
Perlahan tapi pasti kehidupan Frans mulai membaik, Ia tak lagi kesulitan biaya karna telah menemukan pekerjaan. Perusahaan nya juga sedikit demi sedikit mulai bangkit yang tanpa ia sadari sebenernya adalah kerja keras Leon yang membantu nya dari belakang tanpa diketahui siapa pun.
Di sisi lain Aca masih terpuruk karna untuk kesekian kali nya Frans menghilang tanpa jejak sedikit pun.
"Apa aku melakukan kesalahan? Apa hubungan ku dengan Frans masih terjaga hingga saat ini? Apa aku masih kekasih nya? Apa dia mencinta ku? Apa kita benar-benar akan menikah?" beribu pertanyaan muncul di benak Aca.
"Tuhan, cobaan apa ini. Apakah hidupku harus terus-menerus menderita seperti ini?" ucap Aca dengan lirih sambil menangis
"Astaga aku hampir lupa, Mama kan ngajak aku nonton bareng. Bisa marah kalo sampe telat. Pulang aja deh."
Skip. di rumah Aca
"Mama" panggil Aca
"Acaranya belum mulai kan?"
"Belum nak, tumben kamu buru-buru pulang?" tanya Mama nya
"Duh Mama nih, tadi katanya suruh cepet pulang nemenin nonton tv." jawab Aca dengan cemberut
"Haha, iya deh iya maaf. Yaudah yuk sana, Mama udah bikin camilan nih."
'Menonton televisi...'
"Wah liat Ca, host nya aja ganteng banget gini. Mama jadi nggak sabar pengen liat calon-calon idol nya, pasti ganteng-ganteng kaya Frans atau Leon gitu." ucap Mama Aca
"Kumat deh sok tau nya. Aca ke atas dulu ya mau ganti baju, gerah."
"Yaudah sana jangan lama-lama ntar keburu acara nya mulai."
Aca meninggalkan mama nya dan segera masuk ke kamar.
"Acaaaa, nak sini cepetan." teriak Mama nya
Tanpa sadar Aca segera berlari menghampiri Mama nya karna khawatir jika terjadi sesuatu
"Mama kenapa, ada yang luka? atau yang mau jahatin mama, atau apa bilang sama Aca." teriak Aca dengan panik
Plakkk (memukul kepala Aca)
"Aw, sakit Ma. Kok Aca malah di pukul sih?"
"Kamu sih berlebihan. Mama kan nggak kenapa-napa."
"Ya terus ngapain teriak-teriak, kan Aca khawatir Mama kenapa-napa."
"Itu liat." menunjuk ke arah tv
"Apa nya yang mau dilihat sih Ma, iya mereka emang tampan. Udah ya Aca mau ke kamar belum jadi ganti baju nih tadi."
"Eh anak ini liat dulu dong. Tuh." menarik tangan Aca
"Hah... Aku nggak salah liat kan?" Aca terkejut
"Ma coba deh cubit pipi Aca, Aca pasti mimpi."
__ADS_1
"Aw sakit." teriak Aca
"Sakit kan, itu berarti kamu ngga mimpi sayang. Itu beneran Frans." ucap Mama Aca.
"Frans jadi idol?" Aca masih syok dengan apa yang dia lihat
"Ya ampun liat deh calon menantu Mama, ganteng banget sih. Coba Mama masih muda, pasti udah Mama jadiin pacar deh."
"Jadi ini alasan Frans menghilang tanpa kabar." batin Aca
Mama Aca merasa sangat senang karna melihat Frans yang merupakan kekasih Aca menjadi seorang idol. Ia tak memperhatikan bahwa di sisi lain Aca masih merasa syok dengan apa yang dilihat nya.
"Apa Frans sengaja menjauh dari ku? Sebenarnya apa yang terjad?" batin Aca
Ia terus memperhatikan Frans dari layar kaca yang membuatnya semakin takut akan kehilangan Frans
"Frans begitu sempurna. Tanpa menjadi idol pun ia sudah sangat populer. Apakah aku bisa mempertahankan nya?"
Tiba-tiba ponsel nya berbunyi yang membuat nya terkejut dan tersadar dari lamunan nya.
