
Setelah beberapa hari, akhirnya hasil otopsi dari jenazah ayah Aca keluar. Adam Mahendra, sang konglomerat dinyatakan meninggal dan menjadi korban pembunuhan.
Setelah berfikir cukup lama dan mengumpulkan keberanian, Ibu Aca memutuskan untuk memberitahu Aca perihal apa yang telah menimpa ayah nya.
Malam hari, Korea.
Drrtttt ... drrtttt ... drrtttt ... (suara getar ponsel)
"Halo Ma, Mama gimana kabar nya? Maaf ya akhir-akhir ini Aca lebih sibuk karna jadwal Frans yang padat banget jadi jarang bisa sering-sering kasih kabar ke Mama." ucap Aca
"Aca sayang?" panggil Ibu nya dengan suara bergetar
"Iya Ma kenapa? Mama baik-baik aja kan, ngga ada apa-apa kan Ma. Kok suara Mama gitu?" tanya Aca
"Papa mu nak, papa mu." kata nya
"Papa kenapa Ma? Papa baik-baik aja kan. Oh iya, beberapa waktu yang lalu aku terus kepikiran Mama sama Papa. Perasaan ku terus aja ngga enak, tapi untung ada Frans yang menyakinkan ku bahwa tidak akan terjadi apa-apa pada kalian." kata Aca
"Apa akhir-akhir ini kamu sama sekali tidak melihat atau mendengar berita?" tanya Mama nya
"Tidak ma, jadwal Frans terlalu padat. Mana mungkin aku punya waktu luang untuk bersantai-santai. Memang nya ada apa? Biasanya sih cuma berita tentang papa yang menang tender kan? Ha ha ha ha, Aca udah biasa denger kalau itu Ma." jawab Aca sambil tertawa lepas.
"Papa mu meninggal dan menjadi korban pembunuhan." ucap Mama nya
Aca masih tidak percaya kepada apa yang Mama nya katakan. Tapi ia juga tidak bisa berbohong bahwa hati kecil nya menangis bagai di sambar petir di siang bolong mendengar pernyataan Mama nya yang sangat tidak masuk akal.
__ADS_1
"Ha ha ha, Mama apa sih. Ngga lucu ah, ha ha ha ha ha." kata Aca sambil tertawa
"Sayang dengerin Mama, Mama ngga lagi becanda sama kamu. Kali ini serius sayang. Papa mu telah meninggal sekitar satu minggu yang lalu, jasad nya di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi. Dan sekarang hasil nya telah ada, Papa mu memang menjadi korban pembunuhan. Itu sebab nya Mama menelfon mu agar segera kembali ke Indonesia untuk pemakaman nya." jelas mama Aca sambil menangis
Aca hanya terdiam sambil mendengar kan penjelasan Mama nya. Ia menyandar kan badan nya di tembok sambil berlinang air mata. Ini adalah berita yang sangat menyakitkan untuk nya. Hari itu, ia merasa bahwa dunia nya benar-benar hancur. Ia merasa bahwa dunia sudah berlaku tak adil. Bagaimana bisa seseorang sebaik ayah nya meninggal dengan mengenaskan dan menjadi korban pembunuhan.
"Kapan pemakaman Papa Ma?" tanya Aca sambil terisak-isak
"Dua hari lagi nak. Mama minta secepat mungkin kau kembali lah ke Indonesia. Kita tidak bisa menunda terlalu lama untuk mengantar kan jenazah Papa mu ke tempat peristirahatan terakhir nya." kata Mama nya
"Baik Ma, aku akan segera sampai. Mama baik-baik disana ya, jangan khawatir kan aku." kata Aca berusaha tegar di depan Mama nya.
Aca menangis tanpa henti. Ia berjalan memasuki kamar mandi dan menenggelamkan diri nya di air untuk menutupi setiap tetes air mata yang jatuh membasahi wajah nya.
