Love Of Blood

Love Of Blood
#23


__ADS_3


Di rumah intan


"Bu liat deh, gimana keren ngga?" tanya Intan kepada ibu nya sambil menyodorkan handphone menunjukkan sebuah video


"Intan ini beneran?" tanya ibu intan dengan


terkejut


"Ya nggak lah bu, mana mungkin Aca yang bunuh papa nya Frans! Kan jelas jelas kita yang ngerencanain ini hahaha"


"Tapi nak lihat lah, Vidio ini benar benar terlihat nyata. Kamu gimana caranya bisa bikin video gini?"


"Oh gampang, aku tinggal minta tolong sama temen ku. Pas dia tanya buat apa aku bilang buat tugas awal masuk kuliah, beres kan haha" jelas intan


"Cerdas🤩 Ini baru intan anak kebanggaan ibu. Terus mau kamu gimana in vidio ini?"


"Aku bakal tunjukkin ke Frans!" jawab Intan


"Ini terlalu berbahaya nak, gimana kalo Frans ngga percaya terus dia bilang ke Aca? Kamu yang akan kena masalah"


"Tenang aja Bu, pertama kita harus gunain si Kevin berengsek itu"


"Caranya?" tanya ibu intan


"Di seberang gudang tua itu ada cctv yang masih aktif, disana jelas terlihat Kevin berada di depan gudang dan sedang bersembunyi kemudian datang papa Frans. Untuk masalah pembunuhan sebenarnya yang melakukan adalah adik Frans sendiri, Leon. Tapi pada saat kejadian pembunuhan Leon tak terlihat disana karena berada dalam ruangan gelap. Dengan ini kita bisa melimpah kan kesalahan kepada Kevin. Bukan kah disini terlihat jelas jika Kevin yang merencanakan pembunuhan ini? Hahaha


Lalu Ibu liat kan foto Kevin sama Aca yang tadi?"


"Ya ibu melihat nya"


"Foto ini dapat kita gunakan untuk membuat Frans merasa seakan akan mereka telah bekerja sama untuk menghancurkan keluarga nya. Hahahaha" jelas intan dengan tertawa


"Bagus 👍 Ide mu ini sangat brilian. Kita harus sesegera mungkin melaksanakan rencana ini haha" ucap ibu Intan


Brakk (pintu terbuka)


"Hentikan semua ini atau kalian sendiri yang akan celaka!"


"Ayah😳" intan dan ibu nya merasa terkejut


"Apa yang kalian lakukan, ini adalah hal paling kotor yang pernah ada. Kalian tidak berhak untuk mengambil kebahagiaan orang lain. Lagipula mereka tak ada salah, untuk apa harus sampai merencanakan pembunuhan" ucap ayah intan


"Kau tidak mengerti, mereka telah menyakiti perasaan anak kita intan!" jelas ini intan


"Intan sayang dengarkan ayah, ini bukan lah hal yang ayah ajarkan kepada mu. Aca adalah sahabat mu sendiri, bagaimana mungkin kau bisa menyakiti nya"


"Cukup ayah cukup. Ayah tak tau apa yang aku rasakan 😭..


Sakit ayah sakit! Hati intan sakit, intan ngga


bisa terima kalo Aca selalu bahagia sedang kan intan ngga" jawab intan


"Bahagia atau tidak itu kita sendiri yang buat nak, tolong jangan melakukan hal bodoh ini. Ayah menyayangi mu" bujuk ayah intan


"Tidak, hentikan mempengaruhi anak mu! Rencana ini tetap akan berlanjut, dengan atau tanpa dukungan mu" bentak ibu intan


"Ibu macam apa kau yang membiarkan anak nya sendiri melakukan kejahatan"


"Kau..😠" ucap ibu Intan sambil menunjuk wajah suami nya


"Ayah dengar kan aku, aku mohon jangan katakan rencana ini pada siapapun. Tak masalah jika ayah tak ingin membantu, biarkan aku dan ibu yang melakukan nya." bujuk intan

__ADS_1


"Kau sudah tidak waras? Bagaimana mungkin ayah mengetahui ada hal jahat semacam ini dan tak melakukan apa apa? Ayah akan mengatakan semua nya kepada Frans dan Aca." ucap ayah intan


"Ayah berhenti. Kau lebih menyayangi mereka dibanding anak mu sendiri?"


"Tidak, justru aku sangat menyayangimu nak. Itu sebab nya aku harus mengatakan semua ini dan menghentikan nya" jawab ayah intan


"Konyol😕, aku peringatkan sekali lagi jangan ikut campur dalam urusan ku!" bentak intan


"Kau membentak ayah mu sendiri nak😢?"


"Yaa.. siapapun yang menghalangi rencana ku akan aku singkirkan" jawab intan


"Bagaimana cara mu menyingkirkan ku?" tanya ayah intan


"Semua cara akan aku lakukan, termasuk jika aku harus membunuh mu!" bisik intan kepada ayah nya


"Kau bahkan tega untuk membunuh ku nak? tidak kan kau menyayangiku lagi? Aku adalah ayahmu, bagaimana bisa kau melakukan hal hina seperti ini?" tanya ayah intan dengan sedih


"Hal hina apa yang kau maksud? Aku hanya ingin memperjuangkan cintaku. Bukan kah kau yang lebih hina ayah? Kau bahkan tidak mendukung sedikit pun rencana ku sebagai anak mu" jawab intan


"Ya anak mu benar! Ayah macam apa kau yang tak mendukung rencana anak nya sendiri. Dasar gila!" ucap ibu Intan


Tanpa berkata kata lagi ayah intan segera keluar dari kamar


"Ayah berhenti!" teriak Intan


"Cepat kejar ayah mu atau dia akan mengatakan semua nya kepada Frans" ucap ibu Intan


Intan segera berlari mengejar ayah nya


Dengan keadaan ayah nya yang semakin tua tentu intan dapat dengan mudah menyusul nya.


