Love Of Blood

Love Of Blood
Siapa Pembunuhnya?


__ADS_3

Intan yang sedang sibuk memikirkan cara untuk merebut Frans dari Aca seringkali merasa rindu dengan Ibu nya di Indonesia karna selama ini mereka tidak pernah terpisah jauh. Di satu sisi ia tidak bisa pulang karna usaha nya untuk menyingkirkan Aca belum tercapai.


Beberapa bulan setelah kepergian nya ke Korea, Intan mendapat kabar yang cukup tidak menyenangkan karna perusahan almarhum Ayah nya mengalami kemunduran. Banyak investor yang menarik investasi mereka dari perusahan di karenakan perusahan tersebut di anggap tidak lagi mampu memajukan perusahan dan memberikan keuntungan. Kinerja para pegawai nya pun menurun drastis karna banyak karyawan berpengalaman yang mengundurkan diri dengan alasan gaji yang tidak sesuai dengan perjanjian awal.


Ibu nya kalang kabut kehilangan kendali dalam mengurus perusahaan. Bahkan beberapa kali kesehatan nya menurun karna terlalu banyak beban fikiran yang di fikirkan. Tapi itu bukan masalah untuk Intan, ia masih tetap memilih memprioritaskan cara untuk merebut Frans.


Drrrttt... drrtttt... drrtttt... (dering ponsel)


"Halo Bu, kenapa?" tanya Intan ke pada Ibu nya


"Sayang, kapan kau akan kembali. Ibu sudah sangat merindukan sir mu." jawab Ibu nya


"Pulang? Ibu kau bahkan tau aku belum melakukan pergerakan apa pun di sini. Mana mungkin aku akan pulang sekarang!" jawab Intan dengan ketus


"Intan dengar, kita bisa mengurus masalah itu nanti. Yang terpenting pulang lah sekarang, Ibu merindukan mu."


"Untuk apa aku pulang? Buang-buang waktu saja!" kata Intan


"Perusahan kita akan bangkrut dan kau sama sekali tidak peduli? Cepat lah pulang sekarang!" perintah Ibu nya


"Tidak akan! Masalah Frans di sini jauh lebih penting dari masalah apapun. Apalagi cuma masalah perusahan, sama sekali tidak penting!" jawab Intan.


"Intan, belajar lah sedikit menghargai orang tua!" bentak Ibu nya


"Apa? Ibu kan yang ngajarin aku kaya gini. Please deh, jadi orang tua jangan beringsik. Lagipula selama Ibu jadi pimpinan tidak ada masalah kan? Kenapa sekarang jadi begini? Itu tanda nya Ibu teledor. Jadi, masalah ini adalah masalah Ibu. Silakan selesaikan sendiri!" jelas Intan


"Jangan jadi anak durhaka nak. Selama ini Ibu yang selalu menemani kamu. Ibu juga yang selalu mencukupi kebutuhan mu. Kalau perusahan kita Bangkrut bagaimana cara nya kita akan hidup?" tanya Ibu Intan


"Terserah! Aku capek, bicara sama Ibu cuma buat aku gila. Aku capek, aku mau tidur!" ucap Intan


"Intan dengar Ibu dulu nak...." kata Ibu nya


Tanpa sepatah kata pun Intan segera mematikan telfon nya dengan Ibu nya. Ia sama sekali tidak peduli dengan masalah yang sedang menimpa perusahan nya. Sementara di sisi lain, Ibu nya merasa sedih dan menyesal atas perlakuan anak nya. Ini juga merupakan salah nya karna selama ini dia selalu memanjakan Intan.


Drrrttt... drrtttt... drrtttt... ( suara getar ponsel)


"Halo." ucap Ibu Intan


"Selamat malam Bu. Begini, saya ingin menyampaikan berita baik yang mungkin bisa sedikit membuat Ibu lega." kata manager di perusahan nya

__ADS_1


"Katakan, berita apa yang ingin kamu sampaikan!" ucap Ibu Intan


"Perusahan kita masuk ke dalam babak penyisihan untuk memenangkan fender kemarin. Disana hanya tersisa dua perusahaan, perusahaan kita dan satu perusahaan yang besar bernama CALL PRODUCTION." jelas manager tersebut


"Bagus dong, jika kita memenangkan fender ini perusahaan kita akan bangkit kembali. Lalu apa yang kau risaukan?" tanya nya


"Tentu saya risau Bu. Perusahaan CALL PRODUCTION berada di bawah tangan yang hebat. Dia adalah seorang pengusaha dengan otak jenius yang menjadikan perasaan itu bangkit dan menjadi besar seperti ini setelah hampir bangkrut."


"Siapa orang itu?" tanya Ibu Intan


"Adam Mahendra. Nama nya sudah terkenal bahkan di kawasan Eropa. Perusahaan nya juga sudah tersebar di seluruh kawasan Asia dan telah memasuki pasar internasional. Ia juga telah menempatkan nama nya menjadi 30 pengusaha terkaya dan menepati urutan ke 13. Anda bisa bayangkan bagaimana berpengaruh nya lawan kita kali ini." jawab manager tersebut.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Ibu Intan


"Aku juga tidak tau. Mungkin, jika sang CEO mengalami beberapa masalah fender ini bisa kita menangkan."


