Love Of Blood

Love Of Blood
Di Hasut


__ADS_3

Perselisihan yang terjadi antara Bryan dan Frans di manfaatkan oleh Intan. Perlahan tapi pasti Intan selalu berusaha untuk mendekati Bryan untuk meracuni fikiran nya.


Tapi itu tidak mudah, Bryan yang merupakan seorang idol terkenal tentu tidak akan mudah untuk di temui sembarang orang. Tapi semua ini tak akan menyulutkan semangat Intan untuk membuat Bryan semakin terbakar api cemburu.


Setiap hari ia selalu berusaha agar dapat bertatap muka dengan Bryan dan berbicara kepada nya.


Usaha tak akan menghianat hasil, satu minggu lama nya ia berusaha akhirnya kesempatan itu datang. Intan bertugas membantu Bryan mengganti pakaian nya. Kesempatan langka ini tentu tidak akan ia sia-sia kan.


"Bryan, aku tau kau menaruh perasaan ke pada Aca. Kau menyukai nya kan?" bisik Intan


"Tutup mulut mu! Jangan lancang. Siapa kau yang berani berbicara seperti itu?" tanya Bryan dengan sedikit marah


"Tenang lah, kau tak perlu menyembunyikan ini dari ku. Aku telah mendengar percakapan mu dengan kak Grace beberapa hari yang lalu. Jangan berbohong lagi!" ucap Intan


"Jangan berbicara omong kosong! Pergi lah, aku bisa melakukan ini sendiri." bentak Bryan


"Dengar, aku bisa membantu mu untuk mendapatkan Aca." rayu Intan


"Kau fikir aku adalah orang bodoh yang akan dengan mudah percaya pada ucapan mu?" tanya Bryan


"Hei, apa kau tega jika Aca terus bersama Frans? Lihat lah, mungkin saja Aca tidak akan bahagia." ucap Intan


"Akan aku katakan satu hal padamu. Aku menyukai Frans, aku juga berasal dari Indonesia. Aku mengikuti nya sampai sini demi memperjuangkan cinta ku. Sedangkan dirimu, seorang pria lemah yang tak berani memperjuangkan cinta nya. Hanya berdiam diri memandang orang yang di cintai bahagia bersama orang lain?" celoteh Intan


Bryan terdiam seribu bahasa dan tak menghiraukan sedikit pun ucapan Intan. Intan pun merasa sangat kesal karna Bryan terus-terusan mengabaikan ucapan nya. Tapi usaha nya tak akan berakhir sampai disini. Dengan segala kepiawaian nya dalam berbicara, ia terus mengoceh agar Bryan mau mendengar kan usulan nya untuk memperjuangkan Aca.


"Diam lah!" teriak Bryan dengan melempar sebuah kotak ke tembok. Benda tersebut nyaris mengenai kepala Intan.


Intan yang ketakutan segera pergi meninggal kan Bryan. Ia berkata jika Bryan berubah fikiran, maka dengan senang hati ia akan membantu nya.


"Gadis gila dari mana lagi dia, kenapa orang yang sangat tak kompeten semacam itu bisa bekerja di agensi sebesar ini?" keluh Bryan


"Tapi, ucapan nya ada benar nya. Aku ini lelaki, seharus nya aku juga bisa memperjuangkan perasaan ku. Bukan menjadi pengecut yang hanya bisa berdiam diri di belakang layar seperti ini!" ucap nya

__ADS_1


"Arrggg ... sialan! Ayolah Bryan, jangan menjadi bodoh dengan mempercayai perkataan wanita gila itu." ucap nya menyakin kan diri sendiri.


Bryan berusaha untuk tidak memikirkan perkataan Intan, tapi lagi-lagi fikiran nya selalu membayang kan bagaimana cara nya untuk mendapatkan Aca.


