
Tuntutan pekerjaan Aca yang merupakan manager dari Frans tentu akan membuat mereka selalu dekat di mana pun itu. Kedekatan ini lah yang sering kali membakar api cemburu pada diri Bryan yang sadari awal telah menaruh rasa simpati kepada Aca. Seringkali mood nya hancur hanya karna melihat kedekatan Aca dan Frans, yang selain status sebagai artis dan manager juga sebagai sepasang kekasih.
"Bryan, kenapa akhir-akhir ini kinerja mu melemah? Fokus dong,fokus!" ucap Grace dengan kesal
"Please kak, jangan tambah beban fikiran ku. Aku lagi ngga mood." jawab Bryan
"Jadi apa masalah nya? Sampai tua juga masalah ini ngga akan bisa selesai kalau kamu ngga mau cerita. Ayo kita ngobrol, kamu ungkapin semua nya biar kamu ngga linglung kaya gini lagi." bujuk Grace
"Tapi janji ya jangan bilang siapa siapa." ucap Bryan
"Dari kecil, aku udah liat kamu telanjang. Emang pernah aku bilang ke orang-orang?" ucap Grace
"Ih apa sih kak, aku serius." jawab Bryan dengan kesal
"Ha ha ha, oke-oke. Kakak akan jaga rahasia, cepat katakan." ucap Grace
"Kau tau Aca bukan?" tanya Bryan
"Jangan berbelit-belit anak muda!" kata Grace dengan ketus
"Iya-iya. Jadi gini kak, aku... aku..." ucap Bryan terbata-bata
"Aku tidak punya cukup waktu untuk mendengarkan mu. Jawab sekarang juga atau aku akan keluar?" ancam Grace
"Eh kok gitu sih." ucap Bryan
Grace pun berpura-pura melangkah kan kaki seolah benar-benar akan keluar dari ruangan tersebut.
"Aku suka sama Aca." celetuk Bryan
"Lalu apa masalah nya?" tanya Grace
"Ayolah kak, gunakan sedikit otak mu. Kau tau jelas bukan, Aca sudah memiliki kekasih." jawab Bryan dengan lesu
"Memang nya kenapa, kalau kamu suka ya suka aja. Ngga ada masalah kan?" kata Grace
"Tuhan, tolong berikan sedikit otak untuk kakak ku." ucap Bryan
"Hei dasar, jangan macam-macam deh." kata Grace sambil memukul kepala Bryan dengan pelan
"Aw. Kak, kau kan alumni dari universitas yang sangat terkenal. Masa masalah begini aja ngga paham sih?" tanya Bryan
"Aku malas berfikir, katakan saja langsung." kata Grace
__ADS_1
"Jadi gini, aku itu menyukai Aca. Aku ingin Aca menjadi milikku. Bukan semata-mata hanya aku yang menyukai Aca dan dia masih milik orang lain." jelas Bryan
"Terlalu berbelit-belit. Jika suka langsung bilang aja, buat apa harus menggunakan pemikiran panjang yang kuno itu!" jawab Grace
"Huh, sudah lah kak. Berbicara dengan mu hanya akan membuat aku kehilangan setengah otakku. Bukan nya kasih solusi malah bikin tambah emosi." teriak Bryan
"Baiklah-baiklah, tenangkan dirimu. Aku akan keluar." kata Grace sambil melangkah pergi meninggalkan Bryan
"Sejak kapan IQ kak Grace jadi serendah itu? Astaga ini membuat ku gila." ucap Bryan
Tanpa sadar ternyata Intan yang sedang menyamar menjadi seorang staf mendengarkan pembicaraan Grace dan Bryan dari balik pintu.
Di sudut ruangan.
Aca dan Frans sedang beristirahat sambil bercanda menghabis kan waktu bersama. Amarah Bryan lagi-lagi berkobar melihat kemesraan mereka.
