Love Of Blood

Love Of Blood
Leon pergi (part 2)


__ADS_3

Di sekolah


"Acaaaa... " teriak Sasya


"Duh Sasya kebiasaan deh bikin kaget, ngapain sih pagi pagi udah teriak ngga jelas"


"Hehe maaf, abis aku kangen banget nih sama kamu. Oh iya Ca, waktu itu aku ketemu intan di tempat kerja loh" jelas Sasya


"Ha intan? gimana kabar dia? aku kangen banget sama intan, tapi sayang kita ngga pernah ketemu" ucap Aca


"Dia baik baik aja kok, tapi aku belum sempet tanya tanya dia keburu pingsan Ca"


"Pingsan kenapa?" tanya Aca


"Aku ngga tau pasti sih, tapi yang jelas setelah Leon bilang kalo dia adik nya Frans, intan langsung pingsan deh" jelas Sasya


"Yaudah deh biarin, mungkin intan kecapekan atau apa kita kan nggak tau


Aku pengen ketemu intan nih ke rumah dia yuk Sya please" pinta Aca


"Yuk, aku mau ca. Tapi kita ngga akan di usir lagi kan sama nyokap nya haha"


"Haha ngga lah Sya, kalo di usir lagi kita kan tinggal pulang gampang kan" Sasya dan Aca terus bersendau gurau


skip.


Beberapa hari kemudian Aca dan Sasya berkunjung ke rumah intan


"Permisi" teriak Aca


krekkkk (suara gerbang terbuka)


Terlihat lah lelaki paruh baya berdiri dengan tegak sambil tersenyum


"Ya nak cari siapa?" tanya laki laki tersebut


"Halo om, kita temen sekolah nya intan dulu


Intan nya ada ngga ya?" tanya Aca dengan sopan


"Iya om, kita udah lama nggak ketemu udah kangen banget nih sama intan" sambung Sasya


"Hehe kalian ini, mari masuk intan ada di dalam. Oh iya perkenalkan saya adalah ayah nya intan"


Aca dan Sasya pun di persilahkan masuk ke rumah intan


"Intan, nak kemarilah"


"Ya ayah aku akan turun"


"Intannn..." teriak Aca dan Sasya bersamaan sambil memeluk intan


"Ha mereka berdua ngapain sih bikin jijik aja liat nya" ucap intan dalam hati


"Hay Aca, Sasya, kalian apa kabar?" tanya Intan dengan canggung


"Apa ini, cara bicara mu jadi formal gini ke kita ha?" ejek Aca


"Oh hehe ngga kok aku cuma kangen aja sama kalian"


"Kalian apa kabar?" tanya Intan


"Kita baik☺️" jawab Aca


"Ya kita baik, dan ada kabar baik lain yang pasti akan bikin kamu seneng


Setelah kelulusan Aca bakal tunangan.


Yeeeeee..." teriak Sasya dengan gembira


"Sasya jangan bikin malu deh" ucap Aca sambil menahan malu

__ADS_1


"Tunangan?" tanya Intan dengan syok


"Iya tunangan, Aca bakal tunangan sama Frans. Cowok cakep yang kita temuin di sekolah dulu itu haha" jelas Sasya


"Kau pasti bahagia kan mendengar nya"


"Ya tentu aku sangat bahagia, selamat untuk mu dan Frans ya Ca" ucap intan dengan senyum pura pura nya.


Intan tak menyangka akan mendengar berita yang sangat memuakkan ini, serasa di sambar petir di siang bolong, hati nya terasa sakit, sangat sakit!!


Setelah beberapa jam kemudian akhirnya Sasya dan Aca berpamitan untuk segera pulang ke rumah.


Pranggg... Gubrakkk...


"Arggghhh..."


"Gadis sialan, berani beraninya dia merebut kekasih ku


Aku tak akan tinggal diam, kau akan mati


Aca kau akan matiiiii...😭" teriak Intan dengan penuh amarah


Tap.. tap.. tapp (suara langkah kaki)


"Ayah, itu kau?" teriak Intan


Ia segera melangkahkan kaki hendak menuju pintu, tapi tiba-tiba terhenti setelah ia mengingat kejadian beberapa hari yang lalu saat dirinya di hantui setan dengan badan berlumuran darah


"Bagaimana bisa aku melupakan peristiwa itu?" Ucap intan sambil mundur beberapa langkah


"Dasar bodoh, aku bahkan belum mengatakan peristiwa waktu itu pada ayah dan ibu" intan yang merasa ketakutan terus sama berfikiran negatif tak berani bergerak


Brakk.. suara pintu terbuka


Intan yang ketakutan segera berteriak


"Huwaaaaaa seetannnnnnn ampun setannnn pergi jangan dekati aku ampun" teriak Intan


"Papa, intan takut disini ada setan yang terus mengganggu ku" jelas intan sambil menangis


Intan merasa aneh kenapa papa nya tak merespon ucapan nya, badan nya pun terasa dingin. Ia segera menunduk,betapa terkejutnya yang terlihat di lantai adalah darah. Dengan segala keberanian nya ia memutuskan untuk mendongak ke atas menatap wajah yang ia anggap ayah nya


"Intannnn..."



