
Bruk..
Tiba-tiba mama Frans jatuh pingsan setelah menerima telfon
"Ma makanan nya udah dateng tuh, sini dong makan jangan nonton tv mulu." ucap Frans
"Mamaaa..."
"Ya ampun jarak segini deket nya masa Mama nggak denger sih. Maa..."
"Mama, mama kenapa?" teriak Frans panik
Frans bergegas pergi membawa Mama nya ke rumah sakit.
"Dok gimana keadaan mama Saya?" tanya Frans
"Kondisinya sangat mengkhawatirkan, jantung nya tiba-tiba berhenti berfungsi dan nadi nya juga melemah." jelas dokter
"Bagaimana mungkin, saya dan mama saya sedang berlibur, tadi dia baik-baik saja."
"Kondisi ini sering terjadi. Kemungkinan pasien mengalami syok berat yang berakibat pada fungsi jantung sehingga keadaan nya melemah." jawab dokter
"Apa mungkin anda tau masalah pasien? Atau siapa yang pasien telfon terakhir kali, mungkin ini bisa membantu."
"Baik dok terimakasih, apa saya boleh masuk?" tanya Frans
"Tentu, silakan."
"Ma, mama kenapa? Oh iya ponsel mama. Mama tunggu disini ya, Frans pergi sebentar." ucap Frans
skip. di hotel
"Pak Andre? Inikan manager di perusahaan, coba aku telfon."
drrtt..drrtt..drrtt..
"Halo selamat siang Pak Andre." sapa Frans
"Selamat siang kembali, saya sedang berbicara dengan siapa kalau boleh tau?"
"Ini saya Frans."
"Oh nak Frans, ada yang bisa saya bantu?"
"Begini, barusan saya lihat anda berbicara dengan mama saya di telfon. Apa yang anda katakan?" tanya Frans
"Begini Frans, ini adalah kabar yang sangat buruk. Perusahaan kita kalah tender dengan perusahaan CALL PRODACTION, ini berakibat fatal dengan saham perusahaan yang merosot drastis. Di samping itu ada beberapa perusahaan yang tiba-tiba muncul menagih hutang kepada perusahaan kita sehingga perusahaan kita sekarang berada di ambang kebangkrutan." jelas pak Andre
"CALL PRODACTION? mengapa aku tak pernah mendengar tentang perusahaan ini?"
"Wajar jika kau tak mengenal nya. Perusahaan ini awalnya hanyalah sebuah perusahaan kecil yang hampir bangkrut. Tetapi pada beberapa tahun terakhir ada seorang petinggi yang juga merupakan CEO dari pabrik properti terbesar di negara kita menjadi pemegang saham terbesar disana. Dengan keahlian yang luar biasa dalam waktu singkat CALL PRODACTION telah menjadi perusahaan besar yang kuat."
"Siapa nama CEO itu?" tanya Frans
"Adam Mahendra."
"Adam Mahendra?" Frans terkejut
"Ya benar, kau mengenal nya?"
"Tentu, dia adalah ayah dari tunangan ku."
"Ah begitu rupanya, aku harap kau juga bisa membantu mengatasi masalah ini." jelas pak Andre
"Baiklah, aku akan berusaha sebisa mungkin."
"Oh aku hampir lupa. Dengar nak! Kita punya waktu satu tahun untuk bisa mengembalikan keadaan perusahaan dengan suntik dana dan segera mencari investor asing. Mungkin kau mempunyai teman atau siapapun yang bisa membantu?"
__ADS_1
"Ntahlah, aku belum bisa memikirkan itu. Sekarang mama ku berada di rumah sakit karena serangan jantung. Tolong tangani masalah perusahaan terlebih dahulu, secepat mungkin saya akan membantu." jelas Frans
"Baiklah, semoga Ibu mu lekas membaik."
"Terimakasih." jawab Frans
Frans merasa sangat terpukul ketika mengetahui bahwa musuh perusahaan nya adalah perusahaan Aca.
"Aku tau di dunia bisnis hal semacam ini mungkin terjadi, tapi kenapa harus keluarga Aca yang menghancurkan keluarga ku?" gerutu Frans
____________________________________________
tok.. tok.. tok..
krekk (suara pintu terbuka)
"Sayang." teriak mama Aca sambil menangis
"Mama, maafkan Aca. Aca janji Aca nggak akan melakukan hal bodoh ini lagi." ucap Aca
"Paa, papa.. Aca pulang Pa."
"Aca, anakku. Kau kembali sayang."
