Love Of Blood

Love Of Blood
#25


__ADS_3

Hampir satu bulan setelah Aca dan Frans kembali dari rumah intan, sampai sekarang Frans masih saja tidak bisa dihubungi


Aca bahkan beberapa kali datang ke rumah nya tapi sama sekali tak ada jawaban.


Ia akhirnya memutuskan untuk berbicara dengan Leon


"Halo Leon" Aca menelfon Leon


"Halo Ca kenapa tumben nelfon?" tanya Leon


"Gapapa, aku cuma lagi bingung aja nih. Udah sebulan Frans ngga bisa di hubungi, aku dateng ke rumah nya juga nggak ada jawaban. Kira kira kamu tau nggak kenapa?"


"Ya aku mana tau ca, aku aja belum pernah ngobrol sama kak Frans lagi selain waktu itu pake hp kamu"


"Tuh kan Frans nih bikin bingung. Dia kenapa coba tiba tiba kek gitu 😒" ucap Aca dengan sedih


"Emang kalian abis ngapain kok jadi gini? Berantem?"


"Sama sekali nggak, aku aja juga nggak tau. Terakhir kali sebulan yang lalu aku Frans sama Sasya dateng takziah ke rumah intan temen kecil ku dulu. Setelah Frans pergi ke belakang di ajak intan, dia jadi diem. Terus tiba tiba langsung balik gitu aja. Aku kan jadi bingung" jelas Aca


"Kamu nggak coba tanya mereka ngobrol apa?" tanya Leon


"Ya nggak lah, waktu itu aku sama sekali nggak kepikiran. Lagian Frans waktu itu buru buru pulang jadi aku belum sempet nanya"


"Tapi waktu itu Sasya bilang sama aku kalo aku harus hati hati sama intan dan ibu nya. Sasya bilang mereka punya rencana jahat, tapi masa iya sih aku nggak percaya deh" jelas Aca dengan bimbang


"Mending kamu dengerin saran Sasya, ngga ada salah nya kan waspada." jawab Leon


"Tau kan kamu jadi ketularan Sasya"


"Duh ngeyel banget sih kamu Ca, udah nggak usah panik bentar lagi aku balik"


"Seriusan mau balik?" tanya Aca dengan gembira


"Ih apa sih Ca kamu kok keliatan nya senang banget denger aku mau balik hahaha" goda Leon


"Apaan sih nggak kok siapa juga yang seneng" Aca menahan malu


"Iya bener aku mau balik, tapi kamu jangan bilang siapa siapa ya. Aku balik juga nggak kesitu, tapi di tempat lain"


"Emang kerjaan kamu udah beres disana?"


"Gampang, bisa diatur" jawab Leon


"Oke, yaudah aku matiin dulu. Bye" ucap Aca


Sesaat kemudian Leon memanggil para anak buah kepercayaan nya


"Jack, Lucas, Vagos, kemarilah. Dengar! dalam waktu kurang dari satu minggu kita harus segera menyelesaikan semua misi.


Jack, ada berapa pekerjaan lagi yang belum selesai?" tanya Leon


"Tinggal 3 bos, 2 pekerjaan hanya menyadap kode perusahaan sedangkan yang satu kita harus turun tangan menghabiskan salah satu bos mafia dari wilayah barat" jelas Jack


"Vagos, jelaskan rincian anggota kita!"


"Baik bos. Dalam waktu 2 bulan terakhir anggota kita telah bertambah dengan pesat, total kita memiliki sekitar 13 ribu pasukan. 500 pasukan inti, 500 hacker di setiap cabang, 5 ribu ahli tembak, 300 algojo, 1.200 pemanah, 4ribu ahli bela diri, 11 ahli lokasi dan sisa nya ada disini bersama kita. Di wilayah timur kita juga memiliki sekitar 2 ribu pasukan, tetapi mereka hanya terfokus untuk membuat senjata dan mengolah data serta meningkatkan teknologi. Sedangkan 40 orang yang kita tempatkan di bawah tanah telah menyelesaikan tugas mereka untuk membuat berbagai macam bom dan racun."


