
Selama beberapa minggu setelah berjuang mati-matian untuk dapat bangkit dari keterpurukan karna kehilangan sosok seorang ayah, menjadikan Aca sebagai orang yang lebih kuat. Ia bukan hanya belajar mengikhlaskan kepergian ayah nya, tapi juga belajar untuk bisa melanjutkan bisnis nya. Di arahkan oleh orang-orang terdekat almarhum ayah nya yang sudah berpengalaman, Aca akan mencoba peruntungan menjadi seorang pebisnis muda. Selain konsen dengan tugas kuliah yang beberapa saat lalu ia tinggalkan karna harus pergi ke Korea mencari Frans, ia juga konsen menuntut ilmu untuk memperdalam pengetahuan nya di dunia bisnis.
Hubungan nya dengan Frans pun tetap baik-baik saja. Belum lama ini Aca menyatakan diri mundur sebagai manager Frans. Untung nya Frans bisa mengerti keadaan kekasih nya itu dan terus mendukung nya meski mereka sedang terpisah kan oleh jarak yang cukup jauh, Indonesia-Korea.
"Sayang, ini adalah beberapa buku tentang dasar dalam berbisnis yang di miliki oleh almarhum papa mu. Kau bisa mempelajari nya untuk memperdalam pengetahuan." ucap Mama nya
"Makasih Ma. Buku nya udah lumayan usang ya. Ngomong-ngomong, aku boleh ngga Ma sering-sering ke tempat kerja Papa? Soalnya kan di sana ada perpustakaan yang lumayan besar. Buku bisnis dan lain nya juga banyak. Biar Mama ngga perlu repot-repot cariin aku ini itu, jadi ntar aku dari sendiri." kata Aca
"Boleh dong sayang. Ruangan itu kan sekarang udah kosong ngga ada yang pake lagi. Kamu juga boleh kok jadiin itu tempat kerja mu, biar ruangan nya masih terawat gitu." jawab Mama nya
"Makasih ya Ma, mama baik banget deh. Pokok nya mulai sekarang Aca akan belajar tentang bisnis dengan giat. Aca ngga akan ngebiarin usaha yang udah papa bangun dari dulu roboh karna ngga ada yang nerusin. Mama dampingi Aca terus ya, sekarang cuma Mama satu-satunya yang Aca punya." celoteh Aca
"Iya sayang iya, Mama janji mama akan selalu nemenin kamu dalam keadaan apa pun. Yaudah sana kamu tidur. Besok kamu berangkat kuliah pagi kan, harus belajar tentang bisnis juga. Anak gadis jangan sampai bangun kesiangan, ngga baik." kata Mama nya
"Iya Ma. Yaudah, Aca tidur dulu ya. Mama juga istirahat jangan terlalu banyak fikiran." ucap Aca
"Jalan untuk mendapatkan kesuksesan memang banyak. Namun, untuk mendapatkan harta yang berkah kamu perlu racikan khusus, yakni doa dan kerja keras.
Sekarang bukan waktunya untuk mengeluh apalagi menyerah. Manusia itu memiliki potensi dan kesempatan yang sama pula. Maka, jangan menyerah untuk terus berusaha mendapatkan yang terbaik.
Berlomba-lomba dalam kerja keras agar menjadi yang terbaik. Demi kebahagian keluarga. Segala sesuatunya akan terasa menyenangkan, apabila kita mau bersyukur dengan setiap hal-hal kecil yang sudah kita dapat."
_________________________________________
drrtttt.. drrtttt.. drrtttt.. (suara getar ponsel)
"Halo Leon, ada apa?" tanya Aca
__ADS_1
"Halo Aca, selamat malam. Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menelfon mu. Kita sudah lama tidak berbincang-bincang bukan?" tanya Leon
"Ah iya, kau benar. Bagaimana kabar mu beberapa bulan ini?" tanya Aca
"Aku baik. Dan kau?"
