
Tak terasa Leon telah pergi selama 2 bulan untuk mencari cara membalaskan dendam kematian ayah nya.Tekadnya telah bulat, ia bahkan tak ragu melakukan pekerjaan apapun. Dalam kurun waktu yang sangat singkat ia menjadi salah gangster yang terkenal di kalangan nya. Ia tak segan menghabisi nyawa orang demi mendapatkan bayaran agar dapat mendirikan organisasi bawah tanah sendiri sesuai keinginan nya.
Selain menjadi gangster, Leon juga berprofesi sebagai pengusaha properti dengan bisnis yang lumayan maju, tapi pekerjaan ini hanyalah sebagai sampingan dan untuk menutupi pekerjaan asli nya.
Sedikit demi sedikit Leon sudah mendapatkan beberapa anggota. Ia terus melatih para orang orang nya agar dapat menjadi hebat seperti yang ia ingin kan. Sebagai pembunuh ia tak pandang bulu dalam bekerja, jika ada yang salah atau melawan perintah nya ia tak segan menghabisi nyawa mereka. Inilah yang membuat Leon menjadi gangster yang cukup di seganti dan di takuti.
Dalam beberapa bulan ini, Leon telah menemukan 3 orang yang dapat ia percaya
Jack, Vagos, dan Lucas
Tugas mereka pun berbeda. Vagos bertugas mencari dan menyeleksi calon anggota serta mengurus segala keperluan organisasi
Jack bertugas mencari info korban, memiliki otak yang cerdas dan hacker yang hebat
Sementara Lucas adalah orang yang selalu berada di sisi Leon, ia merupakan orang dengan bela diri terhebat di antara lainnya. Lucas juga merupakan tameng yang hebat untuk Leon
Mereka bertiga sendiri adalah orang yang Leon selamat kan dari pembunuhan gangster lain yang menyebabkan mereka kehilangan keluarga nya, Inilah yang menyebabkan mereka rela mati demi Leon
"Bos Mark" Begitu lah Leon biasa dipanggil di sana
"Bos aku telah menemukan 7 bocah jalanan yang mau bergabung dengan kita. 4 dari mereka adalah anak yatim piatu yang selalu tertindas sementara 3 lainnya adalah anak orang kaya yang kekurangan kasih sayang" jelas Vagos
"Bagus, latih mereka hingga menjadi layak" ucap Leon
"Bos aku telah menemukan data target, kita bisa segera menyelesaikan misi ini" jelas Jack
"Persiapkan semua nya dengan matang, Lucas kau ikut dengan ku. Jack, infokan bahwa kita akan melakukan pekerjaan ini lusa, sekarang aku ingin mengecek anggota.
Vagos antar kan aku ke markas" perintah Leon
Skip, di markas
"Mereka adalah orang yang lulus seleksi minggu ini bos, ada 21 orang.
Jika di hitung secara keseluruhan total anggota kita mencapai hampir 300 orang" jelas Vagos
"Apa mereka cukup kuat untuk menjadi bagian dari kita?" tanya Leon sambil menghisap rokok nya
"Ya tentu, aku sendiri yang telah menyeleksi nya. Hanya saja untuk beberapa yang baru bergabung butuh bimbingan yang lebih keras"
"Bagaimana kau bisa percaya jika mereka tak akan mengkhianati kita?" tanya Leon
"Mendengar nama mu saja aku rasa cukup bos"
"Dasar bodoh, mana mungkin cukup!
Mereka juga mempunyai otak yang dapat berubah sewaktu-waktu" jelas Leon
"Tenang lah bos kau tak perlu khawatir. Mereka yang disini telah melalui tahapan awal menjadi anggota kita.
Untuk menguji seberapa serius mereka disini, aku telah memerintahkan beberapa hal.
__ADS_1
Kau lihat bos 7 orang berbadan besar di kiri sana?" tunjuk Vagos
"Ya, lalu?"
"Anggota baru yang ingin bergabung dengan kita harus rela dihajar tanpa melawan oleh 7 orang itu, mereka juga harus mau makan dan minum kotoran mereka sendiri selama 3 hari tanpa mengeluh, mereka harus berani membunuh orang tanpa pandang bulu dan meminum darah nya. Harus berani melukai diri nya sendiri, seperti menyayat nadi atau memotong salah satu jari. Lalu jika mereka berhasil melewati tahapan itu aku akan memerintahkan mereka melakukan misi rahasia seperti membunuh para penghalang kita. Tahap terakhir untuk yang lolos adalah mereka harus saling menjatuhkan lawan
Yang menang dapat berada disini, yang kalah akan disingkirkan,mereka akan dibunuh.
