Love Of Blood

Love Of Blood
Pertemuan


__ADS_3

Tahun pertama ajaran baru di salah satu SMA terkenal di kota Jakarta telah di mulai .


Terlihat banyak siswa siswi baru berlalu lalang dengan seragam khusus MOS dan berbagai barang yang dibutuhkan.


"Aca?" Panggil Sasya yang merupakan sahabat nya sejak kecil


"Kemarilah, apa yang kau lakukan? bel sudah berbunyi." kata Sasya


"Ah ternyata kau Sasya ,mengagetkan saja.


Maaf aku sedikit mengantuk karena semalam begadang, hehe. Ayo kita kesana, jangan sampai terlambat." ucap Aca


"Hai Aca, Saya, tunggu aku."teriak Intan yg merupakan sahabat mereka berdua


"Apa yang kau lakukan ,untuk apa teriak-teriak. Kita ngga tuli kok" ucap Sasya dengan cemberut


"Hentikan, kalian berdua selalu saja bertengkar setiap bertemu. Seperti Tom and Jerry saja, haha. Segera diam dan pergi atau kita akan terlambat dan mendapat hukuman." ucap Aca


"Ya baiklah." ucap Sasya dan Intan bersamaan


Hari demi hari berlalu dan mereka melewati nya dengan lancar, berbagai kegiatan dan hal baru mereka lakukan secara bersama sama



Tak terasa sudah seminggu berlalu, waktu MOS pun telah usai.


Hari itu mereka pulang lebih awal dan merencanakan untuk pergi ke bioskop bersama


"Apa yang akan kita lakukan, masa cuma nonton doang sih? ini kan baru jam 11 siang. aku mau pulang sampai malam dan kalian berdua harus menemani aku." kata Intan


"Ya baiklah, kita akan menemani mu sampai tertidur. Diam dan ayo berangkat


dasar cerewet." ucap Sasya


"Ah maaf teman-teman, seperti nya aku tidak bisa menemani kalian hingga larut. Aku akan mengunjungi pamanku yang baru saja kecelakaan." jelas Aca


"Yah sayang sekali ,baiklah tak apa. Tapi kau harus berjanji lain waktu kita harus pergi bersama dan menghabiskan waktu seharian." ucap Intan

__ADS_1


"Iya baik lah aku janji." sahut Aca


"Ayo lah hentikan,kita mau ke bioskop atau terus berdiri seperti orang gila disini" ucap Sasya dengan muka masam nya


Akhirnya mereka bertiga pun sampai di bioskop dan memutuskan untuk menonton salah satu film dengan genre gore (psikopat)


~ selesai menonton film ~


"Ah sial! rasa nya aku ingin muntah


adegan tadi sangat menjijikkan, bagaimana bisa seseorang dapat membunuh hingga sekejam itu" ucap Sasya dengan marah


"Kau benar , bagaimana mungkin ada orang begitu tega membunuh keluarga nya dengan begitu kejam.


Coba aja kalo orang itu benar benar ada di depan ku pasti akan ku injak kepala nya!" sambung Intan yg juga merasa kesal


"Sudahlah, apa yang kalian lakukan. Bukan kah dari tadi kalian yg ngotot mau nonton film ini" ucap Aca


"Ca, emang nya kamu ga merasa jijik sama film tadi, aku aja masih enek sampe sekarang" seru Intan


"Tidak, aku merasa biasa saja.


"Ya baik pulang lah, kita bisa pergi bersama lain hari lagi. Hati-hati ya Ca." ucap Sasya


"Baik lah, sampai jumpa. Bye" kata Aca sambil melambaikan tangan.


"Bye." jawab Sasya dan Intan secara bersamaan


~ di taman ~


Aca yang sudah pulang terlebih dulu dari teman nya Sasya dan Intan berjalan menyusuri taman yang merupakan arah menuju rumah nya.


Di sela perjalanan ia membeli sebuah ice crim dan memakan nya dengan lahap, lalu tanpa sadar menabrak seseorang


Bruk! suara seseorang yang terjatuh


"Ah sakit sekali" ucap Aca

__ADS_1


"Maaf aku tidak melihat mu. Apa kau tidak kenapa-kenapa, apa ada yg terluka?" tanya seorang pria sembari mengulurkan tangannya bermaksud membantu Aca berdiri


"Iya aku gapapa kok" jawab Aca sambil berusaha berdiri.


Aca lalu menatap wajah pria tersebut dan terdiam sesaat


"Astaga ganteng banget. Pangeran kah, atau artis? Bagaimana bisa seseorang bisa memiliki penampilan sesempurna ini?" ucap Aca dalam hati sambil tersenyum merasa kagum dengan apa yang ia lihat


"Hey, apa kau baik baik saja


bicaralah" Ucap pria tersebut yg berusaha membangunkan Aca dari lamunan nya


"Ah iya aku baik-baik saja, terimakasih" jawab Aca


"Frans, namaku adalah Frans" ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangannya


"Siapa namamu?"


"A.. Aaca, aku Aca. Ya benar, aku Aca." jawab Aca dengan terbata-bata


"Dimana rumah mu? Seperti nya kaki mu terkilir, boleh kah aku mengantar mu? Tenang saja, aku tak mempunyai maksud buruk. Aku hanya ingin membantu mu" Ucap Frans


"Apa tidak merepotkan mu?" tanya Aca yg masih belum bisa melepaskan pandangannya dari wajah Frans


"Tidak! beritahu jalan alamat mu aku akan mengantarmu sampai rumah" ucap Frans


"Ini, aku tinggal di sini" ucap Aca sambil memberitahu alamat nya .


Sesampainya di depan rumah Aca


"Ca" panggil Frans


"Ya, ada apa?" tanya Aca


"Ah tidak. Mmm begini, apa kau bisa memberi tau ku nomor handphone mu?" tanya Frans dengan muka yg memerah menahan malu


"Tee.. tenntuu." jawab Aca yg merasa sangat senang.

__ADS_1


Setelah bertukar nomor telepon, akhirnya Frans pulang. Begitu pun dengan Aca yg segera kembali dan masuk rumah dengan perasaan yang berbunga-bunga.



__ADS_2