"Ya, sedikit demi sedikit aku sudah lebih membaik. Kau tak perlu memikirkan nya." jawab Aca
"Aca, aku ingin membahas sesuatu dengan mu. Ini tentang perusahaan." kata Leon
"Perusahaan? perusahaan siapa yang kau maksud? Aku sama sekali tidak mengerti!" ucap Aca
"Perusahaan mu dengan perusahaan ku. Salah satu perusahaan peninggalan almarhum ayah mu bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan ku. Aku berniat untuk mengajak mu bekerja sama. Tidak baik menelantarkan perusahaan sebesar itu terlalu lama." jelas Leon
"Ah begini, masalah seperti ini terlalu serius untuk di bicarakan di telfon. Apa kau ada waktu untuk berbicara secara langsung dengan ku?" tanya Aca
"Baiklah-baiklah. Aku akan menunggu mu kembali." kata Aca
Di tempat lain.
"Ha ha ha ha ha ...." suara seorang wanita yang menggema di sebuah ruangan
"Perusahaan ku menang fender. Perusahaan ku menang fender. Ha ha ha ha!"
"Selamat nyonya. Ini berkat kerja keras para karyawan di sini."
"Kerja keras para karyawan? Apa kau gila, ini adalah hasil kerja keras ku sendiri. Jangan lupa diri dan mengganggap ku remeh!"
__ADS_1
"Maaf nyonya, aku akan kembali bekerja dulu. Permisi."
"Ya ya ya, kau pergi lah. Jangan merusak mood ku yang baru saja kembali baik."
Di cafe.
Aca mengajak mama dan dua pembantu setia nya untuk pergi berbelanja, jalan-jalan di taman bermain dan berakhir makan siang bersama di salah satu cafe dekat dengan mall yang mereka kunjungi.
Yah, nama nya juga wanita. Semua hal yang terlintas pasti akan di jadikan bahan obrolan. Mulai dari hal konyol sampai beberapa kali berbicara tentang hal yang serius.
Di sela-sela pembicaraan, tak jarang beberapa kali mama nya terlihat meneteskan air mata karna rindu dengan almarhum suami nya. Biasa nya mereka bertiga selalu menghabiskan waktu bersama di akhir pekan. Tapi sekarang semua keadaan nya sudah berbeda.
"Mama, Aca mau tanya sesuatu." ucap Aca sambil mengunyah makanan nya
"Oalah non, ngomong ya tinggal ngomong kok pake izin. He he he he." celetuk salah seorang pembantu nya
"Ih bibi mah, kan siapa tau Mama ngga mau jawab." kata Aca
"Tanya aja sayang, selama Mama bisa jawab pasti ya Mama jawab." ucap Mama nya
"Begini Ma, Leon kemaren nelfon. Katanya, salah satu perusahaan peninggalan papa bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan Leon. Jadi dia berniat mengajak kerja sama. Menurut Mama gimana?" tanya Aca dengan serius
"Kalau Mama sih setuju. Kita juga udah tau gimana Leon, apa pekerjaan nya, gimana keadaan perusahaan nya. Leon juga masuk ke dalam salah satu pebisnis muda yang cukup berpengaruh. Saran Mama, ngga ada salah nya kalau kita coba." jelas Mama nya.
Percakapan mereka pun beralih menajadi lebih serius tatkala membahas masalah perusahaan. Aca sudah memutuskan untuk menerima tawaran Leon untuk bekerja sama dan memajukan perusahaan bersama-sama.
Beberapa hari kemudian, Aca dapat bertemu dengan Leon dan membahas masalah perusahaan. Mereka akhirnya bekerja sama. Dengan perusahaan peninggalan almarhum ayah nya, tak butuh waktu lama untuk Aca dapat membuat perusahaan itu bangkit kembali. Dalam beberapa bulan saja nama nya pun juga sudah bisa bersanding dengan Leon sebagai pebisnis muda yang cukup berpengaruh. Ini membuktikan bahwa Aca memang layak menanti next konglomerat penerus ayah nya.
__ADS_1