"Hei, ini adalah tempat kerja bukan tempat kencan!" bentak Bryan yang mengejutkan Aca dan Bryan
"Ah maaf kak, tapi ini adalah jam istirahat." ucap Frans
"Jangan panggil aku kakak, kita bukan saudara!" jawab Bryan dengan ketus
"Bryan maaf, tapi kamu tidak perlu berteriak seperti ini." timpal Aca
"Hei, kau ada masalah apa dengan ku? Jangan mencari masalah!" ucap Frans mengingatkan Bryan
"Jangan menujuk diriku. Kita perlu berbicara empat mata." ucap Bryan dengan tatapan tajam nya
"Sayang kamu tunggu disini ya." kata Frans sembari pergi mengikuti Bryan
Aca merasa khawatir dan penasaran dengan apa yang terjadi. Mereka berdua pergi ke ruangan belakang gudang yang sepi.
"Katakan apa masalah nya?" tanya Frans
"Tinggalkan Aca!" jawab Bryan
"Hah?" Frans terkejut dengan perkataan Bryan
"Apa kau tuli? Aku bilang tinggal kan Aca." ucap Bryan mengulang kata-kata nya lagi
"Gila! Kau sudah gila, atas dasar apa kau menyuruh ku meninggalkan Aca?" tanya Frans
"Atas dasar aku menyukai nya!" jawab Bryan dengan tegas
__ADS_1
"Hentikan omong kosong ini, berhenti bergurau!" kata Frans sembari melangkah pergi meninggalkan Bryan
"Hei." teriak Bryan dengan menarik baju Frans
"Lepaskan!" kata Frans sambil menepis tangan Bryan
"Aku sedang berbicara padamu secara baik-baik. Jangan membuat ku marah!" kata Bryan
"Kau yang jangan membuat ku marah! Kebodohan macam apa ini yang menyuruh seorang lelaki meninggalkan kekasih nya dan memberikan nya kepada orang lain?" tanya Frans
"Ini bukan kebodohan. Ini adalah tentang cinta, aku mencinta Aca!" teriak Bryan
"Dan aku juga lebih mencintai Aca dibanding dirimu!" teriak Frans
Frans dan Bryan menghabiskan cukup banyak waktu untuk berdebat perihal siapa yang layak memiliki Aca.
"Dengar! Berbicara dengan mu hanya akan membuang waktu. Selama ini aku menghormati mu semata-mata hanya karna kau adalah senior ku dalam bidang ini. Tapi untuk masalah Aca, jangan harap kau bisa mendapatkan nya!" ucap Frans dengan tegas
"Jangan terlalu yakin dulu, semua bisa berubah seiring berjalan nya waktu. Mari kita buktikan siapa yang layak untuk menjadi pendamping Aca." ucap Bryan dengan senyum sombong nya.
"Heh, ingin bertanding denganku? Bahkan kedudukan mu sebagai idol pun dapat aku rebut dalam waktu singkat. Jangan harap kau bisa mendapatkan Aca!" jawab Frans
"Sialan kau!" teriak Bryan dengan keras
Frans pun berjalan meninggalkan Bryan.
Dengan penuh amarah Bryan juga keluar dari tempat tersebut. Semua orang merasa heran dengan Bryan karna raut wajah nya yang terlihat emosi tidak seperti biasa nya.
"Sayang?" Frans memanggil Aca sambil menggenggam tangan nya.
"Frans, apa yang terjadi?" tanya Aca penasaran
"Tidak ada, hanya sedikit obrolan kecil sesama pria." jawab Frans sambil tersenyum
Brak!
Semua orang disana pun terkejut. Ternyata itu adalah suara meja yang dengan sengaja di banting oleh Bryan.
Frans pun mengajak Aca pergi ke tempat lain untuk makan bersama. Ketika melintasi Bryan, Frans membisikkan sesuatu yang membuat amarah nya semakin menggebu-gebu.
"Kau lihat, bagaimana Aca mencintai ku? Tolong jangan buang waktu mu untuk merebut kekasih orang lain. Jangan jadikan dirimu rendah, Bryan Chiemxien Alexandro yang terhormat. Ha ha ha!" bisik Frans kepada Bryan
"Damn! Lihat saja, tidak akan semudah itu mengalah kan Bryan. Apa yang aku ingin kan bagaimana pun cara nya harus menjadi milikku. Cepat ataupun lambat!" batin Bryan
__ADS_1
Setelah kejadian hari itu, Bryan dan Frans sekarang adalah musuh dalam memperebut kan Aca. Bahkan semua orang disana sudah tau jika hubungan Frans dan Bryan tidak baik-baik saja. Hanya saja, mereka tetap harus bersikap profesional dalam bekerja.