"Untuk apa pasukan pemanah? Kita ini sudah hidup di zaman modern" protes Leon


"Bos tenang lah, sebelum melakukan ini aku telah memikirkan nya dengan matang matang. Jadi kita tak akan merasa rugi" jelas Vagos


"Baiklah aku percaya. Lucas kau juga harus terus berlatih untuk meningkatkan ilmu bela diri mu. Dengar kan aku! Satu minggu lagi aku akan kembali untuk membalaskan dendam ayah ku, kalian semua persiapan dengan baik!" perintah Leon


"Baik bos Mark" ucap mereka bersamaan


Sementara Leon sedang sibuk mempersiapkan kepulangan nya, intan masih terus berusaha untuk mempengaruhi Frans.


Drrrtttt... drrrtttt...


"Nomor baru?"


"Halo siapa ya?"


"Halo intan, ini aku Frans"

__ADS_1


"Frans 😍, astaga ngga nyangka dia hubungin aku duluan" ucap intan dalam hati


"Halo Frans, kamu tau nomor ku dari mana?" tanya Intan


"Dari mana itu ngga penting, kamu hari ini ada waktu ngga aku pengen ngomong in sesuatu"


"Aaa adaa ada. Kamu mau ketemu kapan?" tanya Intan dengan gembira


"Nanti sore, ntar aku shareloc" jawab Frans


"Omg Frans ngajak ketemuan 🀩, duh kira kira mau ngomongin apa ya? Jadi nggak sabar deh, pokok nya aku harus dandan yang cantik haha" Seru Intan


Sementara itu, Aca yang sedang merasa sedih karna tak ada kabar dari Frans memutuskan untuk pergi ke mall menenangkan diri, disana ia bertemu dengan Kevin


"Kevin..." teriak Aca sambil melambaikan tangan


"Aca, hay" jawab Kevin


"Kevin gimana kabar kamu, udah lama nggak pernah ketemu"


"Aku baik Ca, kamu kesini sama siapa?"


"Oh aku sendiri, kamu?"


"Aku juga sendiri. Mau makan bareng?" tanya Kevin


"Boleh hehe" jawab Aca


_____________


Drrrtttt.. drrrtttt drrrtttt drrrtttt...


(Handphone intan berbunyi)


"Halo Bu kenapa?" tanya Intan


"Sayang kamu ke mall deh sekarang, ada Aca sama si Kevin" ucap ibu intan


"Ha seriusan? kebetulan bentar lagi aku mau pergi sama Frans" jawab intan


"Frans? kok bisa kamu sama Frans?"


*Intan mengirim pesan kepada Frans


(Frans, kita bisa ngga ketemu di mall? Ada barang yang harus aku beli. Aku berangkat duluan ya kamu cepetan. Bye*)


Selang beberapa lama setelah Intan datang, Frans juga sudah terlihat. Intan dengan sengaja membuat Frans agar mengetahui bahwa ada Aca dan Kevin yang berada di sisi kanan mereka sedang makan


"Frans disini" teriak Intan


"Kamu mau beli apa? aku temenin dulu" ucap Frans


"Oh aku udah beli kok, gimana kalo kita ngobrol sambil makan?" tanya Intan


"Boleh"


"Loh Aca, itu Aca kan Frans?" tanya Intan pura pura tidak tau


Frans menengok dan merasa geram. Tanpa sadar ia menghampiri Aca dengan marah


"Aca, jadi gini kelakuan kamu di luar" teriak Frans


"Frans" Aca merasa panik


"Frans denger ini ngga seperti yang kamu liat. Aku juga nggak sengaja ketemu Kevin disini"


"Basi, makin kesini emang makin ngga bisa di percaya kamu Ca" teriak Frans


"Frans kamu yang ngga pernah bisa percaya sama aku, Selama ini kamu kemana coba? Kamu nggak tau kan gimana khawatir nya aku selama kamu nggak ada kabar" jelas Aca


"Udah stop aku nggak mau dengerin penjelasan kamu" ucap Frans sambil meninggalkan Aca


"Sialan aku jadi gagal hangout sama Frans 😏


Tapi nggak papa deh yang penting aku udah puas haha" seru intan dalam hati

__ADS_1


"Intan" panggil Kevin


"Kevin, kamu kok tau aku disini" tanya Intan sedikit ketakutan


"Udah ngga usah basa basi lagi, tujuan kamu sebenarnya apa? Denger ya, aku ngga akan ngebiarin kamu nyakitin Aca!"