"Aca rindu kalian." ucap Aca lirih
"Takdir Tuhan memang indah, baru saja papa memenangkan tender besar dan sekarang anak kesayangan Papa telah kembali." ucap papa Aca
"Leon, kemarilah." panggil Aca
"Siapa dia?" tanya mama Aca
"Dia Leon ma, adik nya Frans. Dia yang telah berhasil membujuk ku untuk kembali." jawab Aca
"Nak Leon terimakasih. Tanpa bantuan mu Aca kami mungkin belum kembali." ucap papa Aca sambil memeluk Leon
"Kau benar adik nya Frans?" tanya mama Aca
"Tentu, apa kamu terlihat berbeda?" tanya Leon
"Berbeda apa, kau terlihat sangat tampan seperti Frans. Mungkin Aca akan menyukai mu jika kalian bertemu lebih cepat." jawab mama Aca
"Mama apaan sih." muka Aca memerah
"Oh iya om tante, karena Aca sudah sampai di rumah dengan selamat saya permisi dulu. Ada pekerjaan yang harus saya lakukan." ucap Leon
"Nggak mau makan malam dulu?" tanya Aca
"Tidak terimakasih, lain waktu saja."
"Baiklah nak, sekali lagi terimakasih. Datang lah kesini lain waktu." ucap papa Aca
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu." pamit Leon
"Hati-hati." ucap Aca
Leon tersenyum manis kepada Aca dan segera pergi.
___________________________________________
"Buuuu... Aku kangen Frans nih."
"Diamlah Intan, kau fikir dengan berteriak Frans akan tiba-tiba berada di sini."
"Frans pasti sekarang nambah kurus deh gara-gara mikirin si cewe gatelan itu. Sayang banget cowok sesempurna Frans sama dia, harus nya kan sama aku aja." ucap Intan
"Ya ya ya terserah kau saja. Ibu mau pergi ke supermarket. Mau ikut?"
__ADS_1
"Tidak, panas. Aku disini saja."
"Baiklah, Ibu akan pulang lebih lama karena harus membeli bunga. Kau berhati-hati lah dirumah." jelas ibu Intan
"Ya pergilah. Huhhhh.." Intan menghela nafas panjang
"Andai ayah masih hidup, mungkin sekarang aku tak akan disini sendiri. Sekarang aku baru merasa kehilangan sosoknya, dia yang selalu menyayangiku. Ayah, Intan rindu. Maaf" ucap Intan sambil memeluk guling
Tanpa sadar air mata nya berlinang membasahi pipinya. Ia teringat akan kenangan indah bersama ayahnya yang sangat ia sayangi.
Dalam keadaan menangis, Intan tertidur. Dalam mimpinya ia merasa ayahnya datang dan menyeka air matanya, kerinduan nya pun semakin menjadi-jadi.
"Ayah, kau disini?" tanya Intan tiba-tiba bangun dari tidur nya
"Anakku..."
"Ayah, itu kau? Kemarilah. Walaupun aku tau kau bukan lagi manusia, tapi aku sangat merindukanmu." teriak Intan
"Kau merindukanku sayang?"
"Ya ayah, aku merindukan mu." ucap Intan sambil memeluk sosok yang ada di depan nya
"Ayah maaf, sekarang apa yang harus aku lakukan. Aku ingin menghentikan ini, tapi aku tidak bisa."
"Berhenti? untuk apa? Lanjutkan perjuanganmu, bunuh mereka."
Intan tiba-tiba mendorong sosok tersebut
"Tidak, kau bukan ayahku. Ayahku adalah orang yang baik. Dia tidak akan menyuruh ku melakukan hal buruk." Intan mundur beberapa langkah karena merasa takut.
"Hahaha... Intan, bunuh saja mereka seperti kau membunuh ku."
sosok tersebut tiba-tiba berubah ke wujud aslinya menjadi seorang pria yang menyeramkan dengan darah di sekujur tubuh nya.
"Kau, pergi!" teriak Intan
"Sekarang kau merasa takut padaku, bukankah kau merindukanku?"
"Pergilah, aku merindukan ayahku bukan hantu yang menyeramkan seperti dirimu."
Grep (sosok tersebut mencekik leher Intan)
"Arggh le lepas, sakit." ucap Intan terbata-bata
"Sakit? Apa kau bisa membayangkan bagaimana rasa sakit ketika kau membunuh ku?"
"Sudah ku katakan, aku tidak membunuh mu." jawab Intan sambil menangis
"Enyahlah..."
sosok tersebut mencekik leher Intan dengan kuat dan membuat nya pingsan.
"Intan, bangunlah."
"Ibu..." Intan memeluk ibunya dengan erat
"Ibu untunglah kau pulang, aku bertemu hantu itu lagi."
"Dompet Ibu tertinggal makanya ibu kembali, hantu apa lagi yang kau maksud?" tanya Ibunya
"Hantu itu Ibu, dia selalu saja berusaha untuk membunuh ku." jawab Intan sambil menangis
"Sudahlah, zaman sekarang mana ada hantu. Lepaskan tangan Ibu, Ibu harus pergi."
"Tidak jangan pergi, tunggu aku. Aku akan berganti pakaian dan ikut." jawab Intan
"Dasar, seperti anak kecil saja. Cepatlah."
__ADS_1