"Frans ...." panggil Aca
"Iya sayang. Hei, kenapa mata mu sembab? Kau menangis?" tanya Frans
"Huhuhu, Papa Frans. Papa ... Papa meninggal dan menjadi korban pembunuhan." kata Aca sambil memeluk Frans dan menangis sejadi-jadinya.
"Kamu jangan becanda." ucap Frans
"Aku ngga becanda. Itu sebab nya aku ingin pulang ke Indonesia. Aku minta tolong bantu aku meminta izin kepada produser. Untuk masalah pekerjaan tenang saja, aku akan tetap pantau. Dan sementara, jadikan Stray sebagai asisten sekaligus manager mu." kata Aca
"Aku ikut kamu ya. Aku ngga bisa diem di sini aja setelah tau apa yang terjadi." kata Frans
__ADS_1
"Jangan. Di sini kamu sedang meniti karir. Jangan sampai kamu menjadi idol yang tidak profesional, meninggalkan pekerjaan demi masalah pribadi. Itu bukan pilihan yang tepat sayang!" kata Aca menjelaskan ke pada Frans
"Lalu aku harus terus di sini sementara kamu sendirian pulang ke Indonesia?" tanya Frans
"Iya, aku akan baik-baik saja. Kamu tetap lah di sini. Tolong jangan kecewakan aku." kata Aca
"Baiklah, aku akan memesankan tiket pesawat tercepat di hari ini juga jika ada. Aku juga akan menyampaikan masalah mu kepada bos agar memberi mu cuti." kata Frans
"Terimakasih sayang. Ingat untuk selalu menjaga diri mu." ucap Aca
Frans pun bergegas menyuruh Stray untuk mencari tiket pesawat hari itu juga. Ia juga tak lupa memberi tahu bos nya perihal masalah yang sedang Aca alami. Pagi itu, Frans membantu Aca membereskan barang-barang nya. Ia bahkan rela tidak berangkat syuting dan memilih untuk mengantar Aca ke bandara.
**Karena cinta ayah itu tak beralasan, yang ia tahu hanya bagaimana bekerja keras demi istri dan anak-anaknya tercinta.
Sesekali ketika Aca terbangun dari tidur nya, ia menemukan diri nya sendiri sedang menangis. Banyak yang bilang waktu akan mengobati segalanya. Tapi kehilangan orang yang menyayanginys seperti sosok ayah nya sangat melukai hati yang sulit tuk terobati.
Kini gelap sekali di sini. Tidak ada sepercik cahaya pun di sekelilingku. Karena cahaya berpancar dari dirimu.
Ayah dengarlah, betapa sesungguhnya ku mencintaimu, kan kubuktikan ku mampu penuhi. Di sini aku juga mendapat pelukan. Tapi tak ada yang sehangat pelukan darimu. Semua pria bisa memiliki anak, tapi hanya orang spesial yang bisa menjadi ayah, dan itulah alasannya aku memanggilmu ayah, karena kau spesial untukku. Aku tak pernah berharap memiliki teman, guru, dan orang tua yang lebih baik darimu. Terima kasih. Andai ayah ada di depanku saat ini, mungkin aku sudah memeluknya dan menceritakan keluh kesahku. Ayah, seandainya kau masih di sini, aku ingin bermain denganmu seperti dulu dan menceritakan banyak hal tentang hidupku. Tetapi sekarang aku hanya dapat dekat denganmu, dalam doaku.
Rasanya dunia ini begitu sunyi semenjak kepergianmu.
Dulu, di kala aku merasa sedih dan diperlakukan tidak baik oleh orang lain, aku hanya bisa mengadu pada mu. Engkau adalah laki-laki yang tak mungkin membiarkanku sedikit pun merasa sedih. Engkau selalu berhasil membuatku merasa bahwa semua akan baik-baik saja. Kepergianmu membuat diriku mengerti bahwa rindu yang paling menyakitkan ialah kepada orang yang telah tiada. Seandainya waktu dapat diulang, aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu**.
Tangisan Aca dalam malam panjang nya ...
__ADS_1