"Dengar, bagaimana jika kita menyingkirkan nya?"


"Tidak Bu, itu terlalu beresiko. Saya tidak ingin melakukan nya." jawab manager tersebut


"Ya ya ya ya baiklah. Kau terlalu penakut sebagai seorang pria!"


"Ibu jangan sampai melakukan hal-hal buruk yang berbahaya. Ingat pesan saya." kata manager itu


"Masih satu bulan lagi Bu. Karna ini adalah proyek besar jadi kita di berikan waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan semua nya." jawab manager


"Baiklah aku tutup telfon nya. Ingat untuk bekerja keras!"


"Baik Bu, selamat malam." (pembicaraan berakhir)


Ibu Intan pun segera mengecek siapa itu Adam Mahendra. Dari mana dia berasal dan semua hal yang berkaitan dengan nya.


"Sial, dia sangat kaya. Memiliki anak perempuan tunggal, Aca Claudia Saputri? Apa ini Aca yang aku kenal, sayang sekali tidak ada foto nya. Aku harus melakukan sesuatu demi perusahaan!" ucap Ibu Intan.


Beberapa hari kemudian, di depan kantor CALL PRODUCTION.


"Pak, tolong antarkan saya pulang ya. Rapat fender akan segera dimulai dan harus cepat di selesaikan." ucap Adam Mahendra, ayah Aca.


"Baik pak, mari saya antarkan." jawab supir pribadi nya

__ADS_1


Tak lama setelah keluar dari kawasan kantor dan melewati jalan yang sepi dengan pepohonan rindang di sekitar nya, tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghadang mobil nya.


"Woy turun. Turun lu semua!" teriak seorang pria dengan pakaian serba pink dan memakai topeng.


Supir tersebut pun turun dengan menyuruh majikan nya tetap berada di dalam mobil.


"Ada apa ini, kenapa kalian menghalangi jalan kami?" tanya supir tersebut


"Eh lu minggir deh, kita ngga ada urusan sama bahawan. Pergi lu!" ucap seorang penjahat sembari mendorong supir tersebut


"Jangan ganggu kami, kalian cepat lah pergi!" ucap supir tersebut


"Beringsik!"


"Argghhhh...." supir tersebut mengerang kesakitan tatkala perut nya di tusuk menggunakan sebuah pisau.


Melihat supir nya terluka, Adam pun segera keluar mobil dan berniat untuk menolong nya.


"Hentikan, jangan sakiti dia lagi. Kalian mau apa? Mobil, uang atau apa? Ambil saja dan biarkan kami berdua pergi!" ucap Adam


"Lu pikir kita ini pengemis. Denger! Yang kita mau adalah nyawa lu, bos kaya raya. Ha ha ha." tawa seorang penjahat.


Mendengar kata-kata dari penjahat tersebut Adam merasa takut. Ia mencoba berlari menyelamatkan diri. Namun usaha nya sia-sia. Dia usia nya yang sudah tidak muda ia tak dapat berlari dengan kencang. Akhirnya para penjahat yang berjumlah 4 orang itu pun dapat menangkap nya dan membawa nya pergi dari tempat tersebut. Mereka pun meninggal supir itu yang tergeletak di tanah dengan bersimbah darah.


"Lepas kan aku. Kemana kalian akan membawa ku pergi?" berontak Adam yang kala itu mata nya di tutup dengan kain.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah pabrik bekas tua yang berada jauh dari permukiman warga.


Bruukkk... (suara Adam yang terjatuh karna di dorong dengan keras)


"Tolong lepaskan aku, aku akan memberikan kalian uang berapa pun itu." Adam memohon


"Eh orang tua, lu budek ha? Kita disini buat ambil nyawa lu, bukan duit lu. Kalo duit mah kita juga udah dapet dari bos. Ha ha ha." jawab penjahat itu


"Udah lah bos, jangan kelamaan. Langsung sikat aja." timpal penjahat yang lain nya.


"Ambilin paku sama silet."


"Arrrggggg...."

__ADS_1


Suara rintihan Ayah Aca sangat menyayat hati tatkalah para penjahat tak bermolar itu menyiksa diri nya. Mereka melukai badan korban dengan paku dan menyayat nya dengan silet. Bahkan luka nya di siram air keras dan beberapa kali kepala nya di pukul penggunakan balok kayu. Ia akhirnya kehilangan kesadaran, badan nya berubah membiru dengan luka di sekujur tubuh. Tak sampai di situ, mereka bahkan tega memotong 3 jari tangan nya dan merobek perut nya. Sungguh pemandangan yang membuat orang iba. Para penjahat itu menang tak memiliki hati nurani.


Sangat kejam, ingin rasa nya berdoa agar mereka segera mendapat kan karma.


__ADS_2