
Pagi itu, ketika semua crew sedang sibuk mempersiapkan syuting film terbaru, terlihat Hana yang baru saja datang dengan balutan gaun berwarna hijau tua yang tampak manis berjalan dengan santai melewati kerumunan para pekerja. Terlihat ia berjalan menuju ke arah Frans yang sedang sibuk membaca naskah dialog ditemani oleh asisten nya, Stray.
"Good morning Frans." sapa Hana
"Morning, hai Hana." jawab Frans sambil tersenyum
"Masih pagi gini tumben udah sibuk, Aca kemana?" tanya Hana
"Iya nih, aku dapat jatah take duluan soalnya. Aca hari ini di rumah, dia lagi ngga enak badan." jawab Frans dengan ramah.
"Yes, kesempatan. Pokoknya aku ngga akan ngelepasin kamu gimana pun cara nya." batin Hana
"Oh astaga, kasian ya Aca. Pasti dia kecapekan karna harus ngurusin jadwal kamu yang padat banget. Bilang ke Aca ya, dapat salam dari aku." ucap Hana
"Thank, kamu baik banget ya ternyata. Jarang-jarang kan ada artis secantik kamu yang udah terkenal bisa care ke semua orang gini." kata Frans
"Kamu bisa aja, ngga kok. Aku ya emang gini dari dulu, suka ngga tega gitu liat orang lain menderita." ucap Hana dengan segala kebaikan palsu nya.
"Oh iya, kamu udah sarapan belum? Sarapan bareng yu, kebetulan aku belum makan." ajak Hana
"Boleh. Kebetulan aku juga belum sarapan." jawab Frans
"Yaudah, naik mobil aku aja." kata Hana
"Ah sorry, aku ngga bisa kalau harus terlalu jauh dari lokasi syuting. Mungkin kita pergi lain waktu aja." ucap Frans
"Eh jangan. Aku ikut kamu aja deh, kita makan di sekitar sini aja. Yang penting bisa makan bareng kamu, dimana pun aku mau." rayu Hana
"Kamu yakin?" tanya Frans
"Yakin dong, yuk." jawab Hana
Frans dan Hana akhirnya pergi berdua menuju kantin yang telah di sediakan di sekitar lokasi syuting. Dari kejauhan, tampak Intan yang sedang memperhatikan mereka dengan wajah yang terlihat kesal.
"Sialan, cewe penggoda siapa lagi itu. Nyingkirin Aca aja aku belum bisa udah dateng cewe murahan lain lagi. Aku ngga bisa biarin dia ngerebut Frans, liat aja apa yang bakal aku lakuin." ucap Intan
Di kantin lokasi syuting.
"Hana, kamu mau pesan apa?" tanya Frans
__ADS_1
"Aku salad aja deh, masih pagi jangan makan yang terlalu berat." jawab Hana
Frans pun pergi meninggalkan Hana sejenak untuk memesan makanan. Tak beberapa lama kemudian makanan yang mereka pesan telah datang.
"Selamat menikmati." ucap pelayan tersebut
Frans pun mulai memakan makanan nya. Tiba-tiba Hana berteriak dengan sangat keras.
"Aaaaaa ... Sialan! Pelayan, apa yang kalian lakukan. Makanan sampah seperti ini berani-beraninya kalian hidangkan." teriak Hana
"Hana, ada apa?" tanya Frans
"Ih liat deh Frans, masa di makanan aku ada cicak nya sih. Jijik banget kan, aku takut Frans." jawab Hana sambil memeluk Frans mencari kesempatan
"Sial sial sial. Wanita ular ini berani-beraninya mencari kesempatan dalam kesempitan. Liat aja apa yang akan aku lakuin selanjutnya." batin Intan sambil menahan amarah nya.
"Hana udah gapapa. Cicak nya udah mati kok, kamu ngga perlu takut." ucap Frans yang berusaha memennangk.