"Ah, Sasya." ucap Aca
"Halo Ca kamu lagi liat tv ngga, gila Frans keren banget. Belum pernah aku liat orang se sempurna ini, kamu beruntung banget Ca bisa dapetin dia." celoteh Sasya
"Ya kau benar, aku sangat beruntung." jawab Aca
"Maaf Sasya aku tak bisa mengobrol lama dengan mu."
"Aca kamu kenapa, apa aku salah bicara?" tanya sasya
"Aca cerita aja sama aku. Kita kan udah temenan lama."
"Makasih Sya, tapi kali ini aku ngga bisa. Maaf ya aku matiin telfon nya." ucap Aca
"Tapi Ca...."
Tut.. tut.. tut..
"Lah udah di matiin. Aca ada masalah apa sih sebenernya, bikin khawatir aja. Harus nya kan dia seneng tunangan nya jadi terkenal." seru Sasya
____________________________________________
Skip.
Frans telah menyelesaikan jumpa pers pertama nya. Dengan begini ia benar-benar telah menjadi idol yang langsung mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat karna penampilan nya yang begitu sempurna.
"Frans."
"Intan, kamu ngapain disini?" tanya Frans
"Aku kebetulan lewat aja sih, terus liat kamu di tv jadi aku mampir karna tempat nya nggak jauh." jawab Intan
"Ngga jauh? Kita beda negara loh ini."
"Duh ****** lupa kalo Frans jadi idol bukan di negara sendiri. Masa iya aku harus bilang kalau aku langsung terbang kesini setelah liat dia di tv" batin Intan
__ADS_1
"Oh bukan gitu, jadi aku sekarang ini lagi liburan." jawab Intan
"Loh, itu Leon kan. Aku harus cepetan pergi nih." ucap Intan dalam hati
"Frans aku balik dulu ya bye." Intan berlari meninggalkan Frans
"Eh Intan." panggil Frans
"Kak Frans?" ucap Leon
"Ya?"
"Siapa yang kau panggil?" hanya Leon
"Oh bukan siapa-siapa. Sejak kapan kamu disini, kenapa tak memberitahu ku dulu?"
"Hei, kau ini masih artis baru dan sekarang sudah berlaku tak sopan kepadaku?"
"Jangan kurang ajar dong sama kakak nya sendiri." jawab Frans sambil menjepit kepala Leon di lengan nya
"Hei lepaskan, bau badan mu membuat ku ingin muntah. Bagaimana bisa Aca tahan dekat dengan mu." ledek Leon
Frans melepaskan Leon
"Apa kau tau kabar Aca?" tanya Frans
"Tidak!" jawab Leon
"Ketus banget?" Frans merasa kesal
"Kapan bodoh mu akan luntur. Bayangkan Aca setiap hari merindukan mu dan kau hanya merindukan nya kali ini saja?"
"Aku juga merindukan Aca setiap hari. Jangan sok tau kamu!" teriak Frans
"Benarkah? Lalu untuk apa kau menjauhi nya bahkan pergi tanpa kabar sedikit pun?" tanya Leon
"Aku hanya...."
"Hanya apa, hanya tak ingin berbicara dengan nya untuk sementara waktu? inget kak, perasaan cewe itu mudah rapuh. Gunain dong otak mu, udah jadi idol masih aja ****." celoteh Leon
"Astaga kasar sekali kata-kata mu."
"Ya terserah lah. Aku mau pulang, nggak kuat aku terlalu lama satu ruangan sama orang yang nggak ada otak."
"Leon tunggu, jadi menurut mu aku harus bagaimana?" tanya Frans
"Hubungi Aca. Bicarakan semua secara baik-baik dan terbuka. Jangan membuat nya terus menunggu dan merasa sedih." jawab Leon
"Ternyata kamu emang benar benar pakar cinta ya, hahaha." ledek Frans
"Jangan tertawa, berterimakasih lah padaku!" ucap Leon
"Berterimakasih padamu hanya akan membuang waktu ku. Kembali lah, aku juga akan segera pulang." ucap Frans sambil meninggalkan Leon
"Sial! Jadi pengen rebut Aca kalo kek gini!" gerutu Leon
__ADS_1