
Di Mall
Bruk! (bertabrakan)
"Eh sorry-sorry nggak sengaja."
"Frans"
"Intan, ternyata kamu"
"Maaf Frans aku nggak sengaja nabrak tadi lagi ngelamun" ucap Intan
"Santai aja, aku juga minta maaf tadi jalan malah fokus ke hp" sahut Frans
"Kita makan dulu gimana? mumpung ketemu disini" ajak Intan
"Sorry tapi aku lagi buru buru mau jemput mama, next time aja ya"
"Yah, kalo ntar malem gimana?" tanya Intan
"Boleh deh, aku free. Yaudah aku cabut duluan ya, bye" seru Frans
"Yes. Tinggal tunggu rencana selanjutnya haha." ucap Intan
Skip, di sebuah cafe
"Frans sini." teriak Intan sambil melambaikan tangan
"Hay, sorry telat tadi macet." jelas Frans
"Nggak kok santai aja. Oh iya Frans, aku boleh pinjam hp nya sebentar nggak soalnya hp aku lowbat."
"Boleh." jawab Frans sambil menyodorkan hp nya.
"Intan, aku ke kamar mandi dulu ya."
"Oh oke."
drrtt.. drrtt.. drrtt..
"Halo sayang?"
"Halo Bu, udah siap kan?" tanya Intan
"Beres!"
"Oke mungkin sekitar satu jam lagi deh. Pokoknya mereka harus standby terus."
________________ (Intan mengirim pesan kepada Aca menggunakan hp Frans)
"Sayang kamu datang kesini sekarang juga ya aku tunggu.
Cafe blue star."
"Pesan baru, tumben Frans nggak langsung nelfon." ucap Aca
"Mendadak banget? coba aku telfon dulu deh."
drrtt.. drrtt.. drrtt..
"Abis ngirim pesan tapi langsung nggak angkat telfon, kebiasaan emang. Yaudah deh siap siap dulu."
Di tempat lain
"Bos, sekarang juga kita harus bertemu dengan klien. Aku sudah mempersiapkan tempat umum yang tak akan di curigai siapa pun."
"Kalian tunggu di bawah, aku akan segera turun!"
Skip.
"Seriusan Frans ngajak ketemu disini? Ini sih club malam bukan cafe biasa. Coba aku telfon dulu deh....
Duh malah nggak di angkat, masuk aja deh aman kali ya."ucap Aca
~setelah beberapa saat berada di dalam dan tak juga menemukan Frans, Aca memutuskan untuk keluar dari tempat tersebut. Tetapi masalah datang ketika beberapa pemuda datang menghampiri nya.
"Hay cantik mau kemana sih kok buru-buru gitu?" goda salah satu pemuda
"Maaf saya ada urusan, permisi!" ucap Aca dengan tegas
"Jangan galak-galak gitu dong, kita nggak jahat kok." pemuda lainnya mencoba meraba pundak nya
__ADS_1
"Jangan pegang-pegang! pergi atau saya akan teriak."
"Teriak sesukamu manis, malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk kita hahahaha."
"Tidak tolong menjauh lah." Aca berteriak ketika beberapa pemuda tersebut menarik tangan nya dan membawanya masuk ke dalam sebuah ruangan
"Ayolah cantik tak perlu sungkan haha."
"Minum ini manis, kita akan membuat mu merasakan kenikmatan yang luar biasa."
"Tidak, aku tau kalian mempunyai niat jahat kepadaku. Aku tak akan meminumnya." teriak Aca
"Lancang! plak" menampar Aca
"Aku mohon biarkan aku pergi. Ini, kalian bisa ambil uang dan barang berharga ku." rengek Aca
"Persetan dengan harta, yang aku mau adalah tubuh mu. Cepat minum ini!" bentak salah satu pemuda sambil memaksa Aca.
"Ahahahaha.. Bagus, kau terlihat lebih cantik jika begini."
Aca merasa kepalanya pusing dan seluruh tubuh nya menjadi panas. Ia terjatuh di sisi meja dan merasa pandangan nya menjadi kabur.
"Kemarilah cantik" pemuda tersebut menarik kaki jenjang Aca
"Tidak!"
"Aw sial, berani kau menendang ************ ku. Kalian berdua cepat pegangi dia."
Pyarr... (Aca memukul kepala mereka menggunakan vas bunga).
Dengan segala tenaga yang tersisa Aca mencoba melarikan diri. Ia terus berlari dan akhirnya menemukan sebuah ruangan yang tak terkunci dan segera memasuki nya.
Bruk..
"Tolong, tolong aku!" rintih Aca
"Aca?"
"Maaf bos, saya lupa mengunci pintu nya. Wanita ini akan segera saya bereskan!"
"Berhenti! jangan sentuh dia. Kita bahas masalah ini lain waktu, sekarang bubar!"
"Aca, apa yang terjadi?"
"Vagos, selidiki apa yang terjadi!" perintah Leon
"Baik bos."
Leon lalu membawa Aca masuk ke kamar dan meletakkan nya di kamar mandi
"Ahh, panas." rintih Aca sambil terus menggesek-gesekan kedua paha nya
"Aca hentikan tinggah konyol mu itu." ucap Leon yang merasa mulai tidak nyaman
tok.. tok.. tok..
"Bagaimana?" tanya Leon
"Ada 3 pemuda yang mencoba untuk mengganggu nya bos, mereka memberikan minuman berisi obat perangsang. Dan bos mereka adalah seorang wanita bernama Intan." jelas Vagos
"Bereskan mereka tanpa ada jejak sedikit pun! Segera panggil dokter kemari"
"Baik bos."
beberapa saat kemudian
"Bagaimana keadaan nya dok?" tanya Leon
"Dosis nya terlalu tinggi, ini hanya bisa di selesaikan dengan berhubungan intim. Jika terlambat akan berakibat fatal. Lakukan lah, bukan kah kalian suami istri? untuk apa merasa malu. Dasar anak muda zaman sekarang" jelas dokter tersebut
"Apa sama sekali tak ada cara lain?"
