
Jean melenggang pergi menuju toilet sambil terus memegangi lehernya yang terasa pegal.
Brukk! Duk!
Jean terlalu fokus memegangi lehernya sehingga tidak melihat ke depan, dan dari arah berlawanan terdapat seorang pria tengah memainkan ponselnya. Bruk! Jean terjatuh ketika menabrak dada bidang pria tersebut. Namun naas, kepalanya terbentur meja sehingga Jean tidak sadarkan diri.
Orang - orang di sekitar pun tersentak kaget melihat Jean jatuh pingsan. Sherly langsung berlari menuju segerombolan orang yang menutupi Jean.
"Hey, sadarlah" ucap pria tadi sambil menepuk - nepuk pipi Jean.
"Astaga, Jean!" teriak Sherly dengan suara melengking membuat semua orang menutup telinganya.
"Cepat bawa dia ke rumah sakit!" perintah Sherly. Pria itu segera menggendong Jean ala bridal style menuju mobil, dan mengendarainya ke rumah sakit terdekat.
"Suster!" panggil Sherly berlari yang diikuti oleh pria tadi sambil menggendong Jean.
Pria itu meletakkan Jean di ranjang, dan membiarkan dokter memeriksanya, lalu melenggang ke luar ruangan menemani Sherly yang nampak khawatir.
"Terimakasih" kata Sherly
"Iya, lagipula itu juga salahku tadi" Sherly mengernyitkan dahinya, mencoba mengerti.
"Emang kenapa?"
"Kita tabrakan, dia jatuh terus kepentok meja"
"Pfft, hahhahahaha" tawa Sherly lepas seketika mendengar penjelasan dari pria di sampingnya.
"Astaga Jean, kok bisa sih pingsan konyol gitu. Hahahhaa"
__ADS_1
"Oh ya, Lo siapa?" tanya Sherly yang baru sadar belum berkenalan.
"Jade" jawabnya sambil tersenyum ramah.
Ganteng banget! Tapi sayang bukan tipe gue.
Batin Sherly
"Gue Sherly, dan dia Jean"
Klek! Pintu ruangan terbuka dan menampilkan seorang pria tampan dengan mengenakan jas putih dan kemeja biru.
"Gimana keadaannya dok?" tanya Sherly
"Dia mengalami gegar otak ringan. Namun tenang saja, hal ini tidak terlalu membahayakan nyawanya. Biarkan dia istirahat beberapa hari"
"Boleh kami masuk dok?" tanya Sherly memastikan
"Silahkan, namun jangan berisik. Biarkan dia istirahat. Permisi" dokter yang bername tag Ryan itu melangkah pergi menjauhi ruangan Jean.
Tanpa basa basi Sherly langsung masuk ke ruangan dan menatapi Jean yang masih belum sadarkan diri. Namun di tengah - tengah ke khawatirannya, dia kembali teringat dengan kejadian di cafe yang membuat temannya itu pingsan.
"tok..tok..tok.. Permisi" seorang suster memasuki ruangan Jean dan memberitahukan untuk salah satu dari kami ke ruang administrasi.
Jade memaksa jika dirinya lah yang akan mengurusi semua hal yang dibutuhkan oleh Jean, karena ini adalah salahnya.
Beberapa menit kemudian, Jean tampak berulang kali mengerjapkan matanya yang buram. Lalu mencoba merubah posisi menjadi duduk. Sherly yang tengah tertidur di sampingnya pun merasakan ada pergerakan dari temannya itu dan membuatnya terbangun.
"Ssshh" rintihnya sambil memegang kepala yang terasa pusing.
__ADS_1
"Pelan - pelan" lirih Sherly
Jean celingukan dengan raut muka yang kebingungan lalu menatap datar Sherly. Pandangan matanya mengisyaratkan kenapa ada di rumah sakit?
"Lo pingsan konyol tadi" celetuk Sherly menahan tawanya membuat Jean semakin bingung.
"Ken-" belum sempat Jean menyelesaikan kata nya, sosok pria dengan kemeja berwarna biru muda memasuki ruangan tersebut.
"Oh, udah bangun?" tanyanya sambil tersenyum ramah. Jean memperhatikan pria itu dari bawah ke atas lalu menoleh ke arah Sherly.
"Dia jade, orang yang lo tabrak di cafe tadi" Jean mencoba mengingat - ingat kejadian yang terjadi di cafe.
"Maaf" ucapnya membuat Sherly membulatkan matanya tak percaya
"What?! Bilang apa tadi?"
"Ck. Berisik!"
*
*
*
*
*
Jangan lupa like dan komentarnya yaa😍
__ADS_1