Love Of Blood

Love Of Blood
Lanjut Kuliah


__ADS_3

13 Maret 2020, Indonesia


Siang itu, tepat pukul 13.00 wib Aca telah turun dari pesawat dan hendak menuju rumah. Ia sudah mempersiapkan diri dan berusaha sekuat tenaga agar tidak meneteskan air mata selama proses pemakaman almarhum ayah nya.


tok... tok... tok... (suara pintu yang di ketuk)


"Mama ...." teriak Aca


"Sayang, kamu pulang nak." sambut mama Aca sembari memeluk nya.


"Ayo masuk nak, kamu istirahat dulu sebentar baru nanti kita bicara." ucap mama nya


"Iya Ma, Aca juga udah laper banget nih. He he he." kata Aca berusaha tegar


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah sudah terlihat banyak orang yang datang untuk menghadiri pemakaman almarhum ayah nya. Mereka serempak menggunakan pakaian berwarna hitam.


Aca melihat ke arah kanan, ia melihat ayah nya sudah terbaring di sana tak bernyawa. Tanpa sadar air mata nya menetes, ia sudah tak bisa menyembunyikan kesedihan nya terlalu dalam. Spontan ia berlari menghampiri jenazah ayah nya sambil menangis.


"Papa ... Papa ini Aca. Aca pulang pa, papa sadar dong. Ini Aca udah pulang. Pa ... Papa, papa bangun. Papa ...." teriak Aca dengan histeris.


Tak hanya Mama nya, semua orang yang ada di sana pun ikut bersedih menyaksikan tangisan Aca yang sedang berada dalam pelukan almarhum ayah nya.


Halaman rumah Aca pun terlihat sangat ramai. Semua terlihat seperti sebuah pesta di bandingkan pemakaman. Pasal nya, banyak sekali media lokal maupun internasional datang yang selain untuk sekedar mengucap kan bela sungkawa juga mencari berita. Ini di karna kan jabatan dan karir yang di miliki oleh alhamarhum Adam Mahendra bukan nya jabatan kelas bawah melainkan sudah merambah ke dunia internasional.


Pukul 17.10, pemakaman tersebut telah selesai di lakukan. Sebagian kerabat dan teman serta wartawan sudah kembali. Hanya tersisa beberapa orang yang hendak membantu menyiapkan untuk acara selanjut nya.

__ADS_1


Aca dan mama nya terlihat sedang berbincang-bincang di dalam kamar. Mereka membahas tentang kelangsungan hidup mereka yang harus tetap berjalan meski sekarang tanpa kehadiran sosok seorang Ayah.


"Sayang, udah ya jangan sedih lagi. Ini mungkin memang sudah jalan yang terbaik untuk keluarga kita. Dari sini kita dapat belajar banyak hal, salah satu nya tentang keikhlasan." jelas Mama nya


"Iya Ma, Aca ngerti kok. Tapi Aca masih belum bisa terima atas kepergian papa ma. Hati Aca masih sakit ketika melihat rumah ini. Banyak banget kenangan yang ngebuat Aca gabisa lupain Papa." jawab Aca


"Udah-udah. Ngga seharus nya kita bahas almarhum Papa mu yang udah tenang di sana. Kita harus bisa bangkit dari ke terpuruk an ini dan memulai hidup yang baru, berdua. Hanya ada Aca, sama Mama." kata Mama nya


"Iya Ma, Aca janji. Sebisa mungkin Aca ngga akan nangisin almarhum papa lagi. Mama juga janji ya jangan sedih lagi." kata Aca sambil mengusap air mata yang jatuh di pipi Mama nya.


"Sayang, Mama ingin kamu melanjutkan lagi kuliah yang sempat kamu tinggalkan. Mama ngga mau anak Mama satu-satunya jadi wanita ter belakang karna tak memiliki pendidikan yang layak." ucap Mama nya


"Ngga bisa Ma. Aca sekarang udah kerja Mama tau sendiri kan. Aca udah jadi manager Frans. Dan, jadwal Frans sendiri memang sangat padat. Apa lagi Frans baru saja menang dalam nominasi aktor pendatang baru paling populer." jelas Aca


"Aca fikirin dulu lah Ma, Aca juga harus minta pendapat Frans dulu." kata Aca


"Yaudah. Kamu istirahat ya, jangan tidur malam-malam. Itu juga baik buat kesehatan, Mama keluar dulu ya." ucap mama nya sembari mencium kening Aca dan berlalu meninggalkan kamar tersebut.


Aca akhir nya memutuskan untuk menelfon frans. Ia menceritakan semua yang terjadi kepada Frans tanpa ada satu kata pun yang tertinggal. Dia juga menyampaikan perihal Mama nya yang menyuruh nya berhenti menjadi manager Frans dan melanjutkan kuliah di Indonesia.


Frans pun tidak keberatan dengan itu. Ia memperbolehkan Aca untuk tetap tinggal di Indonesia dan melanjutkan kuliah nya. Frans bahkan juga memberikan support untuk Aca yang akan membuat Aca lebih bersemangat untuk melewati masa sedih ini.


"Mama ...." panggil Aca


"Iya sayang, kenapa, kok belum tidur sih?" tanya Mama nya

__ADS_1


"Aku udah bicara sama Frans Ma. Dan, aku udah putusin kalau aku akan lanjut kuliah di sini." jawab Aca


"Bagus sayang. Ini menang pilihan yang terbaik. Mulai sekarang pokok ny kamu ngga boleh nyerah sama keadaan. Kmu juga harus terus semangat." kata Mama nya


"Iya Ma, Aca kan udah janji sama mama kalau Aca ngga akan sedih-sedih lagi. Yaudah, Aca tidur dulu ya Ma. Mama juga cepet istirahat jangan sampai kecapekan." Ucap Aca


Satu minggu kemudian.


"Mama ... Aca berangkat sekarang ya takut telat!" teriak Aca sambil berlari dan memakai sepatu nya


"Aca makan dulu nak, nanti kamu sakit loh. Aca ...? Eh kemana anak ini, jangan-jangan dia udah berangkat?"


"Bi, tolong cek Aca nya udah berangkat belum!" suruh mana nya


"Udah nyonya, non Aca pergi pakai lamborgini yang warna merah." jawab salah satu pembantu di sana


"Yaudah deh gapapa. Kalian lanjut aja kerja nya ya." ucap Mama Aca


Keluarga Aca memang di kenal sebagai keluarga terpandang yang murah hati. Mereka bahkan tak membedakan pekerjaan semua orang, bahkan mereka sudah mengganggap para pekerja di sana seperti keluarga sendiri.


20 menit kemudian Aca sampai di kampus. Dengan jarak yang memang tidak terlalu jauh dan kendaraan super yang ia miliki, dalam waktu yang cukup singkat ia sudah sampai di tempat tujuan.


Semua orang yang ada di sana pun terkagum-kagum melihat penampilan Aca yang bak dewi dari khayangan. Aca turun dari mobil mewah tersebut dan melenggak-lenggok bak super model. Memadukan jeans berwarna putih dengan atasan berwarna merah maroon menjadikan nya sangat cantik. Di tambah dengan sepasang high heels berwarna biru tua dan tas bermerek yang juga senada dengan warna sepatu nya. Memancarkan aura konglomerat yang simple namun tetap modis dan elegan.


Hari itu Aca terlihat sangat-sangat sempurna. Rasa nya sangat sulit untuk mencari seseorang yang bisa menandingi kesempurnaan Aca. Dia benar-benar terlihat seperti bidadari pagi itu.

__ADS_1


__ADS_2