"Setannnn😟😱" teriak Intan setelah tau bahwa yang ia peluk bukan lah ayah nya


"Pergi lah mengapa kau terus mengganggu ku? Huhuhu 😭"


Intannnn....


Mengapa kau membunuh ku


kemarilah


peluk aku


Intannnn.....


"Tidak , aku tak akan mendekat. Apa sebenarnya yang kau inginkan


Aku bahkan tak mengenal mu pergi lah"


"Kau tak mengenal ku?"


"Ya aku tak mengenal mu" jawab intan dengan ketakutan


"Bahkan ketika tak mengenal ku kau tetap membunuh ku?"


"tidak aku benar benar tak mengenal mu

__ADS_1


aku bahkan tak membunuh siapa pun pergi lah menjauh lah dari ku"


Grep...


"To.. toll.. tolong.. tolong lepas kan leher ku aaa aku akan kehabisan na nafas" ucap intan terbata bata karna leher nya telah di cekik


Intan akhirnya pingsan setelah ia merasa tak dapat bernafas lagi, ia akhirnya tersadar dengan ayah nya berdiri di samping nya.


"Sayang apa yang terjadi bangun lah nak" teriak ayah intan dengan panik


"tidak menjauh lah jangan dekati aku, kau pasti setan itu kan"


teriak Intan yang mengingat kejadian tadi. Ia masih merasa takut jika ayah yang ia liat sekarang bukan ayah nya yang asli


"Liat baik baik, kaki ayah bisa menyentuh tanah. Ayah bukan hantu nak"


Intan dengan seksama memperhatikan kaki ayah nya, dan benar ternyata itu adalah ayah nya yang asli bukan hantu. Ia segera memeluk ayah nya dengan penuh ketakutan


"Ayah tolong aku, aku takut. Setan itu terus saja datang dan ingin membunuh ku huhuhu 😭" jelas intan


"Tenang lah sekarang kau sudah aman, tidur lah nak ayah akan menemani mu"


Di tempat lain sedikit demi sedikit Leon telah berhasil menjalankan usaha nya dan mengumpulkan orang untuk menjadi anggota dari organisasi bawah tanah nya...


Ia merasa rindu dengan keluarga nya tapi ia memutuskan untuk tak memberikan kabar.


Leon akhirnya memutuskan untuk menelfon Aca


Drrrtttt... drrrtttt... drrrtttt...


"nomor baru? semalam ini siapa yang menelfon? merepotkan


Halo.." jawab Aca


"Halo, Aca ini aku Leon"


"Wah Leon ada apa kau menelfon ku? Bagaimana kabar mu, apa kau baik baik saja?" Tanya Aca dengan antusias


"Ya aku baik baik saja, bagaimana kabar keluarga ku?" tanya Leon


"Mereka baik baik saja, kemana kau pergi selama ini?"


"Kau tak perlu tau!"


"Dasar menyebalkan 😑,


Oh iya ,lulus besok aku tunangan sama Frans


kamu pasti akan datang kan?" tanya Aca


"Tidak, jika aku datang mungkin aku akan mencium mu lagi dan tak membiarkan mu jadi milik Abang ku"


Aca yang mendengar nya merasa malu, ia teringat akan kejadian dulu saat Leon mengambil ciuman pertama nya


"Sudah lah kau ini, datang tak datang terserah" jawab Aca dengan malu


Leon yg mendengar pernyataan Aca pun merasa gemas, ia tak bisa membayangkan pasti sekarang Aca sedang menahan malu hingga pipi nya memerah


"Aca dengar, untuk masalah balas dendam ku kau tak mengatakan pada siapa pun kan? tanya Leon


"Tentu tidak, apa untungnya aku memberitahukan hal bodoh ini ke pada orang lain"


"Dasar kau..


Aku disini sedang mengumpulkan orang orang hebat guna membantu ku balas dendam, tolong jaga rahasia dan tetap dampingi keluarga ku" pinta Leon


"Berjanji lah..."


"Ya baik lah aku berjanji, kau tak perlu sungkan berhati hatilah disana" jawab Aca


"Baiklah, aku tutup telfon nya bye"

__ADS_1


"Bye"


__ADS_2