"Ada, jika kau bisa membawa nya ke rumah sakit dalam waktu 20 menit aku bisa menjamin keselamatan nya."
"20 menit? di jalan normal saja minimal satu jam. Apalagi sekarang macet." ucap Leon kebingungan
"Keputusan ada di tangan mu,aku sudah memberinya sedikit obat penenang. Baiklah, aku permisi dulu." ucap dokter tersebut
"Aca, aku harus bagaimana?" ucap Leon sambil memandang Aca yang terlihat gelisah
10 menit berlalu, Leon masih saja terus mondar-mandir merasa bingung harus melakukan apa. Sesekali ia melirik ke arah Aca dan memerhatikan bagian paha nya yang terekspos karena dress nya telah tersingkap.
__ADS_1
"Sial, sial, sial!." teriak Leon
"Aca ku mohon berhenti lah bergerak dan tutup pahamu atau aku bisa kehilangan kendali!" teriak Leon
"Ah.. panas. Bantu aku melepaskan pakaian ku mohon. Ah." rintih Aca
"Baiklah, kau sendiri yang memintanya. Jangan salah kan aku." ucap Leon
Leon terus meraba-raba paha Aca. Ia merasa nafsu nya sudah berada di puncak, tapi di sisi lain ia teringat jika Aca adalah calon istri kakak nya sendiri, Frans.
"Tidak aku tidak bisa melakukan ini." Leon menghentikan aksinya.
"Cup" Aca menarik tangan Leon dan mengecup bibir nya
"Aca, apa yang kau lakukan?"
Leon yang merasa kaget dengan perlakuan Aca segera pergi untuk mengambil minuman. Tetapi alangkah terkejutnya ia ketika kembali dan melihat Aca sudah menanggalkan dress nya. Ia dapat dengan jelas melihat tubuh mulus Aca yang hanya terbalut pakaian dalam.
"Astaga apa ya harus aku lakukan? tubuhnya terlihat begitu indah dan seakan-akan menyuruh ku untuk melahap nya" Leon menelan ludah
"Baiklah aku tak akan menahan diri lagi. Jika sekali lagi kau ingin aku membantu mu maka akan aku lakukan."
"Ah, panas tolong aku." ucap Aca
"Kau yang memintanya Aca, mari kita nikmati malam ini."
Perlahan Leon mulai meraba tubuh mulus Aca. Ia bahkan tak segan untuk mencium bibir nya dan meremas payudara Aca.
"Ah tolong aku, rasa nya tidak nyaman."
Nafsu Leon semakin tak terkendali ketika mendengar desahan Aca. Ia segera menanggalkan seluruh pakaiannya dan pakaian Aca
"Aca, apa kau benar-benar membutuhkan pertolongan ku?"
"Ya, tolong lah aku. Disini, disini sangat tidak nyaman." ucap Aca sambil mengarahkan tangan Leon ke selangkangannya.
Leon yang melihat tingkah Aca sudah tak bisa menahan nafsu nya lagi. Tanpa basa-basi dalam sekejap ia telah mengambil kehormatan Aca.
"Aw sakit, tolong hentikan." teriak Aca
Leon sama sekali tak mendengarkan Aca
"Leon, apa yang kau lakukan. Sakit, lapaskan itu ah."
"Kau yang memintanya, jangan harap aku akan menghentikan nya sebelum aku puas!" jawab Leon
*tik.. tok.. tik.. tok..
Waktu telah berlalu,tak terasa sinar matahari telah menembus gorden kamar mereka. Leon yang bangun terlebih dahulu bergegas menuju ke kamar mandi*.
"Astaga darah, Aca masih perawan? Jadi aku udah ngerebut yang seharusnya milik kak Frans. Tidak, ini bukan salah ku." ucap Leon sambil memperhatikan sprei berwarna putih yang terdapat bercak darah.
"Lalu apa yang harus aku lakukan? Bagaimana cara ku menjelaskan ini kepada semua orang?"
Ketika Leon sedang berfikir dalam keadaan berdiri dan telanjang, tiba-tiba Aca terbangun.
"Leon?" teriak Aca sambil menutup matanya
"Aaa.. Aca, kau kenapa bangun?" dengan gugup Leon menarik selimut yang di gunakan Aca
"Aaaa Leon kembalikan selimut nya!"
"Tidak, aku akan memakai nya!"
Mereka akhirnya jatuh dan tertutup oleh selimut bersama.
"Aca, maaf." ucap Leon lirih
Aca membelakangi Leon sambil menangis
"Tak apa, ini adalah salah ku sendiri yang tak bisa menjaga diri." jawab Aca
"Aku akan bertanggung jawab."
"Bagaimana mungkin, aku bahkan adalah tunangan kakak mu. Apakah dia masih bisa menerima ku jika tau keadaan yang sebenarnya?" ucap Aca sambil menangis.
"Aca..."
"Jangan sentuh aku, aku adalah wanita yang kotor." Aca menepis tangan Leon
"Aca dengarkan aku, jika Frans tak bisa menerima mu maka kembali lah padaku. Aku akan bertanggungjawab!" Leon berusaha menyakinkan Aca
__ADS_1
Tanpa berkata sepatah kata pun Aca bergegas pergi meninggalkan Leon ke kamar mandi dan segera kembali ke rumah.
"Apakah setelah ini Aca akan membenciku?" Leon merasa sedih