Tenang saja bos, aku tau ini belum seberapa.
ini merupakan tahap awal, mereka akan benar benar menjadi anggota kita setelah melalui tahapan yang berat. Percaya kan saja padaku" jelas Vagos
"Heh, lumayan. Ingat jangan sampai membuat ku kecewa! Aku serahkan bagian ini padamu" jawab Leon
"Jack, Lucas, kalian ikut dengan ku ke atas. Kita harus menyiapkan sesuatu untuk misi besok. Vagos, kau tetap lah disini latih mereka hingga layak!"
"Baik bos" seru mereka secara bersamaan
Begitu lah Leon menjalani hari hari nya di sana.
________________________________________
Skip
"Nak, sebentar lagi kau akan lulus bukan? bagaimana rencana selanjutnya mengenai hubungan mu dengan Frans?" tanya mama Aca
"Semenjak kematian ayah nya aku belum membahas masalah ini lagi ma" jawab Aca dengan lesu
"Tapi Aca takut ganggu Frans ma, pa. Lagian kita ngga buru buru kok. Aca takut ntar Frans malah terbebani"
"Kalo ngga ngomong ntar malah kamu sendiri yang terbebani lo, percaya sama mama Frans ngga akan marah. Wajar dong kalo Aca nanya, Aca kan cuma mau minta kepastian" jelas mama Aca
"Iya deh ntar Aca coba omongin sama Frans"
~di kamar Aca~
"Nanya Frans sekarang atau ngga ya?" Aca merasa kebingungan
"Telfon Sasya aja deh minta saran dia"
drrrtttt drrrtttt drrrtttt drrrtttt....
(nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan)
"Ih Sasya ngeselin banget sih masa ngga di angkat huh dasar!" teriak Sasya dengan kesal
"Leon lagi ngapain ya, aku telfon dia aja ah"
drrrtttt drrrtttt drrrtttt...
tutt...
__ADS_1
"Astaga aku ngapain sih, ngapain coba aku nelfon Leon? duh pasti udah kesambung ya?
ah gila gimana dong" ucap Aca yang sedang salah tingkah
"Loh Aca nelfon, kok udah di matiin sih kenapa coba? aku telfon balik deh" ucap Leon
drrrtttt... drrrtttt...
"Ha haa..halo halo Leon halo hehe" ucap Aca
"Halo Ca, kamu kenapa kok aneh gitu?
Ada masalah kah, cerita aja sama aku"
"Oh iya eh ngga, ngga kok ngga"
"Aca kamu kenapa sih kok ngomong nya aneh gitu, tadi ngapain coba nelfon aku terus di matiin gitu aja?" tanya Leon dengan kesal
"Gapapa kok kangen aja.. Eh ya ampun ngga ngga bukan gitu maksudnya Frans yang kangen iya bener dia kangen" jelas Aca dengan terbata bata
Leon yang mendengar perkataan Aca merasa senang, ia tau bahwa Aca sedang salah tingkah
"Ca kamu kangen aku?" tanya Leon
"Ngga, aku kan udah bilang Frans yang kangen kamu bukan aku"
"Padahal aku kangen sama kamu Ca"
"Eh seriusan kamu kangen aku?" tanya Aca tiba tiba
"Hayo Aca kangen aku beneran ya hahahaha" ucap Leon sambil tertawa dengan keras
"Dah lah males"
tut..tut..tut.. (Aca mematikan telfon)
"Ca Aca.. kamu imut banget sih aku kan jadi gemes. Gimana aku mau ngerelain kamu sama kak Frans coba kalo gini, huh dasar" ucap Leon
"Aku kenapa sih kok bodoh banget gini pasti sekarang Leon lagi salah paham deh sama aku😣" gerutu Aca
"Apa aku beneran kangen sama Leon ya?
Ah apaan sih nggak mungkin lah" ...
Bagi Aca,hal barusan adalah hal yang memalukan
Tapi bagi Leon ini adalah hal yang sangat berharga, Ia selalu menjadi lebih bersemangat setelah berbicara dengan Aca
Ia sangat bersyukur karena masih memiliki semangat untuk hidup, dan ini semua karena Aca
Ia terus berusaha tanpa henti agar dapat segera mewujudkan impian nya dan segera kembali berkumpul bersama keluarga juga Aca.
__ADS_1