
#PART 10
"Jade lepasin gue!" Jade tak menghiraukan perintah Jean, dia tetap menarik tangan Jean dan berjalan ke arah basement. Dia mendorong masuk Jean ke dalam mobilnya.
"Jade!"
Merasa dihiraukan oleh Jade, akhirnya Jean memilih untuk diam dan melihat ke arah jendela memperhatikan mobil yang berlalu lalang. Ekor mata Jade melirik Jean, sambil terus mengemudi diapun tersenyum.
Akhirnya diam juga*Batin Jade
Lampu merah menghentikkan mobil - mobil yang tengah melaju, termasuk mobil milik Jade. Dia melirik Jean kembali, akhirnya dia pun mengalah dan mencoba memulai percakapan.
"Lapar nggak?" Jean tak merespon
"Hey?" Jade mendengus kesal, bisa - bisanya Jean mengabaikannya seperti ini.
"Jean? Marah?" Jean belum bergeming sama sekali, membuat Jade menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Dia kembali melajukan mobilnya ketika lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau. Selama perjalanan, Jade tetap mencoba membujuk Jean agar mau bicara. Mobil Jade berhenti di depan sebuah restoran milik keluarganya. Dia turun dari mobil lalu memutar untuk membukakan pintu untuk calon istrinya itu.
Betapa terkejutnya dia ketika mendapati Jean yang tengah tertidur pulas, diapun menepuk jidatnya sendiri merasa malu mengingat dirinya berbicara sendiri selama perjalanan.
__ADS_1
"Haruskah ku bangunkan dia? Tapi sepertinya dia kelelahan akibat teriak - teriak tadi" akhirnya jade memutuskan untuk mengantarkan Jean pulang.
"Tunggu! Tapi di mana rumahnya? Astaga!!!" Jade menghentikkan langkahnya sambil mengusap kasar wajahnya.
Kedua mata Jean mengerjap dengan tangan yang menghalangi pandangannya dari sinar matahari. Dia menatap atap yang menurutnya asing, sektika dia langsung terbangun dan melihat sekelilingnya.
Dimana?*Batin Jean bertanya - tanya
Dengan langkah gontai dia berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka, lalu dilanjutkan menuju ke luar kamar. Dia mengamati seluruh penjuru ruangan itu dalam beberapa saat, diapun mempercepat langkahnya menuju ke pintu yang dia rasa adalah pintu keluar.
"udah bangun?" tanya seseorang dari belakang punggungnya yang membuat Jean membalikkan tubuhnya menghadap ke sumber suara.
"Kau!" seru Jean
Dia mendudukkan bokongnya di atas kursi dan memakan makanan yang tersedia di sana. Perasaan yang familiar ketika dia menyendokkan makanan ke dalam mulutnya membuat Jean tanpa sengaja menitikkan air matanya.
"nggak enak yahh? Apa mau ku pesankan makanan saja?" tanya Jade panik
Jean hanya menggelengkan kepalanya seraya mengusap air matanya yang terus menerus mengalir. Dia menyendokkan lagi makanan di hadapannya sampai habis tak tersisa satu butir nasi.
Gambaran dari ingatan masa kecil Jean terputar kembali setelah Jean memakan makanan yang di buat oleh Jade. Dia teringat dengan sosok wanita paruh baya yang selalu menemaninya di saat kecil dulu. Dialah yang menjadi seorang ibu bagi Jean. Hannah namanya.
__ADS_1
"J-Jade" lirihnya. Yang dipanggilpun menoleh ke arahnya
"ya?"
"biar gue yang mberesin piringnya" jawab Jean sambil menumpuk piring - piring yang kotor dan membawanya ke dapur dengan Jade yang membuntutinya dari belakang.
Melihat Jean yang tengah serius ketika mencuci piring membuat sudut bibir Jade terangkat membuat sebuah senyuman. Cantik! Kata itulah yang terbesit dipikiran Jade. Diapun membantu Jean mencuci piring dan meletakkannya di lemari.
Setelah semuaya selesai, Jade mengantar Jean pulang ke rumahnya
"hmm gimana kasusnya?" tanya Jean memecah keheningan
"Maksudnya?"
"Ertan" jawab Jean singkat sambil menoleh ke arah luar jendela mobil
"(menghembuskan napas kesal) belum ada kemajuan. Satu belum juga terungkap udah ada kasus lagi orang hilang" Jade merasa kesal jika mengingat kasus - kasus yang tengah membuat senua orang khawatir. Sedangkan Jean, dia diam - diam menyunggingkan senyumnya dibalik telapak tangan yang menyangga dagunya.
"kenapa nggak ditutup aja?"
"nggak semudah itu sayang" Jean melototkan matanya kepada Jade. Sayang? Yang benar saja! Mereka bahkan baru bertemu beberapa kali. Dan sekarang Jade sudah memanggilnya sayang. Ingin rasanya Jean memukul mulut Jade.
__ADS_1
"Idih" Jean bergidik ngeri, dia pun kembali melihat jalan dari jendela mobil. Jade yang melihatnya pun hanya terkekeh.
Tbc