca" teriak Frans


"Bagaimana nak?" tanya papa Aca


"Nggak ada jawaban om, tapi syukurlah Aca masih baik-baik saja" seru Frans


"Pa gimana ini, sayang kamu dimana kenapa pergi selama ini huhuhu" ucap mama Aca


"Om, apa kita perlu lapor polisi?" usul Frans


"Ya kau benar, kenapa baru terfikirkan sekarang"


Skip, di rumah Frans


"Frans gimana Aca, udah ada kabar?" tanya mama Frans


"Belum Ma, Aca terus saja bilang ia tak akan sanggup bertemu dengan ku. Aku bahkan tak mengerti apa pun." jelas Frans


"Apa yang sebenarnya terjadi, ini semua pasti karena kebodohanmu."


"Mama apa yang kau katakan?"


"Kebodohanmu Frans. Andai waktu itu kau menerima telfon dari Aca, pasti semua akan baik-baik saja." jelas mama Frans


"Jangan salahin Frans terus dong Ma, Frans kan udah bilang ponsel Frans waktu itu mati."


"Ya sudah lah terserah kau saja. Mama ngantuk mau tidur." ucap mama Frans.


"Huhh.. Aca, kamu dimana sayang?" Frans menghela nafas panjang


"Astaga aku sampai lupa jika masih memiliki seorang adik."


drrtt.. drrtt.. drrtt..


"Halo Leon, kau belum tidur kan?" tanya Frans


"Halo kak, kamu kok punya nomor ku?" tanya Leon


"Aku memintanya dari Aca" jawab Frans

__ADS_1


"Kau pasti memaksanya ya?"


"Bodoh, mana mungkin aku memaksa calon istri ku hanya demi sebuah nomor telfon." jawab Frans


"Ya baiklah aku percaya. Oh iya, ada apa menghubungi ku?" tanya Leon


"Aca menghilang sejak satu bulan yang lalu. Mungkin kau bisa membantu ku untuk menemukan nya." jelas Frans


"Aca menghilang? Bagaimana mungkin." Leon terkejut


"Ntahlah aku juga tak mengerti. Yang jelas malam sebelum Aca pergi ia berkali-kali menelfon ku, tapi waktu itu ponsel ku mati." jelas Frans


"Lalu kapan terakhir kali kalian berkomunikasi?"


"Sangat sulit untuk berbicara dengan nya, untung lah tadi aku dapat menghubungi nya dengan nomor orang tua nya. Aca selalu saja mengatakan bahwa ia tidak sanggup bertemu dengan ku, aku bahkan tak tau apapun." jelas Frans


"Apa kau bisa membantu ku mencari Aca?"


"Leon."


"Leon." teriak Frans


"Ah iya kak maaf aku sedikit melamun." jawab Leon


"Dasar anak ini. Lalu bagaimana, kau bisa membantu ku mencari Aca?"


"Ya, aku pasti akan membantu mu menemukan nya." jawab Leon.


"Aca, mengapa kau pergi?. Maafkan aku!" ucap Leon dalam hati


___________________________________________


"Lucas" teriak Leon


"Ya bos."


"Cari wanita ini sampe dapat dalam keadaan baik tanpa kurang suatu apapun!" perintah Leon sambil menunjukkan foto Aca


"Baik bos, laksanakan."


"3 hari. Jika dalam 3 hari kalian tidak bisa menemukan nya, kalian akan mati!" ucap Leon


"Ba ba baik bos, kami akan berusaha keras untuk mencari nya."


"Pergi!" seru Leon.


"Lucas." panggil Jack dan Vagos


"Apa yang terjadi, bos Mark terlihat sangat kesal setelah mengangkat telfon." tanya Vagos


"Hei kalian ini bukan wartawan, berhenti menanyakan hal-hal semacam ini kepadaku!" jawab Lucas


"Udah deh nggak usah banyak bacot. Cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Jack


"Tinggal ngomong apa susah nya sih!"


"Baiklah-baiklah aku akan memberitahu kalian. Lihat foto ini, bos menyuruh kita untuk menemukan nya hidup-hidup tanpa kurang suatu apapun dalam waktu 3 hari. Dan jika kita gagal, kita akan mati." jelas Lucas


"Astaga, bukankah ini pertama kalinya bos terlihat begitu khawatir. Siapa wanita ini?"


"Ntahlah, aku juga tak tau. Bos hanya memberi ku foto ini dan segera menyuruh ku pergi."


"Kau tak menanyakan siapa wanita dalam foto ini?"

__ADS_1


"Dasar bodoh! Kau pikir aku ingin mati secepat ini hah?" jawab Lucas


"Ya ya ya baiklah hentikan. Sekarang juga kita harus menyebar dan segera menemukan wanita ini!"


Sementara itu Leon yang tak bisa tenang karena terus memikirkan Aca bergegas pergi untuk mencari nya.


"Aca kamu dimana, maafkan aku." ucap Leon berulang kali kepada dirinya sendiri


"Ponsel ku, dimana ponsel ku? Aku harus menelfon nya." teriak Leon tampak kebingungan.


"Sial! Aku bahkan tak bisa menemukan ponsel ku sendiri. Arrgggh..."


"Tuhan, tolong lindungi Aca. Aca, kamu harus terus baik-baik saja. Aku akan segera menemukan mu."


Fikiran Leon sangat kacau. Ia bahkan tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian Aca.


Di tempat lain.


"Aku harus kemana sekarang, aku tidak bisa terus-terusan berada di sini." ucap Aca


"Apa aku harus pergi meninggalkan semuanya disini?"


"Mama, Papa tolong Aca. Beritahu Aca apa yang harus Aca lakukan." ucap Aca berbicara dengan dirinya sendiri sambil menangis tersedu-sedu.


__________________________________________


"Bos Mark, Bos..." teriak Lucas


"Hey diamlah!" teriak Jack


"Kau yang diam, dimana bos Mark? Aku sudah menemukan tempat tinggal wanita tersebut." ucap Lucas


"Wah benarkah? Ternyata kau cukup pandai. Tak perlu 3 hari, kau bahkan bisa menemukan nya dalam waktu kurang dari 1 jam." puji Vagos


"Ya kau benar, dengan begini kita tak akan jadi mati. Hahaha." sambung Jack


"Hentikan omong kosong ini, aku harus segera memberi tau bos Mark. Dimana dia?" tanya Lucas


"Ntahlah dia buru-buru pergi setelah memberi mu perintah." jelas Jack


"Coba telfon." suruh Vagos


drrtt.. drrtt.. drrtt..


"Suara ponsel. Dimana ponselku?" tanya Leon kebingungan


"Ah sial ternyata di sini. Halo, ada apa?"


"Bos, kabar baik. Aku telah menemukan tempat tinggal wanita cantik tadi." ucap Lucas


"Benarkah? tunggu Aku disana, kita akan segera ke tempat itu." ucap Leon kegirangan.


"Baiklah bo... Wah gila belum selesai ngomong udah di matiin." ucap Lucas dengan kesal


"Hahaha, tampang mu memang cocok untuk selalu mendapat penolakan." ejek Vagos.


"Sudahlah. Bukan kah kita harus merayakan keberhasilan ini?" tanya Jack


"Keberhasilan atas apa?" tanya Vagos


"Keberhasilan mempertahankan nyawa kita." jawab Jack


"Hey berterimakasih. Jangan lupa kalian berhutang nyawa kepada ku!" teriak Lucas

__ADS_1


"Astaga apanya yang berhutang nyawa ha, ini kan juga untuk keselamatan diri mu." jelas Jack sambil memukul kepala Lucas


__ADS_2