"Iya udah mati. Untung aja aku liat kan, coba kalo tadi cicak nya ke makan gimana coba. Mereka mau bikin aku sakit ha?" kata Hana
"Yaudah-yaudah jangan di perpanjang. Kita pergi aja, nanti aku pesenin makanan." kata Frans
"Beneran ya?" tanya Hana dengan sok manja
Beberapa saat kemudian syuting akan segera di mulai.
"Hana, segera bersiap!" perintah sutradara itu.
"Oke. Eh kalian, cepet bantuin aku ganti baju." teriak Hana dengan kasar.
15 menit kemudian terdengar suara teriakan Hana dari ruang ganti. Spontan semua orang disana berlari menemui Hana.
"Kak Hana, kenapa?" tanya salah satu crew
"Gatal. Badan ku terasa gatal. Perih juga, bantuin dong jangan cuma liat aja." teriak Hana
'Yaudah, bawa Hana pergi ke rumah sakit sekarang!" ucap sutradara
"Aku hanya ingin ke rumah sakit dengan Frans. Kalau tidak aku tetap akan berada di sini." ucap Hana
__ADS_1
"Tidak bisa! Aku masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan." Kata Frans menolak dengan tegas
"Frans tolong, untuk kali ini saja. Kita akan memberikan kelonggaran padamu. Jika tidak syuting ini tidak akan berjalan dengan lancar." bujuk pak sutradara
"Sialan, lagi-lagi wanita ular itu mendapat kesempatan yang bagus. Aku tidak akan tinggal diam. Ini belum seberapa." batin Intan
"Oke-oke aku akan mengantar mu ke rumah sakit." ucap Frans dengan nada sedikit kesal.
"Tolong dua crew ikut dengan mereka. Sementara yang lain akan mengawal dari belakang dengan mobil lain." perintah sutradara
Intan tak tinggal diam. Lagi-lagi ia mendapat kesempatan untuk mengerjai Hana untuk kesekian kali. Setelah dokter masuk dan memeriksa Hana, dinyatakan bahwa ada yang sengaja menaruh bedak gatal di pakaian nya. Dokter pun memberikan dua jenis obat, satu saleb dan satu kapsul untuk pengobatan dalam.
"Hana, kamu minum di sini aja langsung obat nya. Biar cepet sembuh." kata Frans
"Iya aku minum sekarang. Eh tolong dong ambilin obat sama air putih." ucap Hana
Intan memberikan sebuah obat dan segelas air putih.
Beberapa saat kemudian mereka memutuskan untuk kembali ke lokasi syuting karna Hana sudah merasa baikan, tidak merasa gatal lagi.
"Frans, kaki aku lemes. Gendong dong." bujuk Hana
"Aku papah aja ya. Ngga enak kalau di liat orang." kata Frans
"Yaudah deh." ucap Hana
Ketika Hana, Frans, dan beberapa orang lain nya telah memasuki mobil. Tiba-tiba mereka mencium bau busuk yang sangat menyengat. Mereka pun segera keluar dari mobil sambil mual-mual.
"Ngaku. Di antara kalian pasti ada yang kentut sembarangan kan?" tanya Frans
"Tidak bos, bukan aku yang kentut. Aku aja ngerasa mual banget." jawab pak supir
Prett ... pret ... pret ... (suara kentut)
"Hana, jadi tenyata kamu yang kentut. Jorok banget sih, mobil kita kan jadi bau. Harusnya kamu bilang dong kalau mau kentut, jadi kita bisa berenti sejenak." ucap Frans dengan kesal
"Ah sorry, tiba-tiba perut ku terasa mulas." jawab Hana
"Aku ... Aku sudah tidak tahan. Aku akan ke toilet dulu." ucap Hana sembari berlari menuju toilet rumah sakit
__ADS_1
Intan yang berada di mobil lain pun turun dan berpura-pura menanyakan perihal apa yang terjadi. Setelah mendengar jawaban Frans, ia tak segan tertawa dengan keras. Bahkan semua orang di sana ikut menertawakan Hana.
Kali ini Intan merasa puas karna usaha nya sedikit membuahkan hasil. Tapi tidak cukup sampai di sini, ia akan melakukan hal yang lebih memalukan jika Hana masih terus saja mendekati Frans.