"Heh😏, lindungin aja dia sebisa mungkin. Cepat atau lambat ngga cuma Aca tapi kamu juga akan mati. Hahaha" teriak Intan


"Terserah, dasar gila" ucap Kevin sambil pergi meninggalkan intan


____________


"Frans tolong berhenti. Kamu hutang penjelasan sama aku" teriak Aca


"Kamu yang hutang penjelasan sama aku!" bentak Frans


"penjelasan apa? aku bener bener nggak tau apa apa" ucap Aca kebingungan


Frans menarik tangan Aca dan membawa nya masuk ke mobil


"Kamu liat foto ini. Gimana cara kamu jelasin ke aku?"


"Foto ini kan udah lama. Waktu itu aku pulang dari rumah kamu, pas lagi nunggu taxi aku liat Kevin berlari minta pertolongan dengan keadaan perut nya berdarah karena tertusuk . Dia bilang dia adalah korban rampok" jelas Aca


"Nih kamu liat deh, kalo foto nya di zoom keliatan kan tangan Kevin memegang perut nya. Nah terus liat di sini ada noda darah, di lengan baju ku juga ada karna aku bantu Kevin buat jalan. Coba kamu perhatiin dulu"


Frans menghela nafas merasa lega karena kecurigaan nya selama ini tidak terbukti.


"Tapi Ca kamu harus tau, Kevin adalah pembunuh papa ku." ucap Frans


"Frans aku tau kamu lagi kesel sama Kevin tapi kamu nggak boleh nuduh dia kek gini dong" bela Aca


"Kamu liat!" ucap Frans sambil menunjukkan sebuah vidio


"Terus hubungan nya apa?"


"Ini adalah gedung tua tempat pembunuhan papa ku. Dan disini terlihat Kevin sedang bersembunyi, lalu tepat setelah papa ku masuk ke dalam dia keluar dari persembunyian nya. Otomatis dia juga salah satu pelaku nya Aca" jelas Frans


"iya Frans kamu bener" ucap Aca dengan pelan karena merasa syok


"Ini yang ngebuat aku marah sama kamu. Maaf, aku kira kamu terlibat"


"Ih Frans" teriak Aca sambil mencubit pinggang Frans


"Aw sakit"


"Rasain! Lagian kamu aneh sih mana mungkin aku ikut ngebunuh papa kamu."


"Maaf sayang, kamu liat sendiri kan foto dan video ini cukup ngeyakinin."


"Ca kok diem sih jangan marah dong"


Aca hanya diam saja dan memalingkan muka menghadap ke arah luar jendela


"Jadi masih marah nih?" tanya Frans


"Hm" jawab Aca singkat


Frans langsung menarik wajah Aca menghadap ke wajah nya, Tanpa aba aba ia langsung mencium Aca. Aca yang malu hanya bisa menutup mata nya, perlahan wajah nya memerah dan segera mendorong Frans


"Frans apa sih kan udah janji ngga gini lagi"


"Maaf, siapa suruh kamu marah marah terus ke aku hehe. Lagian wajah kamu cantik kok kalo lagi malu gitu" ucap Frans


"Ih ngeselin" teriak Aca sambil memukul pundak Frans


"Haha udah udah aku minta maaf, kamu jangan marah lagi ya. Mulai sekarang aku akan coba buat percaya sama kamu. sepenuhnya" Frans menenangkan Aca sambil memeluk nya


"Janji ya, kalo ada apa apa langsung di omongin jangan tiba tiba ngilang kaya kemaren" ucap Aca


"Iya sayang Frans janji. Udah ya princess Aca ngga boleh cemberut lagi oke" rayu Frans


"Oh iya Frans kamu tadi kesini sama siapa? Terus foto sama Vidio tadi kamu dapet dari mana?" tanya Aca


"Udah deh nggak penting, yang penting sekarang kita udah akur lagi. Aku anterin kamu pulang ya"

__ADS_1


"Oke" jawab Aca


Perselisihan antara Frans dan Aca akhirnya dapat terselesaikan. Tapi di sisi lain intan tak akan tinggal diam dan akan terus berusaha untuk menghancurkan mereka.


__ADS_2