"Aca..." panggil Bryan


"Hai, udah lama kita ngga ngobrol. Ada apa?" tanya Aca


"Tidak, aku hanya sedikit merindukan mu." jawab Bryan


"Maksud nya?" tanya Aca


"Sial, lagi-lagi mulut ku tidak bisa di kontrol!" batin Bryan


"Tidak-tidak, bukan seperti itu. Maksud nya, aku sedikit membutuhkan bantuan mu." jawab Bryan


"Apa yang kau butuhkan?" tanya Aca


"Kau mau menemani ku makan siang?" tanya Bryan


"Bagaimana jika di lantai tiga saja. Pemandangan nya cukup bagus dan tidak terlalu ramai." usul Bryan


"Benarkah, aku sama sekali belum pernah kesana. Aku akan mengambil makanan terlebih dulu." kata Intan


"Tidak perlu, aku sudah memesan makanan. Kita sebaiknya bergegas ke atas." ajak Bryan


Aca pun menuruti permintaan Bryan. Ia mengikuti Bryan dari belakang menuju lantai 3 agensi tersebut. Perasaan Bryan sangat bahagia kala itu, tak ada sedetik pun waktu yang ia lalui tanpa senyuman mengingat ada Aca di samping nya.


Imajinasi nya berubah menjadi liar, tatkala tak sengaja ia menatap wajah cantik Aca dengan tubuh langsing nya yang berbalut dres berwarna hijau tua. Rambut nya hitam panjang terurai hingga batas pinggang, kaki nya yang jenjang indah dengan kulit putih dan pipi merah merona. Bibirnya berwana merah muda dengan kelopak mata ganda yang mempesona.


Bryan tak lagi berani membayangkan tubuh Aca, mengingat mereka berdua berada di tempat sepi. Takut jika tiba-tiba melakukan hal buruk yang berbahaya.


"Bryan?" panggil Aca, yang menyadar kan Bryan dari lamunan nya.

__ADS_1


"Ah iya, kenapa Ca?" tanya Bryan


"Makanan nya mana, aku sudah lapar. Hehe." tanya Aca dengan malu-malu.


"Makanan? Astaga iya aku lupa. Sebentar lagi akan datang, sabar ya." jawab Bryan


"Iya gapapa kok, istirahat kita hari ini juga lebih lama bukan. Tak usah buru-buru." kata Aca


Beberapa saat kemudian makanan yang di pesan Bryan pun datang. Mereka berdua segera menyantap makanan tersebut dengan lahap. Bryan masih saja tak bisa mengalihkan pandangan nya dari wajah Aca yang sedang melahap makanan di depan nya.


"Wanita gila itu benar. Bagaimana pun cara nya, aku harus memperjuangkan cinta ini. Aku harus bisa dapetin Aca!" batin Bryan "Melihat nya dengan jarak sedekat ini membuat ku ingin memeluk nya. Astaga, sejak kapan fikiran ku jadi sekotor ini?"


Sementara di sisi lain, Frans berjalan kesana kemari mencari Aca. Ia bertanya kepada beberapa orang yang di jumpai nya dan tidak ada satu pun yang tau.


"Kak Grace...?" panggil Frans


"Iya, kenapa Frans?" tanya Grace


"Ah tidak, aku hanya ingin bertanya. Apa kau tau di mana Aca?" tanya Frans


"Aca? Aku tidak melihat nya. Bryan juga tidak terlihat dari tadi. Mungkin mereka berdua pergi bersama." jawab Grace


"Dengan Bryan? Dimana mereka pergi?" tanya Frans


"Hei, aku hanya berkata mungkin. Tidak tau apakah mereka benar bersama atau tidak!" ucap Grace


"Baiklah-baiklah, aku mengerti! Terimakasih, aku akan mencari Aca lagi." kata Frans


"Ya, cari kan Bryan juga ya." ucap Grace


"Nyari Bryan? Dih, mending nganggur deh. Ngapain buang-buang waktu nyariin si cowo sialan itu." batin Frans


Akhirnya usaha Frans sia-sia. Selama istirahat siang ia sama sekali tak bisa menemukan Aca.

__ADS_1


Intan yang melihat dari kejauhan merasa puas karna akhirnya Frans bisa menjauh dari Aca meski sementara. Ia bertekad untuk terus menghasut Bryan agar mau menuruti semua yang Intan perintah kan. Dengan begitu, jalan nya untuk mendapatkan Frans akan selangkah lebih mudah dan tak perlu menguras banyak tenaga.


__ADS_2