LOVE PSYCHOPATH

LOVE PSYCHOPATH
#PART 33


__ADS_3

#PART 33


Jean yang sedang rapat dengan para pemegang saham perusahaan mulai merasa kesal dengan kelakuan pria – pria dihadapannya yang tak setuju jika posisi direktur utama MD Group di pegang olehnya.


“Baiklah rapat selesai!” tegas Jean sambil berjalan keluar kembali ke ruangannya diikuti oleh Asisten Jeno


Dihempaskannya tubuhnya ke atas sofa sambil menyenderkan lehernya agar terasa lebih relax. Entah kenapa, dia merasakan tubuhnya sangat lelah kali ini. Asisten Jeno yang melihat Jean seperti itu langsung menelepon pantry agar membawakan kopi untuk Jean.


Tak lama pantry pun datang dengan membawa dua cangkir kopi di tangannya. “Taruh di sana!” perintah Asisten Jeno.


“Nona, tolong tanda tangani semua berkas yang di sana” Jean menengadahkan kepalanya menatap ke arah yang ditunjukkan ole Asisten Jeno. Astaga! Inilah yang membuatnya malas untuk menerima pewaris presdir.


“Baiklah” jawabnya malas


Di lain sisi, Jade beserta rekan – rekannya telah sampai di TKP kematian Ertan. Kedatangan mereka tidak di sambut halus oleh si pemilik villa tersebut.


“Aihh astaga, bukankah sudah ku katakan berulang kali jika aku tidak mengetahui apapun?!”


“Maaf Nyonya, tapi Andalah satu – satunya saksi mat-“ Reyhan mencoba untuk membujuk pemilik vila


“Apapun itu, kalian harus pergi sekarang” Usir pemilik villa tersebut


“Ta-“ Reyhan menghentikkan perkataannya etika merasa bahunya ditepuk oleh seseorang, dia menoleh ke belakang dan memandangi mata Jade yang seolah berkata “Ayo kita pergi”


Akhirnya dengan kecewa Jade dan rekan kerjanya yang kembali ke dalam mobilnya. Tiba – tiba ...


“Tunggu!” mereka semua menoleh ke sumber suara


Wanita paruh baya yang tak lain adalah pemilik villa itu berlari ke arah Jade dan rekannya. Sebelum melanjutkan bicaranya, wanita paruh baya itu melihat ke arah kanan dan kirinya seperti mengecek sesuatu.


“Ayo kita bicarakan di dalam” lirihnya dengan wajah yang terlihat cemas


Tanpa pikir panjang, mereka pun masuk ke dalam villa mengikuti sang pemiliknya. Dengan perasaan yang was – was, wanita paruh baya itu mulai menceritakan semua yang dia tahu.


“Sebelum aku menceritakan semuanya, aku ingin minta satu hal”


Alis Jade saling bertautan, entah mengapa perasaannya tidak enak kali ini “Katakan saja Nyonya”

__ADS_1


Jade semakin dibuat penasaran oleh wanita di hadapannya itu ketika dia mulai memainkan jari tangannya seperti orang ketakutan.


“A-aku ... aku mohon setelah ini kalian harus menjaga putriku. Jangan sampai dia disakiti oleh wanita iblis itu!!”


“Wanita iblis?” tanya para polisi serempak


Wanita paruh baya itu hanya mengangguk dan melanjutkan ceritanya


#Flashback ON#


Dua hari sebelum kejadian


Rani-pemilik villa yang tengah menonton acara di televisi mendapatkan panggilan dari bawahannya jika villa miliknya akan di sewa untuk 2 hari atas nama Ertan Sanjaya


Mendengar nama Sanjaya dia pun terlonjak kaget, bagaimanan tidak? Keluarga Sanjaya merupakan salah satu keluarga yang berpengaruh di Kota Z. Dengan Ertan yang datang ke villanya, Rani merasa senang dan juga takut jika pelayanannya akan buruk.


Waktu yang dijanjikan pun tiba, jantung Rani berdegup lebih kencang dari biasanya. Dia meremas dressnya untuk menyalurkan rasa gugup. Tak beberapa lama kemudian, seorang laki - laki yang telah ditunggunya pun mulai memasuki villa tersebut.


“Selamat datang, Tuan” Ertan hanya menjawabnya dengan anggukan seraya sedikit tersenyum.


Para pelayan di sana langsung mengambil alih koper Ertan dan membawanya ke atas.


“Baik Tuan”


Selang beberapa menit setelah kedatangan Ertan, seorang wanita pun memasuki villa itu. Ertan yang masih ada di tangga langsung menhampiri wanita itu.


“Kau sudah datang sayang?” tanyanya sambil menarik pinggang wanita di hadapannya agar masuk ke dalam pelukannya.


“Maaf aku telat” jawab wanita itu seraya menampilkan puppy eyesnya membuat Ertan gemas dan langsung mengacak – acak rambutnya.


“Nggak papa sayang”


Pandangan mata Ertan beralih kepada para insan yang sedari tadi menonton kemesraannya dengan wanita di pelukannya.


“Antarkan dia ke kamarnya”


“Baik Tuan, mari Nona” Dengan langkah gontai wanita itu mulai menaiki anak tangga satu persatu menuju kamarnya.

__ADS_1


#Flashback OFF#


“Setelah it-“


Kring... Kring...


Obrolan mereka terhenti ketika hanphone Jade berdering, “Maaf, tolong tunggu sebentar” ucapnya sambil berjalan menjauh.


J**ean? Tumben sekali dia menelponku* gumam Jade dalam hati


“Halo?”


“Halo, kenapa Jean?”


“...”


Merasa tidak ada jawaban, Jade mengecek handphone nya yang ternyata panggilannya masih tersambung dengan istrinya.


“Jean? Halo?” tiba – tiba Jean mengalihkan panggilan suara tersebut menjadi panggilan video.


Jade mengernyitkan dahinya merasa aneh dengan sikap Jean, dengan ragu ragu dia mengusap tombol hijau di layar handphonenya.


Wajah Jean terpampang jelas di sana dengan senyum manisnya membuat Jade semakin terheran – heran dibuatnya.


“Sudah makan?” tanya Jean


“Belum, kamu?” Jean menggeleng lalu menaruh dagunya di atas meja.


“Kenapa belum makan?”


“Hmmm itu ... mau di suapin kamu” lirih Jean yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


Jade yang mendengarnya pun tersontak kaget, benarkah yang tadi didengarnya? atau tadi hanyalah halusinasinya belaka??? Tunggu – tunggu kenapa Jean mematikan sambungan teleponnya? Apakah tadi benar terjadi?


“Aihh astagaa kenapa istriku berubah menjadi menggemaskan” Jade merasakan senang dan takut sekaligus. Senang mengetahui jika Jean mulai bersikap manja padanya, dan takut jika ternyata Jean telah terkena gangguan mental (elaahh jahat banget lu Jade)


TBC

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, KOMENTAR, dan VOTE yaa


__ADS_2