"Ayah berhenti, mau kemana?" tanya Intan


Ayah bahkan menyesal telah membesarkan pembunuh" jawab ayah intan dengan tegas sambil menangis


Perlahan intan melepaskan pegangan tangan nya, ia merasa syok mendengar kata kata ayah nya yang mengatakan tak sudi memiliki anak seperti diri nya.


"Kau menyesal menjadi ayah ku?" tanya Intan sambil meneteskan air mata


"Ya aku menyesal! Orang tua mana yang tak akan terpukul jika anak nya sendiri berusaha melenyapkan diri nya" jawab ayah intan


"Baiklah, mulai sekarang kau bukan ayah ku lagi! Kau tak perlu menyesali nya. Dengan begini aku juga tak akan segan untuk menghabisi mu, hahaha" Intan yang tertawa dengan keras ternyata juga menahan kesedihan yang sangat dalam di hati nya.


"Lakukan apa mau mu dan aku juga akan melakukan apa mau ku" ucap ayah intan sambil melangkah pergi


"Berhenti!" teriak Intan


Perlahan ayah intan memalingkan kan badan nya. Tak di duka, Spontan intan menjambak rambut ayah nya dan menarik kepala nya lalu membenturkan nya di sisi meja


"Sakit nak,aku adalah ayah mu sadar lah" teriak ayah intan


"Disaat seperti ini kau baru ingat jika aku anak mu? Hahahaha, sudah terlambat!" jawab intan


Bagaikan orang yang sedang kerasukan, intan membabi-buta tanpa rasa iba terus membenturkan kepala ayah nya sendiri hingga tak bergerak lagi. Ia bahkan tak menyesal dan malah tertawa melihat darah ayah nya dimana mana, ia merasa bahwa satu penghalang telah pergi dan memang pantas untuk di habisi.


Bruk.. Suara ayah intan yang terjatuh


"Hey bangun lah, jangan pura pura mati! aku sudah muak." ucap intan sambil menendang badan ayah nya yang telah tewas


"Atau jangan jangan kau memang sudah mati? Hahahaha" Intan yang tertawa tanpa sadar juga menangis, ia sangat sedih karena telah kehilangan ayah nya


"Huhuhu ayah bangun lah maaf kan aku😭" perlahan ia terduduk di samping jasad ayah nya sambil memegang kepala nya sendiri

__ADS_1


"Hahahahaha 🤣 untuk apa aku menangis


bukan kah aku harus nya sangat bahagia karena si tua bangka ini telah mati? Hahaha ya benar aku harus bahagia" intan tertawa dengan keras


Krekk...


Intannnn...


kemarilah ... ikut dengan ku*


"Kau kau😳 setan seperti mu untuk apa datang kembali pergi lah" ucap intan dengan takut, ia berusaha keras untuk berteriak tapi yang keluar hanya lah suara yang kecil


"Menjauh lah dari ku, aku mohon" pinta intan


Intannnn...


Kau tega membunuh ayah mu sendiri


Itu tanda nya kau juga harus mati


Ikut lah dengan ku


intan...


"Tidakk! Ibuuuuuuu....." teriak Intan dengan sekuat tenaga


Makhluk tersebut akhirnya menjambak rambut intan dan menarik nya dengan paksa menuju kamar


"Ibu tidak ibuu dengar kan aku bu jangan lompat itu berbahaya. Ibuuu 😭" teriak Intan dengan takut melihat ibu nya hendak lompat dari jendela


**Bagaimana jika kau juga mati bersama ibu?


Bukan kah ayah ku juga telah tewas


Intannn**...


"Tidak kumohon lepas kan aku, jangan sakiti ibu ku juga aku mohon kepada mu😭"


"Arggghhh sakittt" makhluk tersebut mencekik leher Intan dengan kuat


Bruk! Intan tak sadar kan diri...


Setelah keesokan hari nya ia tersadar dari pingsan dan mendapati ibu nya berada di samping nya.


"Ibu apa kau baik baik saja😨?" tanya Intan dengan panik


"Tentu, apa ya terjadi nak? semalam kau pingsan di lantai?" tanya ibu intan


"Ayah dimana?"


"Ayahmu.. Dia 😓😭, dia meninggal." ucap ibu Intan


"Ayah maaf kan aku, aku lah yang telah membunuh mu😭"


"Ya ibu tau, tenang lah nak. Ibu telah menghilangkan jejak sehingga tak akan ada yang tau siapa pembunuh ayah mu."


"Benarkah bu?"


"Tentu, sekarang kau mandi lah dan turun kebawah. Semua orang telah berkumpul." ucap ibu intan


"Tidak jangan tinggalkan aku, ada setan yang ingin menghabisi nyawa ku Bu, aku takut." jelas intan


"Mana ada setan di siang bolong begini? cepat lah mandi dan pergi ke bawah!" Teriak ibu intan

__ADS_1


__________________________________________


__ADS_2